Per Hari, 300-500 Driver Gojek Cek Suhu

Ekonomi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam tempo 45 menit, sekitar 20 driver silih berganti mampir di Posko Aman J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan) bagi mitra driver Gojek, di Jalan Cik Di Tiro, Medan, Kamis siang pekan lalu. Sekitar 70 persen di antaranya pengemudi GoRide. Sisanya pengemudi GoCar.

CEK SUHU: Petugas Posko Aman J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan) bagi mitra driver Gojek, di Jalan Cik Di Tiro, Medan, sigap mengeck suhu mitra driver dengan thermogun, Kamis pekan lalu. Sehari, sekitar 300-an driver singgah untuk cek suhu di posko ini.
CEK SUHU: Petugas Posko Aman J3K bagi mitra driver Gojek, di Jalan Cik Di Tiro, Medan, sigap mengecek suhu mitra driver dengan thermogun, Kamis pekan lalu. Sehari, sekitar 300-an driver singgah untuk cek suhu di posko ini.

Begitu ada Driver masuk ke jalur drive thru, petugas posko yang lengkap mengenakan masker, faceshield, dan sarung tangan, dengan sigap mengecek suhu tubuh para driver dengan thermogun. Jika di bawah 37,5 derajat Celsius, lanjut periksa handphone si driver untuk mengecek apakah jatah bulanan healthy kit (hand sanitizer dan masker) sudah diambil atau belum. Jika belum, aplikasi di handphone dichecklist, dan sebotol hand sanitizer atau masker berpindah tangan.


Berikutnya, driver bergerak menuju titik penyemprotan disinfektan yang berjarak sekitar 6 meter dari drive thru. Petugas berpakaian APD lengkap, dengan sigap menyemprot seluruh kendaraan dan helm si driver.

“Per hari, Posko Aman J3K di sini melayani rata-rata 300 driver. Kalau cuaca hujan, kadang hanya 200 driver. Jumlah itu termasuk sedikit. Posko J3K paling ramai ada di Ring Road Point Manhattan. Di sana melayani rata-rata 500-an driver per hari,” kata petugas posko, Agam Zubir, didampingi rekannya, Rizal Fahlevi, kepada Sumut Pos mengawali.

Posko J3K ini merupakan inisiatif Gojek —perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek— untuk membantu menyelesaikan tantangan Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan sehari-hari di tengah pandemi global Covid-19.

“Layanan ini untuk memastikan seluruh ekosistem Gojek, yakni mitra driver dan konsumen, dapat tetap produktif menjalankan kesehariannya dengan sehat dan aman. Gojek menerapkan protokol kesehatan yang merujuk pada rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” kata Head of Regional Corporate Affairs wilayah Sumbagut Gojek, Dian Lumban Toruan, yang turut hadir di posko.

Selama pandemi COVID-19, Gojek telah membuka 4 ‘Posko Aman J3K’ di Kota Medan. Selain di Jalan Cik Di Tiro, juga ada di Jalan AH Nasution, Jalan HM Yamin, dan Ring Road Point (Manhattan Square).

Posko dioperasikan oleh petugas terlatih, termasuk di antaranya mitra driver yang tergabung dalam komunitas-komunitas. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi Mitra Gojek.

“Gojek menjadwalkan mitra-mitranya datang ke ‘Posko Aman Bersama Gojek’ secara rutin tiap minggu. Mitra driver akan mendapat tiga jenis layanan secara drive thru. Yakni pengambilan healthy kit, pengecekan suhu tubuh, serta penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan. Ini sebagai langkah nyata kami membantu menekan penyebaran virus corona,” jelas Dian.

DISINFEKTAN: Petugas Posko Aman J3K menyemprot cairan disinfektan ke kendaraan mitra driver Gojek, di Jalan Cik Di Tiro, Medan.

Untuk menghindari kerumunan, jadwal ke posko disusun bergiliran lewat aplikasi. Dengan demikian, para driver tetap menjaga jarak fisik di posko. Hasil pengecekan suhu tubuh mitra driver ini dicatat dalam sistem.

Sejak posko dibuka, menurut Agam, belum pernah ada mitra driver yang ditemukan dengan gejala Covid-19. “Pernah sih ada yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celsius. Untuk kasus itu, kita minta si driver istirahat dulu, minum air putih, kemudian suhunya dicek lagi. Hingga tiga kali. Biasanya setelah istirahat, suhu tubuhnya kembali normal. Mungkin saat itu dia hanya kelelahan atau sedang dehidrasi,” ungkap Agam.

Seandainya ada mitra driver yang terindikasi demam, apa yang akan dilakukan posko? “Kami ada ambulans 24 jam keliling semua posko. Jika ada indikasi ke arah COVID, tentu akan dibawa ke rumah sakit terdekat,” ungkapnya.

Adapun pembagian paket kesehatan dilakukan tiap bulan, di mana setiap mitra driver mendapatkan 1 paket yang terdiri dari masker dan hand sanitizer. Khusus untuk mitra GoCar, diberi hand sanitizer botol besar dan kecil. Botol besar untuk penumpang, yang kecil untuk driver.

