Hampir Tujuh Bulan Sumut ‘Perang’ Lawan Covid, Gubsu: Trennya Terus Meningkat

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sudah sekitar tujuh bulan Provinsi Sumatera Utara ‘perang’ melawan pandemi Covid-19. Adapun hasil penanggulangannya, sampai kini masih jauh dari harapan. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pun tak henti-hentinya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, agar patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19.

Gubsu Edy Rahmayadi  saat video conference  beberapa waktu lalu. Gubsu terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga disiplin protokol kesehatan.
Gubsu Edy Rahmayadi saat video conference beberapa waktu lalu. Gubsu terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga disiplin protokol kesehatan.

“Banyak hal yang mesti kita lakukan terkhusus Covid. Tapi terkhusus adalah menegakkan protokol kesehatan kepada rakyat kita selama rakyat kita ini tidak bisa maksimal disiplin, kita akan masih meningkat terus ini bahkan para tenaga medis akan banyak terpapar,” katanya menjawab wartawan, Jumat (4/9).


Melihat tren peningkatan kasus positif setiap hari, Edy masih tidak memperkenankan sekolah untuk buka dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Walaupun diketahui, Kemendikbud kembali mewacanakan hal tersebut dan mengembalikannya ke masing-masing daerah. “Anda lihat tren kita meningkat, anak-anak kita sangat rentan (terpapar) itu. Lebih baik kita korbankan satu tahun daripada nanti sekian tahun membuat kesulitan untuk kita semua,” katanya.

Mengenai kekurangan alat pelindung diri para tenaga medis untuk menangani pasien covid pada rumah sakit swasta, Gubsu menyebut segera melakukan koordinasi. “Segera kita koordinasikan. Sebab kita tidak bisa membantu APD dan bersifat finansial karena dia adalah bisnis. Untuk itu kita akan koordinasi secara teknis tentang pengamanan tenaga medis dan pasien,” katanya.

Selanjutnya tentang pembukaan objek wisata bagi wisatawan mancanegara, Edy mengakui belum saatnya untuk dilakukan. Mengingat sebagian besar masyarakat Sumut masih abai akan protokol pencegahan Covid-19.

“Kalau kita bisa memberi rasa aman ke wisatawan datang ke tempat-tempat pariwisata kita, itu akan terwujud. Tapi kembali lagi disiplin rakyat sehingga menciptakan trust (kepercayaan) orang untuk datang kemari,” katanya.

Berkenaan dengan pembukaan objek wisata di masa adaptasi kebiasaan baru ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut mengemukakan, hingga kini pintu masuk baru dibuka buat wisatawan lokal di Sumut saja. “Mengenai data jumlahnya, saya kurang update untuk itu. Yang pasti turis asing masih belum masuk dan wisatawan nusantara juga dari Sumut dan seputarannya saja,” kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sumut, Muchlis Nasution.

Pihaknya mengaku pembukaan kembali objek wisata di masa pandemi, mutlak merupakan diskresi dari masing-masing kepala daerah. “Pembukaan objek wisata dilakukan berdasarkan keputusan bupati/wali kota setempat. Pada umumnya mereka masih uji coba dengan mengutamakan wisatawan lokal dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai standar yang ditetapkan,” kata katanya.

Dia mengatakan, kalau semuanya berjalan lancar sesuai dengan kesiapan objek wisata dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagian juga sudah mulai membuka untuk wisatawan nusantara pada September mendatang. “Kabupaten/kota akan mengawasi objek wisata dimaksud dan akan melakukan tindakan apabila tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Positif 7.390 Orang, Sembuh 4.366 Orang

Berdasarkan data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, kasus baru terus bertambah secara signifikan. Hingga Jumat (4/9) sore,tercatat sebanyak 125 orang terkonfirmasi positif melalui hasil pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan, totalnya saat ini sudah menyentuh angka 7.390 dari sebelumnya 7.265. Jumlah ini masih sangat jauh lebih besar ketimbang angka kesembuhan yang berada diangka 4.366 dari sebelumnya 4.282 orang atau bertambah 84 orang.

“Kasus konfirmasi terjadi penambahan sebanyak 125 orang, sehingga totalnya menjadi 7.390 dari sebelumnya 7.265 orang. Sedangkan angka kesembuhan bertambah 84 orang menjadi 4.366 orang dari sebelumnya 4.282 orang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, selain angka konfirmasi dan kesembuhan yang bertambah, angka kematian juga masih meningkat walau tidak signifikan. Penambahannya sebanyak 4 orang pasien Covid-19 yang meninggal dunia, sehingga totalnya mencapai 328 orang dari sebelumnya 324 orang. “Penambahan kasus juga terjadi pada angka suspek sebanyak 16 orang, sehingga kini berjumlah 824 orang dari 808 orang. Untuk jumlah sampel swab yang telah diperiksa saat ini sebanyak 43.790,” tukasnya. (prn/ris)

loading...