Pelaksanaan Sensus Penduduk Door to Door, BPS Sumut Terjunkan 9.133 Petugas

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 9.133 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan lapangan door to door, pada pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020 di Sumatera Utara (Sumut). Kegiatan ini, dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 1 hingga 30 September mendatang.

KETERANGAN: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi (tengah), saat menyampaikan keterangan terkait Sensus Penduduk 2020.
KETERANGAN: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi (tengah), saat menyampaikan keterangan terkait Sensus Penduduk 2020.

Hal ini diungkapkan Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, pada acara Kick-Off Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS Sumut, Jalan Asrama Medan, Selasa (1/9). Suhaimi mengatakan, petugas sensus wajib menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani tugasnyan


“Pada SP 2020 tahap kedua ini, BPS melakukan sensus secara langsung atau door to door, selama September ini,” ungkap Suhaimi.

Suhaimi juga menjelaskan, pada pelaksaan SP 2020 tahap pertama, dilakukan secara online yang dimulai sejak 15 Februari hingga 29 Mei lalu, dengan menghimpun 2,34 juta jiwa penduduk, atau sekitar 15,84 persen dari proyeksi jumlah penduduk Sumut pada 2020.

BPS Sumut juga berhasil mencatat 561,89 ribu keluarga, atau sekitar 14,78 persen keluarga di SP 2020 Online tersebut.

“Jadi, mulai Selasa, 1 September, petugas mendatangi setiap rumah tangga dengan bekal data yang sudah disiapkan,” bebernya.

Pada SP 2020 tahap kedua ini, lanjutnya, pelaksanaan sensus di Sumut masuk zona 1 dan 2. Untuk zona 1, sensus dilaksanakan secara drop dokumen, kemudian petugas mengambil kembali.

“Untuk pengisian kuisioner, sepenuhnya diisi secara mandiri oleh penduduk secara manual, selanjutnya petugas akan mengambil kembali,” jelas Suhaimi.

Sementara untuk zona 2, penduduk tidak mengisi kuisioner. Namun, petugas melakukan verifikasi dengan data-data yang sudah dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Pada zona 2 ini, terdapat 8 kabupaten kota, yakni Binjai, Medan, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tanjungbalai, dan Batubara,” imbuh Suhaimi.

Dalam melakukan sensus itu, petugas nantinya didampingi kepala lingkungan. Suhaimi mengaku, pada SP 2020 ini, masih terdapat 84 persen lebih penduduk Sumut belum tercatat pada SP Online.

“Kami harapkan mereka harus dicatat pada SP 2020 secara langsung pada September ini,” pungkasnya. (gus/saz)

loading...