Ada Lagi Wakil Rakyat Terpapar Covid, Hari Ini DPRD Sumut Swab Massal

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretariat DPRD Sumatera Utara akan melaksanakan tes swab massal, Selasa (29/9). Kegiatan ini dilakukan, sehubungan dengan anggota DPRD Sumut terpapar Covid-19 paska mengikuti rapat kerja di Balige pada 17-19 September kemarin. 

SWAB MASSAL: Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat diwawancarai wartawan, beberapa waktu lalu. Sekretariat DPRD Sumut akan melakukan swab masal hari ini, Selasa (29/9).
SWAB MASSAL: Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat diwawancarai wartawan, beberapa waktu lalu. Sekretariat DPRD Sumut akan melakukan swab masal hari ini, Selasa (29/9).

“Dalam rangka tracing guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Lingkungan Sekretariat DPRD, diinformasikan bahwa akan dilakukan test swab kepada ketua dan wakil ketua DPRD Sumut, anggota DPRD Sumut, sekretaris dan staf Sekretariat DPRD Sumut, staf pendukung DPRD Sumut, dan non ASN Sekretariat DPRD Sumut,” sebut isi surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut yang diterima Sumut Pos, Senin (28/9). 


Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan pada 26 September 2020 itu, juga menyampaikan, berkenaan kegiatan dimaksud diminta kepada Plt Sekretaris DPRD Sumut untuk menerapkan jaga jarak, mewajibkan penggunaan masker, dan menyiapkan fasilitas cuci tangan, sabun/hand sanitizer. Selanjutnya menyediakan alat pengecekan suhu badan di pintu masuk, jika ditemukan peserta dan panitia dengan suhu lebih dari 37,5 derajat celcius (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki ruangan, melakukan sterilisasi lokasi dengan menggunakan disinfektan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, serta mengatur jarak antrian pada saat memasuki tempat minimal 1,5 meter dan menghindari kontak fisik secara langsung seperti bersalaman atau berpelukan. 

Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengamini ihwal kegiatan tersebut. Kata dia, memang ditemukan salah seorang anggota dewan pasca raker di Balige, positif terpapar covid. “Iya benar, Bu Meryl yang kena setelah raker lalu. Beliau langsung periksakan diri ke rumah sakit, dan hasilnya positif,” katanya. 

 Disinggung adanya informasi belasan orang terpapar positif Covid pasca raker tersebut termasuk wakil rakyat, ASN, dan non ASN, politisi PDI Perjuangan membantah keras. “Gak benar itu, isu saja itu. Dari mana pula belasan orang, siapa yang bilang? Setahu kami hanya Bu Meryl saja baru, Dimas Tri Adji (Ketua Komisi E) pun kami belum terima apa hasilnya. Jadi cuma satu orang aja baru,” terangnya. 

Ia juga tidak memastikan agenda DPRD Sumut akan dievaluasi ke depannya, mengingat selalu terjadi penambahan anggota dewan terpapar covid. “Kadang begini, kita (pimpinan dewan) sudah ingatkan kepada kawan-kawan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, contohnya saat raker dan reses. Itu kita kembalikan kepada kawan-kawan anggota dewan-lah. Artinya kita bisa saling menjaga diri. Namun untuk RDP-RDP, terkadang persoalan di masyarakat yang perlu kita sahuti. Begitupun tetap akan kita perketat lagilah protokolnya,” katanya. 

Baskami mengimbau seluruh wakil rakyat, ASN, dan tenaga pendukung di sekretariat agar dapat mengikuti tes swab massal hari ini. “Kita tidak bisa memaksa orang untuk swab. Jadi tes swab besok bagi yang mau. Tapi kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita, maka saya imbau ikut tes swab. kalau hasil pemeriksaan besok diketahui ada yang positif ya berobat,” pungkasnya.

Sementara, Meryl Rouli Saragih yang disebut Baskami Ginting positif Covid setelah pulang dari Raker di Balige, mengaku sudah sembuh. Dikatakannya, saat menjalani perawatan, dirinya mengalami langsung pergumulan tenaga kesehatan serta melihat langsung pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Dari interaksi langsung tersebut, dirinya banyak mendapat masukan-masukan dari mereka.

“Karena saya alami sendiri, saya juga mendapat masukan dari tenaga kesehatan. Untuk itu, Pemprovsu harus melakukan tracing, test dan treatment untuk mengambil langkah ke depannya dan saya mengingatkan bahwa sudah menjadi hak seluruh rakyat Sumut untuk mendapatkan swab gratis,” tegas Meryl dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9).

Meryl juga menekankan agar pemerintah lebih serius mengambil langkah-langkah pencegahan dan Pansus Covid-19 akan terus memonitor langkah-langkah pemerintah dalam menekan laju angka penderita Covid-19. Menurutnya, kalau hanya imbauan sangat tidak cukup untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Harus ada langkah konkrit untuk pencegahan, dan yang paling konkrit adalah memisahkan warga yang terjangkit Covid-19 dengan warga yang tidak terjangkit.

“Kalau belum diswab, bagaimana kita tahu mana yang terjangkit mana yang tidak terjangkit? Untuk itu, seluruh langkah yang akan dilakukan mesti dimulai dari swab massal gratis,” pintanya.

Meryl menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD yang menginisiasi pelaksanaan test swab di lingkungan sekretariat DPRD Sumut hari ini, Selasa (29/9). “Kemarin habis raker dan mobilitas dewan dan staf juga tinggi, jadi ini dalam rangka memutus penyebaran Covid,” imbuhnya.

Terakhir, Meryl meminta Pemprovsu agar memberikan perrhatian lebih kepada tenaga kesehatan yang berjuang menantang maut dalam menangani covid-19, utamanya insentif untuk tenaga kesehatan.

Tepisah, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Dimas Tri Aji juga mengakui dirinya terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menjalani isolasi mandiri di salah satu rumah sakit di Medan. “Benar, terkonfirmasi positif Covid-19 usai hasil Swab tanggal 22 September,” katanya, kemarin.

Ia membantah terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari ayah kandungnya Bupati Serdang Bedagai, Soekirman yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Civid-19 dan telah selesai menjalani isolasi mandiri di RS Murni Teguh Medan. “Saya terkonfirmasi positif Covid-19 tidak ada hubungannya dengan Pak Soekirman yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19,” jelas Dimas.

Dikatakannya, setelah Bupati Serdang Bedagai, Soekirman dinyatakan positif Covid-19, dia melakukan tes Swab pada 15 September 2020, kemudian keluar hasilnya negatif tertanggal 24 September. Kemudian ia melakukan swab mandiri pada 21 September dengan hasil positif Covid-19 tertanggal 22 September. “Hanya keluar rumah beli makanan, artinya Covid-19 bisa berasal dari mana saja, makanan atau uang,” imbuhnya.

Masih kata dia, dirinya tidak ada merasa gejala demam, suhu badan normal hanya batuk ringan dan mati rasa penciuman dan lidah. “Suhu normal, tdak ada demam. Hanya mati rasa penciuman sehingga sering menghirup minyak kayu putih untuk memulihkan penciuman,” tuturnya.

Ia minta masyarakat Sumatera Utara agar waspada dan patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Virus Corona bisa di mana saja, di makanan atau uang. “Waspada dan patuhi protokol kesehatan, karena dengan tidak waspada bisa terpapar Covid-19,” pungkasnya. (prn/adz)

loading...