Masyarakat Tanjung Beringin Mengaku 15 Tahun Tak Ada Perubahan

Politik
H Dharma Wijaya dan rombongan saat melintasi jalan rusak.(IST)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Calon Bupati Serdang Bedagai Nomor Urut 1, H. Darma Wijaya blusukan ke tujuh dusun Kecamatan Tanjung Beringin, Selasa (13/10/2020).

Dalam blusukan ini, pria yang akrab disapa Bang Wiwik mendengar keluhan masyarakat terkait tidak adanya perubahan 15 tahun belakangan ini.


Hal ini juga terlihat, dari masih banyaknya jalan rusak, digenangi air dan belum diaspal. Warga Dusun 3, Dusun 4 dan Dusun 5 menyatakan sejauh ini kendala mereka sama,  yaitu jembatan, irigasi air dan jalan rusak menjadi masalah utama mereka di desa Tebing Tinggi.

“Jalan di desa kami rusak, banjir masih sering terjadi, jembatan dan irigasi juga  mengalami kendala tidak layak pakai, ini yang menyebabkan harga hasil pertanian kami seperti padi sering dihargai murah, karena para tengkulak mengaku kesulitan menjemput hasil panen sehingga tak berani memberi harga tinggi,” seorang warga bernama Cahaya Boru Manik.

Terkait masalah jalan rusak, jembatan dan irigasi, Darma Wijaya benar-benar serius mencatat poin-poin tersebut. “Ini akan menjadi catatan penting bagi saya dan pasangan calon wakil saya, Adlin Tambunan untuk segera bergerak  cepat tanggap. Karena seperti saya ketahui, warga Dusun 5 ini memang penghasilannya hanya di dapat dari hasil padi dan kelapa sawit saja,” ucap  Bang Wiwik.

H. Dharma Wijaya pun berjanji dengan terpilihnya nanti ia sebagai Bupati di hapadan para pendeta, tokoh masyarakat dan kalangan ibu-ibu Dusun 5, akan secepat-cepatnya bertindak demi membela kaum tani. 

“Saya ini awalnya dari keluarga petani, saya tau yang bapak atau ibu rasakan 15 tahun belakangan ini. Yang penting bapak atau ibu doakan saja saya menang, agar janji saya, segera terelasasikan secepatnya di desa Dusun 3, Dusun 4 dan Dusun 5 agar harga padi dan sawit tidak bisa semena-mena di atur menjadi murah oleh para tengkulak,” tegas H. Darma Wijaya

Bang Wiwik juga selalu menerapkan protokol kesehatan selama blusukan di dusun-dusun dengan memakai masker dan jaga jarak. Kepada setiap masyarakat audiens yang di jumpai, beliau selalu menegaskan bahaya akan COVID-19 itu nyata.

“Setiap keluar rumah, saya berharap masyarakat kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai wajib harus selalu menggunakan masker, agar kita semua terhindar dari bahaya COVID-19,” kata Bang Wiwik.

Bang Wiwik juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat dusun yang tidak pakai masker.

Warga yang mendapat masker dari H. Darma Wijaya pun mengaku senang, seperti yang di rasakan Novita Sari warga Dusun 6. “Bang Wiwik baik, dia bagi-bagi masker ke seluruh masyarakat Dusun 6. Tadi juga dia edukasi bahaya tentang Covid-19 ke masyarakat dan bagaimana cara mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah,” tutur Novita.

Saat H. Darma Wijaya blusukan di Dusun 14, masyarakat dusun khususnya emak-emak menyambut histeris Bang Wiwik. Pasalnya, selama ini, desa mereka mengaku kurang diperhatikan, terkhusus lampu penerangan jalan.

Sehingga dusun 14 sering dikatakan desa mati pada malam hari, karena tidak adanya lampu penerangan jalan. Ini juga menjadi suara aspirasi salah seorang warga dusun 14.

“Kami mau ucapkan, terima kasih kepada bapak Darma Wijaya yang sudah mau datang ke dusun kami, itu pertanda bapak masih peduli kepada kami. Di dusun ini, kita kurang penerangan lampu jalan, kalau sudah malam, ini desa seperti desa mati pak dan kita juga pengib dibuatkan alun-alun, taman, agar ada wadah tempat warga dusun 14 ini berkumpul dan bercengkeraman,” ujar warga bernama Elita Sundari Siagian.

Sebagai orang yang bakal Maju di Pilkada Bupati Serdang Bedagai dengan nomor 1, H. Darma Wijaya merespon dengan lugas dan bijak terkait keluh kesah warga.

“Masalah kita ini ada di anggaran, selama ini anggaran kita hanya diberi 12 persen dan itu pun pembagiannya tidak merata. Padahal, Bedagai sekitaran Dusun 14 ini adalah merupakan daerah yang dekat dengan pesisir laut dan strategis. Nantinya saya akan menaikkan anggaran lebih, dari 12 persen menjadi 16 persen atau sekitar Rp300 Miliar. Di sanalah nanti kita bisa langsung bergerak cepat, seperti menata kota, menyediakan tempat pasar yang layak, membangun taman atau alun-alun dan akses jalan berlubang serta lampu jalan sudah pasti akan dibenahi,” beber Wiwik.

Mendengar jawaban tersebut, sontak membuat warga dusun 16 memberikan tepuk tangan riuh. Acara ditutup dengan foto selfie bersama emak-emak yang kebanyakan hadir di acara blusukan H. Darma Wijaya.(rel)

loading...