Pelajar SMP Jadi Badut untuk Beli Android

Sumatera Utara

Agar Bisa Ikuti Belajar Daring

TERJARING: Pelajar SMP yang terjaring operasi kasih sayang yang digelar Dinsos Binjai karena mencari uang dengan cara menjadi badut di jalanan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Dinas Sosial Binjai berjanji akan memberikan bantuan 200 buah hp android kepada pelajar SMP yang kurang mampu. Bantuan itu diberikan, pasca terjaringnya seorang pelajar menjadi badut di jalananan, yang hasilnya untuk beli android agar bisa mengikuti belajar daring.

“Dinas Sosial akan membantu 200 hp android kepada pelajar SMP kurang mampu. Jadi nanti akan diserahkan melalui pihak sekolahnya, supaya hp ini betul-betul dipakai untuk belajar online. Dan jangan sampai terjual,” kata Pelaksana Tugas Kadinsos Binjai, Rudi Iskandar Baros, Jumat (4/9).


Dijelaskan Rudi, selama dua hari ini pihaknya sudah melakukan razia kasih sayang terhadap anak-anak yang berkeliaran di jalan menggunakan busana badut. Sebab, selama ini mereka telah menjadi korban eksploitasi anak.

“Janganlah anak-anak ini dipekerjakan menjadi badut di jalanan karena sangat berbahaya bagi keselamatannya. Lihat saja kemarin, ada anak ‘manusia silver’ yang tewas tertabrak,” ujarnya.

Sementara, korban eksploitasi (nama dirahasiakan) mengaku terpaksa menjadi badut untuk mencari uang agar bisa beli hp android. Diakuinya, selama belajar daring terpaksa harus meminjam hp temannya supaya tetap bisa belajar secara online dari rumah.

“Satu hari jadi badut bisa dapat Rp100 ribu. Uangnya dipakai buat makan, dan sisanya dikumpulin buat beli hp android dan nggak susah lagi minjam-minjam kalau mau belajar online,” ucapnya.

Awalnya jadi badut, kata dia, diajak temannya yang sudah terlebih dahulu menjadi badut. Satu hari, dia harus memberikan uang sewa busana badut sebesar Rp40 ribu kepada oknum tak bertanggungjawab.

“Mau cemana lagi bang, saya jadi badut ini juga kan buat bantu mamak yang lagi sakit di rumah. Sedangkan bapak, kerjaannya lagi sepi jadi kuli bangunan. Uang dari badut inilah buat biaya makan kami sehari-hari,” pungkasnya. (ted/han)

loading...