Warga Sarudik Resah Bau Busuk dari Pabrik Karet

Sumatera Utara

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Warga di Kecamatan Sarudik merasa resah dengan bau busuk yang dikeluarkan PT ASL (Anugrah Sibolga Lestari) yang bergerak dibidang pengelolaan karet. Masyarakat menduga, pabrik ini membuang limbah ke Sungai Sarudik, sehingga baunya mengganggu ketenangan masyarakat.

DEPAN: Bangunan pabrik karet, PT Anugrah Sibolga Lestari (ASL) di Kecamatan Sarudik tampak dari depan.
DEPAN: Bangunan pabrik karet, PT Anugrah Sibolga Lestari (ASL) di Kecamatan Sarudik tampak dari depan.

“Kita curiga dengan bau busuk yang dikeluarkan pabrik karet ini, semakin hari semakin menyengat. Kami selaku masyarakat berharap, kiranya Pemkab Tapteng meninjau ijin lingkungan Pabrik karet ini, karena sangat meresahkan. Apalagi kalau kami lagi makan, baunya tidak tertahan,” kata Ahmad Simamora (46) salah seorang warga Sarudik, Jumat (25/9).


Dengan bau busuk yang sangat menyengat dari pabrik karet tersebut, Ahmad meminta pihak Pemkab Tapteng serius melakukan peninjauan ulang atas ijin lingkungan dan pembuangan limbah akhir dari pabrik karet tersebut. Karena menurut Ahmad, selain mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Selain itu, warga Sarudik yang dulunya bekerja di pabrik karet ini sudah banyak yang diberhentikan.

“Jika Pemkab ingin melakukan peninjauan, kami selaku masyarakat berharap agar dilibatkan, sehingga kami bisa menyaksikan langsung, bagaimana proses pembuangan limbahnya. Peninjauan ini harus dilakukan secara terbuka, karena setiap hari kami mencium bau busuk yang sangat menyengat, rasanya tidak nyaman dengan bau busuk itu,” ucap Ahmad.

Ahmad yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak ini takut dengan pembuangan limbah terakhir dari pabrik karet ini.

“Limbahnya dibuang ke sungai, kita takut, limbah itu mencemari sungai Sarudik, dan bisa menimbulkan penyakit, bahkan ikan juga bisa jadi terdampak. Jadi mohonlah Dinas Lingkungan Hidup segera turun meninjau pembuangan limbah pabrik ini, jangan sampai ada korban jiwa, karena warga Sarudik banyak yang mandi di Sungai ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah dan pihak PT ASL. (mag-8/ram)

loading...