Pemkab Karo Siapkan 228 Kamar Hotel untuk Isolasi Warga Positif Covid-19

Sumatera Utara

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Karo, akan menyediakan 228 kamar hotel untuk isolasi orang tanpa gelaja (OTG) atau orang terkonfirmasi (asimptomatik) positif Covid-19.

DISKUSI: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Kav Yuli Eko Hardianto berdiskusi dengan pihak manajemen Rudang Hotel & Resort terkait penyediaan kamar isolasi. solideo/SUMUT POS.
DISKUSI: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Kav Yuli Eko Hardianto berdiskusi dengan pihak manajemen Rudang Hotel & Resort terkait penyediaan kamar isolasi. solideo/SUMUT POS.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19), telah mengganti istilah OTG menjadi kasus konfirmasi yang dibagi dua yaitu; kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik); dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).


Menurut Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, penyediaan kamar hotel bagi orang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karo, menindaklanjuti perintah Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo, bahwa OTG tidak lagi dibenarkan isolasi mandiri.

Eko menuturkan, kamar yang akan disiapkan bagi para OTG menjalani isolasi di empat hotel yang disewa Kabupaten Karo. Ada pun keempat hotel yang akan dijadikan lokasi isolasi bagi OTG yakni, Hotel Grand Orri (46 kamar), Rudang Hotel & Resort (70 kamar), Bukit Kubu Hotel (38 kamar), dan Berastagi Cottage (74 kamar).

“Sesuai jumlah kebutuhan kamar, anggarannya sudah final,” kata Eko.

Hal itu disampaikan Eko dalam diskusi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua Plh Tim GTPP Covid-19 Karo Mulia Barus, Kadis Pariwisata Munarta Ginting, Kadis Kesehatan Irna Safrina Meliala, Dirut RSUD Arjuna Wijaya dengan perwakilan Hotel Rudang, Lina Nasution, Rabu (30/9).

Terkelin Brahmana membenarkan rencana penyediaan kamar hotel untuk OTG menjalani isolasi. “Program di atas adalah kebijakan Satgas Covid-19 Pusat, pihak Pemkab Karo hanya sebagai fasilitator saja. Masalah anggaran dari dana siap pakai (DSP-APBN). Namun, teknis penyalurannya lewat Pemda Karo, seusai Juklak (petunjuk pelaksana) yang kita terima,” sebut Terkelin.

“Pemkab Karo mendukung program yang dijalankan oleh Satgas Pusat tersebut yang telah melibatkan stakeholder terkait (Dinkes, BPBD, Dishub, Satpol PP, TNI/Polri). Namun demikian, langkah selanjutnya mendukung program yang akan direncanakan ini, ke depan akan membentuk Orgas Subsatgas Karantina, penunjukkan koordinator penanganan , pelibatan instansi sesuai tugas dan fungsi, penanganan kesehatan (Kemenkes, Dinkes, RS, Puskesmas dll) dan pengamanan (TNI/Polri, Satpol PP dan sekuriti),” katanya.

Selain itu, kata Terkelin, ada faktor pendukung yakni manajemen hotel dan karyawan hotel yang akan diberikan pelatihan penanganan Covid-19. “Yang sudah dilakukan pendekatan masih Hotel Grand Orri dan Rudang Hotel & Resort, sisanya akan terus kita upayakan,”pungkasnya. (deo/han)

loading...