Viral Video Hujan Es di Medan, BMKG: Uap Air Sangat Dingin di Atmosfer

Headlines Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Video hujan es di Kota Medan saat dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir, pada Selasa (15/9) sore sekira pukul 16.00 WIB, viral di media sosial (medsos).

HUJAN ES: Screenshot video hujan es di Kota Medan saat dilanda hujan lebat, Selasa (15/9) sore, yang beredar di media sosial (medsos).
HUJAN ES: Screenshot video hujan es di Kota Medan saat dilanda hujan lebat, Selasa (15/9) sore, yang beredar di media sosial (medsos).

Dalam video itu, hujan deras terlihat mengguyur Kota Medan. Tampak ada butiran es ikut jatuh di atap rumah warga. Video itu diduga diambil seorang warga yang tinggal Jalan Jermal 4, Medan Denai, Kota Medan.


Video tersebut diunggah Suhendra Ardiansyah pada 19 jam lalu di laman Youtube. Video itu kemudian menyebar ke sejumlah medsos dan viral.

Bukan kali ini saja terjadi hujan es di Kota Medan, namun kejadian ini masih terbilang langka.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan, mengatakan hujan es bisa terjadi karena uap air yang sangat dingin di atmosfer. Hujan es akan terbentuk dengan ukuran 5-50 mmn

Ia menjelaskan, salahsatu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level). “Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius. Sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es,” ujarnya, Selasa (16/9).

Namun Edison mengaku, belum bisa memastikan video viral tersebut benar hujan es atau bukan. Menurutnya, butiran es memang bisa turun bersama hujan. Butiran es ini akan tetap terlihat karena tidak seluruhnya mencair meski turun ke tempat yang lebih hangat.

“Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi. Akibat ukurannya, walaupun es telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semuanya dapat mencair,” tukasnya.

Hujan Badai Tumbangkan Pohon

Masih pada Selasa (15/9) sore kemarin, hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda Kota Medan, menyebabkan beberapa wilayah mengalami pohon tumbang. Di antaranya terjadi di Medan Denai dan di Jalan Williem Iskandar/ Pancing Medan Perjuangan.

Dua warga Kota Medan mengalami luka berat setelah tertimpa pohon tumbang di Kecamatan Medan Denai. Kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Manajer Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Nurly, mengatakan, pohon di kawasan Kecamatan Medan Denai tersebut tumbang pada Selasa (15/9), karena hujan deras disertai angin kencang. “Kedua korban yang belum diketahui identitasnya tersebut mengalami luka berat,” katanya kepada wartawan di Medan.

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut membantu kedua korban dan membawa keduanya ke rumah sakit. “Korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum petugas datang ke lapangan,” ujar Nurly.

Peristiwa tumbangnya pohon diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Saat itu, kondisi cuaca sedang terjadi hujan lebat disertai angin kencang. “Saat ini pohon tumbang telah dievakuasi oleh personel dari BPBD Kota Medan, dan lalu-lintas telah kembali normal,” ungkapnya.

Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Nora Valencia Sinaga, mengimbau warga agar tetap waspada. Sebab hingga seminggu ke depan, cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut). Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi akan melanda di wilayah Langkat, Deliserdang, dan dapat meluas ke Karo, Medan, Binjai, Simalungun dan sekitarnya. (mag-1)

loading...