Pakpak Bharat Diterpa Hujan Es

Sumatera Utara

Petani Harapkan Perhatian Pemerintah

TAMBA TINENDUNG/SUMUT POS
RUSAK PARAH: Tanamam jagung petani Desa Singgabur, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bhara, rusak parah akibat terjangan angin puting beliung dan hujan es, Selasa (22/9).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO-Bencana hujan es dan angin puting beliung menerjang Desa Singgabar dan Desa Ulumerah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (22/9) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini. Namun dampak yang disebabkan, bukan hanya merusak puluhan atap rumah masyarakat setempat, hujan deras yang disertai butiran-butiran es tersebut, meluluhlantakkan tanaman para petani, seperti jagung, cabai, padi, dan beberapa jenis tanaman lainnya.


Masyarakat setempat terdampak bencana, yang merupakan mayoritas petani, berharap banyak kepada Pemkab Pakpak Bharat, dalam hal ini Dinas Pertanian. Mereka berharap pemerintah setempat memberikan perhatian khusus kepada puluhan warga yang terkena dampak bencana.

Seperti yang di sampaikan Agus Berutu, warga Desa Singgabur, bersama beberapa rekannya, meminta Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat agar dapat membantu ekonomi masyarakat. Sebab sumber utama pendapatan yang diharapkan dari hasil pertanian, telah hancur dan rusak parah akibat hujan es serta angin putingbeliung yang menerpa wilayah tersebut.

“Kami sangat berharap banyak kepada Dinas Pertanian. Karena bibit jagung yang dulu diberikan, belum sempat dipanen sudah habis di terjang angin. Kami bingung dari mana mendapatkan modal lagi untuk bertani,” ungkap Agus di lokasi bencana, Rabu (23/9).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat, Sunardi mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi dan sedang melakukan pendataan, namun belum selesai.

“Kami sedang mendata, biar diketahui tanaman apa saja yang rusak, dan siapa-siapa saja pemiliknya, serta luasnya berapa. Setelah itu, diperkirakan berapa kerugiannya. Tapi kami belum selesai (mendata). Masih hujan,” tuturnya.

Namun dia mengaku, sudah mendapat data global tanaman petani yang rusak akibat bencana tersebut, dari Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman.

“Kami sudah dapat data global. Hanya saja, belum mendapat data pemilik secara akurat,” imbuh Sunardi.

Ditanya bantuan apa kira-kira yang bakal diberikan kepada petani, usai didata? Sunardi mengatakan, data tersebut akan dikirim ke Dinas Pertanian Provinsi Sumut.

“Kalau sudah selesai didata, maka akan kami kirim ke Dinas Pertanian Sumut. Mengenai bantuan apa yang bakal didistribusikan, kami belum tau. Tapi kami (Dinas Pertanian Pakpak Bharat), yang bisa dialokasikan dari anggaran hanya untuk tanaman cabe seluas 3 hektare. Hanya itu yang bisa kami usahakan sesuai anggaran yang ada,” bebernya lagi.

Pantauan wartawan di lokasi bencana, tampak bantuan terus berdatangan, baik dari Pemkab Pakpak Bharat, juga dari para pihak swasta. Berbagai bantuaan berupa sembako dan bahan kebutuhan sehari-hari, nampak dibagikan kepada masyarakat korban bencana di daerah tersebut. (tam/saz)

loading...