Polisi ‘Kembangkan’ Pembunuh Asiong, Geledah Dua Rumah di Marelan

Hukum & Kriminal

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Unit Jatanras Polda Sumut melakukan pengembangan kasus pembunuhan Jefri Wijaya alias Asiong dengan melakukan penggeledah dua rumah di Marelan, Selasa (22/9).

PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).
PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).

Pengembangan kasus pembunuhan mayat yang ditemukan di jurang dekat Desa Ndaulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, telah menetapkan 5 tersangka.


Jatanras Polda Sumut menggeledah rumah di Pasar IX, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli dan Pasar 3 Timur Gang Alif, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Puluhan petugas berpakaian dinas dan preman melakukan penggeledahan di dua orang tersebut. Sejumlah barang yang diduga sebagai alat bukti melakukan pembunuhan diamankan polisi.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari yang ditemui dilokasi mengatakan, pihaknya hanya membantu untuk mendampingi proses pengembangan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, salah satu perwira Poldasu yang ada dilokasi enggan memberikan komentar saat ditemui wartawan.

“Nanti aja bang, kita masih melakukan pengembangan. Bapak Kapoldasu yang berkompeten memberikan keterangan,” kata perwira berpakaian preman.

Perlu dijeskan, tewasnya Jefri Wijaya alias Asiong pertama diketahui istrinya, Lisa dengan cara disiksa dan dibakar oleh pelaku.

“Suami saya disiksa, dibakar hidup-hidup. Saya katakan demikian karena melihat bagian pahanya. Dalam badannya hancur. Begitu juga kepalanya,” ujarnya.

Wanita yang mempunyai tiga anak ini pun mengisahkan kronologi terakhir kali ia berkomunikasi dengan Asiong. Suaminya pergi dari rumah untuk nongkrong di sebuah warung waralaba sekitar pukul 12.00 WIB.

“Setelah dari sana, saya telepon suami. Katanya dia mau ke showroom ambil mobil yang hendak dijual. Mobil Terios yang mau dijual. Terus suami pesan ke saya untuk sembayang, biar cepat laku mobilnya,” ujar Lisa mengingat percakapan mereka kala itu.

Masih di hari yang sama, Lisa menceritakan ia butuh uang untuk membayar biaya renovasi kanopi rumah. Namun, panggilan telepon via WhatsApp (WA) ke Asiong sebanyak 2 kali tak berbalas.

“Terus anak kami paling besar chat papinya dan dibalas. Terus saya bilang, kok aku telepon dan chat gak dibalas? Sekitar pukul 16.00 WIB, itu dia bales WA, dia bilang sedang lobi loh (jual Terios),” sebutnya.

Masih dikatakan Lisa, Asiong sempat pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, saat itu Lisa sedang tidur, sehingga tak sempat bertemu Asiong.

“Saya tanya anak-anak ke mana, enggak ada yang tahu. Sekitar pukul 19.00 WIB, kutelepon untuk jemput anak-anak, namun tidak diangkatnya,” ucapnya.

Lisa menjelaskan, status WhatsApp suaminya terakhir online pukul 18.45 WIB. Ia pun menunggu kepulangan suaminya hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Lisa mendengar suara seperti seseorang sedang menggunakan raket nyamuk. Kala itu, Lisa beranggapan bahwa itu adalah suaminya.

Biasanya suami saya di bawah nyelekat nyamuk dulu baru masuk kamar. Jadi udah kedengaran suara, dalam hatiku udah pulangnya ini. Jadi kutunggu, namun kok gak naik-naik. Perasaanku dia udah buka pintu, tapi pintunya gak terbuka dan gak ada dia,” pungkasnya. (fac/azw)

loading...