Ditarget 3 Tahun untuk Medan Utara Jadi Wisata Bahari

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi berharap dukungan insan pers dan media massa, guna merealisasikan kawasan utara Kota Medan sebagai wisata bahari dan wisata budaya, dalam 3 tahun ke depan. Berbagai tantangan tentu akan dihadapi Gubernur Sumut dan stakeholder terkait, dalam rangka mewujudkan program tersebut.

SILATURAHIM: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menggelar silaturahim dengan insan pers Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (23/10).
SILATURAHIM: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menggelar silaturahim dengan insan pers Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (23/10).

Satu di antranya yang paling nyata adalah mengubah mindset dan mental dari masyarakat di kawasan utara Kota Medan itu sendiri. Sudah menjadi rahasia umum, kawasan utara Kota Medan terkesan kumuh dan tak terurus sampai saat inin


Padahal program pembangunan dan kesejahteraan sosial masyarakatnya, setiap tahun terus dialokasikan pemerintah, baik pusat, provinsi, sampai daerah.

Catatan Sumut Pos 3 tahun silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bahkan sudah pernah kembali meninjau utara Kota Medan, atau tepatnya di Kecamatan Belawan, membuat rencana pekerjaan sanitasi air bersih untuk pemukiman warga. Namun setelah beberapa tahun berlalu, tidak ada progres dan realisasi yang terlihat sampai sekarang. Usut punya usut, program tersebut tidak jadi dikerjakan, lantaran kurangnya dukungan dari segenap pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat.

Edy mengamini psikologi dan kultur masyarakat di kawasan tersebut, dan akan bekerja keras bersama tim yang sudah dibentuk untuk meyakinkan penduduk setempat.

“Adanya edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk hidup lebih baik. Wartawan dan media harus bantu menyebarluaskan program ini,” ungkap Edy menjawab Sumut Pos, usai bersilaturahim dengan insan pers di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (23/10) sore.

Edy juga menjelaskan, persiapan konkret penataan kawasan utara Kota Medan akan dilakukan Sabtu (24/10) lalu. Tim yang dimotori Bappeda Sumut itu, akan menyiapkan grand desain kawasan tersebut.

“Kondisinya bakal diubah menjadi daerah pariwisata laut. Akan dijadikan tempat rekreasi,” bebernya.

Dalam 3 tahun ke depan, lanjutnya, Dana APBD Sumut, APBD Kota Medan, APBN, bahkan corporate social responsibility (CSR) di Kota Medan, bakal mendukung realisasi program penataan kawasan utara Kota Medan tersebut.

“Ini harus jadi. Bagian utara Medan mesti menjadi wisata bahari dan wisata budaya. Dana yang dibutuhkan Rp4 triliun. Pasti bisa kalau kita semua bergandengan tangan. Pada 1 Januari 2021 harus dimulai,” tegas Edy optimistis.

Adapun percontohan atau role model penataan kawasan utara Kota Medan ini, coba diadopsi Edy dari kawasan Pelabuhan Tanjungperak, Provinsi Jawa Timur.

“Tanjungperak kenapa bisa, Sumut tidak? Gubernurnya perempuan lagi. Ini aku laki-laki, masa tak bisa,” cetusnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, rencana pembangunan ada di beberapa tempat. Di antaranya seperti Belawan, Pulau Siba (Hamparanperak) dan Bagan Percut, lokasi itu akan ditata sedemikian rupa agar bisa dijadikan andalan wisata di 2 kabupaten kota yakni Medan dan Deliserdang.

“Itulah perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk hidup lebih baik. Ini yang perlu, makanya akan disusun nanti. Konkretnya kami ini akan rapat untuk menyiapkan desain besar untuk kawasan utara Medan (sekitarnya). Kondisi itu diubah menjadi daerah pariwisata laut yang akan dibentuk,” pungkas Edy. (prn/saz)

loading...