Jembatan Bandar Pulo Nyaris roboh, Truk Tetap Paksa Melintas

Sumatera Utara

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Jembatan Bandar Pulo, yang berada di Desa Kwala Musam, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, yang nyaris roboh, masih terus dilintasi oleh truk. Beberapa di antaranya truk angkutan kayu gelondongan, nekat melintasi jembatan tersebut.

MELINTAS: Truk angkut kayu gelondongan melintas di atas jembatan yang nyaris roboh di Desa Kwala Musam, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat.
MELINTAS: Truk angkut kayu gelondongan melintas di atas jembatan yang nyaris roboh di Desa Kwala Musam, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat.

“Ini benar-benar sangat memprihatinkan. Malah ada oknum yang melakukan pengutipan, agar bisa melintas di atas jembatan itu,” ungkap Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai Khairul Ramadhan, di Stabat, Senin (19/10).


Padahal jembatan itu sangat dibutuhkan untuk menuju kawasan ekowista Tangkahan, Kecamatan Batangserangan. Karena itu, dia berharap, harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisian di sana.

Camat Batangserangan Arie Ramadhany, pun sempat menyaksikan truk yang hendak melintasi jembatan, Kamis (15/10) lalu.

Arie mengaku, sejak awal sudah ada musyawarah dengan pihak PTPN II, kepala desa, tokoh masyarakat, dan pengusaha galian C, terkait Jembatan Bandar Pulo itu, agar tidak dilintasi, dan harus melalui jalur alternatif.

Dia juga mengatakan, jika Jembatan Bandar Pulo terputus, maka sepeda motor dan mobil pribadi tidak dapat melintas lagi, untuk menuju 2 desa di seberangnya. Bahkan, pastinya nanti wisatawan yang hendak ke Tangkahan, pun bakal berkurang.

“Cukuplah karena covid-19 kemarin, Tangkahan sempat lockdown, dan membuat pelaku usaha serta tour guide tidak bisa meraup rezeki,” tegas Arie. (ant/saz)

loading...