Blusukan ke Karanganyar, Adlin Dengarkan Keluhan Pengusaha Batu Bata dan Peternak

Politik
Calon Wakil Bupati Serdangbedagai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP bersama pengusaha batu bata.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Di hadapan puluhan pengusaha batu bata Kabupaten Serdangbedagai, Calon Wakil Bupati Serdangbedagai Nomor Urut 01 H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP berjanji untuk merubah wajah Serdangbedagai menjadi lebih baik, khususnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.

DAMBAAN, panggilan akrab pasangan calon bupati dan wakil bupati ini menyatakan Sergai perlu berbenah, perlu perubahan dan perlu pembaharuan, khususnya di bidang infrastruktur.


Mewujudkan hal itu, DAMBAAN melakukan berbagai diskusi dengan masyarakat. Satu di antaranya, pertemuan dengan puluhan pengusaha batu bata Serdangbedagai di Desa Karanganyar (14/10/2020) lalu.

“Kita akan fokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur, itu jadi concern utama. Sebab banyak jalan di Sergai ini rusak parah dan itu menjadi keluhan utama dari masyarakat,” ungkapnya Senin (18/10/2020).

Selain itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat Serdangbedagai juga jadi priotitas. Ke depan, jika dirinya terpilih bersama H. Darma Wijaya atau yang sering disapa Wiwik memimpin Serdang Bedagai 5 tahun mendatang, lowongan pekerjaan akan ditingkatkan dan akan diprioritaskan untuk putra daerah sehingga taraf hidup masyarakat Sergai menjadi lebih baik.

Perwakilan pengusaha batu bata di Desa Karanganyar, Pendi sebelumnya dalam pertemuan itu mengaku senang dikunjungi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serdangbedagai nomor urut 01 H. Darma Wijaya dan H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP. Dirinya berharap agar pemerintah memperhatikan pengusaha batu bata yang ada di kabupaten ini.

Selain bertemu pengusaha batu bata, Adlin juga mendatangi dan mendengarkan keluhan peternak di Desa Karanganyar. Dengan menggebu-gebu, seorang warga Karanganyar, Heri juga menyampaikan kekesalannya terhadap pemerintahan yang kurang memperhatikan nasib peternak.

“Dari dulu, kami sudah mengembala hewan ternak lembu di kawasan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta yang ada Karanganyar ini. Tapi belakangan ini, kami dilarang mengembala di kawasan itu. Alasannya merugikan pihak perusahaan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim untuk mencari solusinya dan akan berkomunikasi dengan perusahaan. “Biasanya perkebunan itu justru senang dengan peternak karena rumput disekitar tanaman dimakan ternak yang ada. Seharusnya perusahaan bekerjasama dengan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepeduliannya,” jelasnya. (rel)

loading...