Fakultas Farmasi USU Bina Remaja Sebagai Kader Kesehatan di Masyarakat

Metropolis Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) lakukan pembinaan terhadap remaja sebagai kader kesehatan di masyarakat. Kegiatan berbentuk pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan di Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

DIABADIKAN: Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi USU, Dewi Pertiwi selaku ketua dan Embun Suci Nasution sebagai anggota, diabadikan bersama peserta pembinaan yang terdiri dari remaja Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
DIABADIKAN: Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi USU, Dewi Pertiwi selaku ketua dan Embun Suci Nasution sebagai anggota, diabadikan bersama peserta pembinaan yang terdiri dari remaja Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang juga dosen Fakultas Farmasi USU, Dewi Pertiwi dan Embun Suci Nasution sebagai anggota tim, mengatakan alasan desa tersebut dipilih karena pada umumnya remaja kurang mengerti tentang obat dan penggunaan obat yang rasional serta tidak mengenal profesi apoteker.


“Karena kurangnya pengetahuan ini, dirasa perlu diberikan penyuluhan tentang ilmu pengetahuan dan keterampilan mengenai pengobatan swamedikasi yang rasional serta branding profesi apoteker, sehingga solusi yang ditawarkan dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat di desa tersebut, berupa edukasi dan pelatihan untuk memberdayakan remaja sebagai ‘Apoteker Remaja’ dalam hal pendampingan,” kata Dewi kepada Sumut Pos, Sabtu (12/9/2020).

Pihaknya berharap setelah mendapat bekal pengetahuan yang cukup melalui proses pembinaan ini, para remaja di desa tersebut dapat memberikan informasi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang pengobatan yang rasional pada pengobatan swamedikasi sekaligus pengenalan mengenai branding profesi apoteker.

“Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi 2 sesi pertemuan. Sesi pertama dilaksanakan pada 15 Agustus 2020 dan sesi kedua dilaksanakan pada 29 Agustus 2020. Sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja,” terang Dewi lagi.

Embun Suci Nasution menambahkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan edukasi dan pelatihan GemaCermat yang menggunakan metode Cara Belajar Remaja Aktif (CBRA).

“Metode ini merupakan metode kegiatan pelatihan pemberdayaan (masyarakat remaja) yang melibatkan remaja untuk aktif dalam berbagai kegiatan termasuk mencari informasi dalam penggunaan obat swamedikasi untuk kegunaan di keluarga dan masyarakat,” katanya.

Diharapkan pula terjadi peningkatan pengetahuan yang dapat disimpulkan dari pre test dan post test yang dilakukan sebelum dan sesudah edukasi serta pelatihan kepada peserta.

“Pengobatan yang rasional pada pengobatan swamedikasi guna aplikasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GemaCermat) di mana ‘Apoteker Remaja’ ini dapat menjadi kader kesehatan di masyarakat. Hal ini sejalan dengan judul kegiatan kami yaitu “Pembinaan Remaja Sebagai Apoteker Remaja Guna Aplikasi Gema Cermat dan Branding Profesi Apoteker di Hamparan Perak, Sumatera Utara”,” pungkas Embun. (rel/prn)

loading...