“Biasanya jika ada driver GoCar yang baru antar penumpang ke dan dari rumah sakit serta bandara, akan meminta seluruh mobilnya disemprot disinfektan,” jelas Agam.

Tidak hanya menyediakan Posko Aman J3K, Gojek juga secara rutin memberikan imbauan dan edukasi kepada para mitra driver, agar tetap menjaga kesehatan serta keselamatan. Seperti mengingatkan mitra driver untuk beristirahat yang cukup, terutama ketika merasa tidak enak badan. Menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker selama bertugas.

“Kami juga mengajak mitra driver menggunakan pakaian dan atribut yang bersih. Kami mengimbau mitra driver mengenakan sarung tangan agar terhindar dari kontak fisik langsung dengan pelanggan. Serta membersihkan helm dengan menggunakan cairan desinfektan setiap kali pemakaian,” timpal Dian.

Mitra driver juga diimbau tetap menjaga kebersihan kendaraan, terutama di area motor yang sering terkena kontak fisik dengan mitra driver atau pelanggan. Antara lain stang motor, rem tangan, jok, pegangan belakang jok, dan area lainnya untuk GoRide. Kemudian setir mobil dan jok duduk penumpang untuk GoCar. Juga mengurangi kontak fisik dengan pelanggan selama proses pengantaran.

“Seluruh inisiatif J3K ini digelar tanpa ada pembebanan biaya tambahan kepada setiap mitra driver, pelanggan, ataupun masyarakat luas,” tambahnya.

Mitra driver Gojek, John Ambrosioes Popal, mengakui fasilitas yang mereka peroleh dari Gojek, semuanya gratis. “Tak ada dikutip bayaran. Cek suhu ini malahan wajib diikuti. Jika kita melewatkan jadwal cek, otomatis aplikasi Gojek kita tidak bisa diakses,” ungkap pria berusia 42 tahun ini secara tersenyum.

Tentang jadwal cek suhu, ia mengaku sering pindah-pindah posko. “Mana posko terdekat saat tiba giliran, ke sanalah,” kata warga Jalan Bambu 2 Kecamatan Medan Timur, Kota Medan ini kalem.

Driver yang bergabung ke Gojek sejak 2017 lalu ini mengaku senang dengan program J3K Gojek. “Bagus sekali. Jadi kalau ada driver yang sakit, bisa didata lebih cepat. Ini menjaga keamanan semua pihak. Kami tidak was-was lagi kena Covid-19 saat membawa penumpang. Begitu juga penumpang tidak was-was saat kami antar dan jemput,” jelasnya.

Tentang orderan sebelum dan setelah pandemi Covid-19, John mengaku, omzet menurun. Jika dulu ia bisa meraup order Rp150 ribu hingga 200 ribu per hari, sekarang maksimal 100 ribu saja. “Dulu ‘kan langganan kebanyakan anak sekolah dan mahasiswa. Sekarang mereka diliburkan. Untungnya, order pesanan GoFood dan GoSend, lumayan meningkat,” katanya.

Ia berharap wabah Covid-19 segera berlalu, agar penghasilannya kembali normal. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena banyak program dari Gojek untuk driver. Salahsatunya pembagian vitamin secara berkala.

Michael Reza Say, VP Regional Corporate Affairs Gojek, dalam sebuah webinar regional Sumatera belum lama ini mengatakan, dulu core bisnis Gojek adalah menggerakkan orang melalui GoRide dan GoCar. Sekarang di tengah pandemi COVID-19, core Gojek sedikit berubah ke arah mobilisasi logistik, khususnya makanan dan barang.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 lewat GoFood, Gojek mengimbau Mitra GoFood menyediakan wastafel dan hand sanitizer bagi mitra driver, serta menjaga makanan tetap higienis. “Di layanan GoFood, kami juga menyediakan daftar outlet mitra yang secara konsisten menerapkan penggunaan masker dan pengecekan suhu bagi karyawan, serta penggunaan segel pengamanan pada kemasan,” ujarnya.

Karena itu, pelanggan GoFood tidak perlu khawatir ketika memesan kuliner favorit. Bahkan pengantaran makanan diimbau tanpa kontak langsung oleh mitra driver.

Prosedur lain adalah adanya sekat pelindung pada kendaraan GoCar dan GoRide yang saat ini sedang dalam tahap uji coba.

Terakhir, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status desinfeksi kendaraan mereka, yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Informasi ini dapat dilihat di profil mitra driver. Profil dapat diakses saat melakukan pemesanan layanan GoRide/GoCar, GoSend dan GoFood. Fitur itu merupakan yang pertama di Indonesia.

Prosedur yang sama juga berlaku untuk GoSend, GoShop, dan GoMart. “Kami mendorong pelanggan agar mengutamakan transaksi menggunakan GoPay untuk menghindari kontak fisik, baik untuk transaksi layanan Gojek atau transaksi di merchant online atau offline,” tutup Michael. (mea)

loading...