Positif Covid-19 di Sumut 6.769 Orang, Kabar Baiknya! Pasien Sembuh 3.905 orang

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar baik kembali datang dari update penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara, Minggu (30/8). Sebanyak 102 orang pasien sembuh dari terjangkit Covid-19. Dengan begitu, kini jumlah total pasien sembuh menjadi 3.905 orang atau lebih dari separo kasus positif.

dr Whiko Irwan D SpB
dr Whiko Irwan D SpB

“Ini kabar baik. Mari terus mendoakan kesembuhan saudara kita yang saat ini tengah menjalani perawatan karena terjangkit virus Corona,” kata Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB.


Disebutkannya, 102 pasien sembuh itu berasal dari Kota Medan 88 orang, kemudian dari Kota Binjai 1 orang, Tebingtinggi 1 orang, Deliserdang 6 orang, Langkat 4 orang, Toba 1 orang, dan dari Padang Lawas 1 orang.

Namun begitu, kasus baru Covid-19 di Sumut masih terus bertambah. Kemarin, kata dr Whiko, juga bertambah 39 kasus baru. Total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut hingga Hari Minggu kemarin menjadi 6.769 orang. Sementara pada Sabtu (29/8), jumlah totalnya masih 6.730 orang.

Lagi-lagi dari Kota Medan terus terjadi kasus baru, yakni 20 orang. Kemudian dari Binjai 1 orang, Sibolga 1 orang, Padang Sidempuan 1 orang, Deli Serdang 2 orang, Langkat 1 orang, Karo 2 orang, Asahan 1 orang. Kasus baru juga berasal dari Serdangbedagai 1 orang, Batubara 2 orang, Padang Lawas 1 orang, Nias Barat 1 orang, dan dari luar Sumut 2 orang, serta dari domisili belum diketahui 3 orang.

Ia melanjutkan, angka kasus yang meninggal akibat Covid-19 juga bertambah, tetapi tidak banyak. Pasien meninggal jumlahnya menjadi 312 orang dari sebelumnya 309 orang. “Jumlah kasus suspek juga meningkat menjadi 751 orang atau bertambah 61 orang dari sebelumnya 690 orang,” sebut Whiko.

Dengan kondisi saat ini, sambung dia, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas di luar rumah. Selain itu, selektif pada beberapa tempat yang terindikasi memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya penularan virus corona. “Tidak ada pilihan selain tetap patuhi protokol kesehatan saat di luar rumah. Hanya itu yang bisa dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” tukasnya.

DKI Pecah Rekor

Secara nasional, dalam sehari tambah 2.858 kasus baru Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan sepsimen harian sebanyak 25.934 spesimen. Sehingga, hingga Minggu (30/8), kini totalnya sudah 172.054 orang terinfeksi Covid-19.

Dari data Covid19.go.id, Minggu (30/8), DKI Jakarta memecahkan rekor kasus baru Covid-19. Dalam sehari, ibukota menambah 1.094 kasus. Angka ini yang tertinggi selama ini dan sejak diberlakukannya kebijakan PSBB transisi.

Selain DKI Jakarta, kasus baru terbanyak lainnya terdapat di Jawa Timur yakni 466 kasus. Kalimantan Timur 197 kasus. Jawa Tengah 138 kasus. Riau 134 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 1.483 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di provinsi DKI Jakarta sebanyak 366 orang. Sudah 124.185 orang sembuh dari Covid-19.

Sedangkan, angka kematian bertambah 82 jiwa. Kasus kematian harian terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur 26 jiwa. Kini sudah 7.343 jiwa meninggal akibat Covid-19.

Hingga saat ini sudah 487 kabupaten kota terdampak Covid-19. Jumlah pasien suspek sebanyak 77.951 orang. Ada 11 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10. Dan hanya 4 provinsi yang melaporkan nol kasus.

Sementara, berdasarkan data tiga hari terakhir, rekor kasus baru Covid-19 selalu terpecahkan. Sejak 28 Agustus, angka kasus baru sudah menembus 3 ribu kasus per hari. Di mana pada 27 Agustus ada 2.719 kasus baru, 28 Agustus sebanyak 3.003 kasus baru, dan 29 Agustus melonjak hingga 3.308 kasus baru. Apakah ini gara-gara libur panjang akhir pekan pada sepekan lalu?

“Saya tidak tahu, data tidak bisa dianilisis sampai seperti itu,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Minggu (30/8). Meski belum bisa memastikan apa gerangan penyebab rekor COVID-19 di Indonesia yang selalu pecah, namun ada satu hal yang pasti.

Kini warga Indonesia harus mulai disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. “Yang jelas, memang kasusnya meningkat. Tapi, soal apakah ada hubungannya dengan libur panjang atau tidak, itu tidak bisa disimpulkan sampai ke situ,” kata Wiku.

Wiku menjelaskan, penyebab peningkatan kasus COVID-19 ada dua hal. Pertama, jumlah tes virus Corona meningkat. Di sisi lain, tingginya kaus COVID-19 membuktikan bahwa penularan virus Corona masih ada. “Kenapa kok kasusnya naik? Ya karena ngetesnya makin banyak. Sebabnya juga karena masih ada penularan,” kata Wiku.(ris/jpc/dtc)

loading...