Soekirman-Ryan Jalani Tes Kesehatan Dua Hari

Sumatera Utara

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Soekirman dan Tengku M Ryan Novandi, akhirnya menjalani tes pemeriksaan kesehatan di RSUP Haji Adam Malik Medan yang digelar KPU Sergai. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari sejak Senin (28/9) hingga Selasa (29/9).

TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).
TES KESEHATAN: Pasangan Soekirman-Ryan foto bersama sebelum melakukan cek kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/9).

Usai pemeriksaan kesehatan, Soekirman menyampaikan rasa syukurnya. Karenanya sebelumnya, dia terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini sudah dinyatakan sembuh pasca test PCR terakhir. “Alhamdulillah. Makanya dari dulu selalu saya anjurkan ikuti protokol kesehatan. Wajar saya sebagai kepala daerah terpapar, karena kegiatan demi pelayanan masyarakat Bukan hanya saya yang positif kan, ada menteri, bupati, gubernur juga, kita ambil hikmahnyalah,” ungkap Soekirman.


Senada disampaikan Tengku M Ryan Novandi. Balon Wabup Sergai ini menyebutkan, test kesehatan yang dilaksanakan adalah tes kesehatan yang menyeluruh mulai dari luar dan dalam. “Cek darah, mulai dari tensi, gula darah, dan macam-macam. Alhamdulillah, angkanya tadi bagus-bagus, tidak ada angka-angka yang offside,” kata Ryan sambil tertawa kecil.

Terpisah, Komisioner KPUD Sergai Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ardiansyah Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, waktu pemeriksaan kesehatan Soekirman dan Ryan (Beriman-Trendy) berbeda dengan pasangan lainnya, Darma Wijaya dan Adlin Tambunan. Di mana Darma dan Adlin hanya menjalani pemeriksaan kesehatan satu hari saja. “Kalau ini memang dua hari, Senin dan Selasa. Jadwal itu dari Rumah Sakit Adam Malik. Kalau kita hanya mengikuti jadwal dari mereka saja,” terang Ardiansyah.

Ia mengaku, kalau hari pertama pemeriksaan kesehatan khusus untuk psikologi saja. Baru kemudian di hari kedua dilakukan pemeriksaan kesehatan lainnya. Setelah tahapan pemeriksan kesehatan selesai, baru kemudian disebutnya dilakukan penetapan calon. “Kalau untuk tahapan penetapan calon tanggal 5 Oktober nanti. Hal itu sesuai jadwal yang ada, karena sebelumnya kan kita tunda,” kata Ardiansyah.

Hingga saat ini baru ada pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (Dambaan) yang sudah ditetapkan KPU Sergai sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sergai. Soekirman dan Ryan belum bisa ditetapkan, karena sebelumnya Soekirman menjalani isolasi di rumah sakit karena terpapar virus Covid-19.

/// IDI Sumut Minta Bawaslu Tegas soal Protokol Kesehatan

Masa kampanye Pilkada Serentrak 2020 menjadi atensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut terkait penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, grafik kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut terus mengalami peningkatan dari hari ke hari hingga saat ini.

Ketua IDI Sumut dr Edy Ardiansyah berharap, para paslon tetap menegaskan pelaksanaan protokol kesehatan saat kampanye berlangsung. “IDI sebenarnya mengatakan tidak, namun dengan adanya keputusan Presiden untuk tetap jalankan Pilkada dengan petunjuk menjalankan protokol kesehatan, kita berharap bahwa para peserta pemilu jalankan itu,” ujar Edy Ardiansyah, Selasa (29/9).

Perihal penerapan protokol kesehatan saat kampanye, IDI Sumut berharap kepada KPU dan Bawaslu agar tetap berkoordinasi dengan pihak pasangan calon bagaimana menjalankan protokol kesehatan tersebut. “Bagaimana nanti KPU membuat peraturan terkait hal tersebut, itulah yang kita lihat,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan, Bawaslu harus tetap tegas untuk mengedepankan protokol kesehatan agar jangan timbul klaster baru penyebaran Covid-19. Sanksi yang diterima para pelanggar protokol kesehatan merupakan alternatif menjalankan protokol kesehatan di masa kampanye.

“Terkait Pilkada dan masa kampanye ini, seharusnya Bawaslu yang mengedepankan itu, terkait protokol kesehatan saat kampanye ya dan Pilkada nantinya. Kalau terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam persyaratan kampanye, Bawaslu yang seharusnya membuat pernyataan,” sambungnya.

Sejumlah alasan yang membuat IDI Sumut merasa khawatir dengan berjalannya kampanye saat ini, misalnya peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus berlangsung. “Kalau IDI mengatakan, sekarang pandemi, kalau protokol kesehatan tidak dijalankan maka akan tinggi lagi. Yang dikhawatirkan kan orang yang terjangkit itu makin banyak dan kekuatan tubuh makin kurang, rumah sakit makin tidak ada, gimana lagi rakyat itu akan mendapat pelayanan,” lanjutnya.

Dan bila pandemi Covid-19 masih terus berkepanjangan, rakyat yang bakal menjadi korban di kemudian hari. “Pemerintah pun harus tetap mengedepankan hal ini, kalau meningkat lagi, ini juga kan yang menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah di kemudian hari,” ujarnya.

“Yang kita takutkan orang semakin banyak terpapar terus, intinya kampanye bukanlah mengorbankan massa,” pungkasnya. (bbs)

loading...