Orang Kesurupan Minta Keramik Dibongkar, setelah Digali Mayat Tak Ada

Headlines Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus orang kesurupan dan menyebut-nyebut agar keramik rumah dibongkar, dilaporkan ke aparat penegak hukum. Warga mencurigai ada mayat dikubur di sana. Lantai pun dibongkar dan tanah digali. Namun hingga kedalaman 1 meter, tak ada mayat apapun di bawah keramik.

BONGKAR: Lantai kamar satu unit rumah di Pasar 1 Tanjung Sari, medan, dibongkar aparat kepolisian dan TNI karena diduga ada mayat dikubur, Senin (14/9). Ternyata hingga kedalaman 1 meter, tidak ditemukan apapun selain tanah dan pasir.
BONGKAR: Lantai kamar satu unit rumah di Pasar 1 Tanjung Sari, medan, dibongkar aparat kepolisian dan TNI karena diduga ada mayat dikubur, Senin (14/9). Ternyata hingga kedalaman 1 meter, tidak ditemukan apapun selain tanah dan pasir.

Pembongkaran lantai itu terjadi di kamar salah satu rumah di Jalan Setiabudi Gang Kancil Pasar 1, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Sunggal, Senin (14/9) siang. Rumah tersebut disebut-sebut milik Tahfiz Quran, Ustad Haji Taufik. Yang membongkar adalah pihak kepolisian bersama TNI dan aparatur pemerintah daerah setempat.


Informasi diperoleh Sumut Pos dari I Sembiring, salahseorang warga setempat yang tinggal persis di samping lokasi kejadian menyebutkan, dugaan adanya mayat dikubur di rumah itu bermula pada Kamis (10/9) minggu lalu. Saat itu, ada beberapa orang yang mencium bau busuk serta ada yang kesurupan, dan meminta dibongkar lantai keramik di dalam kamar rumah tersebut.

“Ada sekitar 8 orang yang mau jadi donatur rumah tahfiz quran tersebut. Tapi tiba-tiba ada satu orang yang kesurupan waktu pegang pintu gerbang. Ia meminta untuk membongkar keramik di rumah tersebut. Sewaktu kejadian kesurupan, bau busuknya parah dan menyengat, bahkan sampai banyak yang muntah-muntah,” ujarnya.

Setelah itu, warga langsung memanggil kepala lingkungan setempat, Dayat, untuk memeriksa rumah tersebut. Kecurigaan makin tebal lantaran warna empat keramik kamar berbeda dari keramik lainnya. Tak hanya itu, saat keramiknya diketuk, bunyinya kopong.

“Pada masa awal pandemi Covid-19, saya dan keluarga juga sempat diminta membersihkan rumah tersebut. Saya ajak anak dan menantu saya untuk membersihkan. Tapi di sana bau sekali dan enggak tahan, sehingga tidak jadi dibersihkan,” tukasnya.

Kepala Lingkungan VI Tanjung Sari Medan, Dayat, saat dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapat laporan warga, pihaknya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pembongkaran.

“Tanah sudah digali hingga kedalaman 1 meter, tapi hanya tanah dan pasir yang ditemukan. Dugaan ada mayat manusia dikubur di bawah keramik, nihil. Tidak ditemukan apa-apa di bawah lantai keramik kamar rumah tersebut,” kata Dayat.

Menurut dia, logikanya jika memang ada mayat dikubur di dalam kamar dan sudah membusuk, maka tanahnya pasti berubah warna. “Ini tanahnya tidak berubah warna. Isinya hanya pasir dan tanah hingga sedalam satu meter,” tambahnya.

Diutarakan Dayat, penggalian atau pembongkaran yang dilakukan disaksikan oleh warga. Tidak ada sedikit pun unsur penipuan. “Ada warga yang menyaksikan langsung yaitu Nenek Purnama dan Ibu Yuni. Jadi, ini jelas fakta bukan main-main, tidak disembunyikan dan tidak bohong. Kami menyaksikan langsung apa yang kami curigakan, tapi ternyata tidak ada,” terangnya.

Meski demikian, sambung Dayat, pihaknya akan tetap menindaklanjuti kasus yang menjadi keluhan masyarakat. “Kami dari aparat kelurahan bersama kepolisian dan TNI sama-sama bekerja untuk menjawab keluhan dan kerisauan dari masyarakat,” ucapnya.

Dayat mengaku, sebelum dilakukan pembongkaran lantai keramik kamar rumah itu, pihaknya telah berkoodinasi dengan pemilik rumah yang saat ini berada di Bogor. Kata pemilik rumah, dirinya tidak pernah melakukan pergantian keramik. “Ada empat keramik yang berbeda dan kelihatannya baru. Keramik itu yang yang dibongkar. Namun pemilik rumah menyatakan tidak pernah mengganti keramik lantai rumahnya,” ungkapnya. (ris)

loading...