Hotel Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 Masih Dievaluasi, Gubsu: Jangan Sampai Mubazir

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Pemprov Sumut masih mengevaluasi hotel mana saja yang akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai tempat isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, Menurut Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, jangan sampai nanti hotel-hotel baik bintang II dan III tersebut sudah disewa, justru tidak digunakan.

WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.
WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai.

“Ini nanti kan menjadi mubazir. Karena hotel-hotel yang akan digunakan itu untuk isolasi orang tanpa gejala. Ini yang harus kita cocokkan,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Selasa (29/9).


Edy mengatakan, sebelum muncul wacana tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut telah menyiapkan 1.000 ruangan isolasi atau kamar bagi pasien terpapar Covid, namun belum terpenuhi sampai sekarang. “Ya, termasuk Wisma Atlet Sumut (sudah kita siapkan). Jadi ini sedang kita cocokkan dulu,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua BPD PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan pendataan dan mengajukan ketersediaan hotel-hotel di Sumatera Utara untuk dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien (OTG) Covid-19. “Kebutuhan untuk ruang isolasi sekitar 1.100 kamar, direncanakan hotel bintang 2 dan 3 untuk pasien Covid, dan bintang 4 dan 5 untuk tenaga kesehatan, ini masih rencana, tapi sejauh ini masih dalam proses awal, pendataan,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/9).

Kalau memang nanti ada yang bersedia, hotel tersebut akan dilakukan verifikasi, baik kelayakan dan fasilitasnya. “Para petugas hotel juga akan dilakukan training, dan hotel tersebut sama sekali tidak menerima tamu dari manapun,” tandasnya.

Sebelumnya, GTPP Covid-19 Kota Medan, mengaku belum mengetahui hotel-hotel berbintang dua dan tiga mana saja di Kota Medan yang bakal dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala ataupun gejala ringan. “Infonya memang sudah dibahas oleh Pemprov Sumut. Tapi kita belum tahu, apakah sudah ditentukan hotelnya atau belum. Lalu kalau sudah, hotel mana saja itu. Itu kita belum tahu,” kata Jubir GTPP Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan kepada Sumut Pos, Minggu (27/9).

Dikatakan dia, pihaknya sangat setuju denga rencana pemerintah pusat untuk menjadikan sejumlah hotel di Medan menjadi tempat isolasi pasien dengan kategori OTG atau pasien dengen gejala ringan. Pasalnya, isolasi mandiri bukanlah solusi bagi pasien yang benar-benar telah terbukti positif Covid-19 dari hasil test swab PCR yang telah dilakukan.

“Karena sebenarnya, isolasi mandiri bagi pasien covid itu tidak benar dan tidak akan sesuai dengan standar perawatan bagi pasien covid itu sendiri. Alhasil, sekarang keluarga justru menjadi klaster-klaster baru yang subur untuk menyebarkan virus ini. Selayaknya, setiap pasien covid itu harus di isolasi ditempat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah pusat ataupun daerah dapat menyiapkan aturan yang tegas agar masyarakat dapat patuh dengan adanya ketentuan itu. “Jangan nanti hotelnya sudah disiapkan, tapi nanti pasien covid OTG tidak mau dirawat di hotel dengan berbagai alasan, mulai dari merasa sehat-sehat saja, bisa isolasi mandiri di rumah, tak mau berpisah dengan keluarga dan sebagainya. Ini demi kebaikan kita bersama, semua harus patuh,” katanya.

Wacana pemerintah pusat untuk menjadikan hotel bintang 3 sebagai tempat isolasi tambahan bagi OTG Covid-19, juga mendapat respon positif dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. PHRI menyatakan siap membantu kebijakan tersebut.

‘Kebijakan menjadikan hotel sebagai tempat isolasi OTG Covid-19 memang masih dalam pembicaraan serius PHRI.Tetapi PHRI yakin, para manajemen hotel di Sumut siap menjalankan program itu,” ungkap Ketua BPD PHRI Sumut, Denny S Wardhana menjawab wartawan di Medan, Selasa (22/9).

Selain membantu pemerintah, Denny tidak menampik program itu dapat membantu manajemen hotel meningkatkan hunian hotel yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. Di mana sejak pandemi, tingkat hunian hotel berbintang di Medan hanya sekitar 20 persen. Dampaknya, perusahaan masih tetap merumahkan sebagian karyawan. (prn)

Teks foto

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah saat diwawancarai wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Selasa (29/9).

loading...