Gadis Kecil Diperkosa dan Dibunuh Paman Sendiri

Headlines Hukum & Kriminal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelajar berinisial MJ (15) asal Tanjungselamat diperkosa dan dihabisi oleh pamannya, S (40). Sang paman kemudian ditangkap petugas kepolisian setelah sebelumnya melarikan diri.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari penemuan mayat MJ di dalam kamarnya oleh sang ibu yang baru saja pulang bekerja, Rabu (14/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Korban tinggal di Gang Karokaro Perumahan Griya Desa Tanjungselamat, Sunggal Deliserdang.


“Saat ibu korban pulang ke rumah ternyata dalam kondisi pintu terkunci dan lampunya mati. Lalu, meminta tolong kepada saudaranya untuk mendobrak pintu rumah. Setelah berhasil didobrak dan masuk ke dalam rumah, ibu korban mendapati putrinya sudah tergeletak di atas tempat tidur dalam kamar dengan kondisi tangan terikat di belakang, celananya terbalik dan terbuka serta celana dalam berlumuran darah,” ungkap Riko dalam keterangan pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10).

Melihat putrinya tak bernyawa bersimbah darah, ibu korban langsung histeris. Selanjutnya, ibu korban bersama keluarganya melaporkan kepada pihak kepolisian. Dari laporan keluarga korban, dilakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap pelakunya yang tak lain paman korban sendiri.

“Paman korban yang memperkosa keponakannya sendiri dan kemudian membunuhnya,” sambung Riko.

Ia menyebutkan, sebelum dihabisi, semula tersangka datang ke rumah ibu korban yang merupakan kakak kandung tersangka untuk meminjam uang dengan alasan terlilit utang. Akan tetapi, ibu korban tak memberikan pinjaman karena tidak memiliki uang.

“Sore hari tersangka datang lagi sekitar pukul 16.00 WIB untuk mengambil barang-barang berharga milik ibu korban yang kebetulan bekerja. Namun, tersangka bertemu dengan korban dan meminta menunjukkan tempat ibunya menyimpan uang,” terang Riko.

Akan tetapi, korban tidak tahu menunjukkan. Karena itu, tersangka emosi lalu menyekap korban dan menyumpal mulutnya dengan kain. Selain itu, mengikat tangan korban lalu memperkosanya saat pingsan.

“Ketika diperkosa, korban tersadar lalu berusaha berontak dan berteriak. Spontan, tersangka lalu membekap mulut korban menggunakan guling. Namun, korban terus berontak hingga akhirnya dicekik. Setelah diyakini tidak bernyawa, tersangka kemudian memperkosa lagi korban,” papar Riko.

Usai puas menghabisi nyawa korban, tersangka kemudian mengambil barang berharga milik ibu korban. Setelah itu, melarikan diri.

“Sekitar 17 jam, tersangka akhirnya ditangkap saat bersembunyi di rumah kosong Pasar III Tanjungsari, Medan Selayang sekira pukul 23.00 WIB. Tak berapa lama, berhasil ditangkap dua tersangka lagi yang merupakan rekan tersangka S,” tuturnya.

Menurut Riko, peran kedua rekan tersangka S turut membantu menjual barang hasil kejahatan milik korban. Barang berharga tersebut berupa 1 unit laptop dan 4 unit handphone.

“Akibat perbuatannya, tersangka S terancam hukuman kurungan penjara maksimal seumur hidup atau 20 tahun,” pungkasnya. (ris/azw)

loading...