Daging Kerbau Impor ‘Banjir’ di Pasar

Ekonomi

Pemerintah Harus Kaji Ulang Kuota

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pengusaha daging sapi di Kota Medan dan sekitarnya mengeluhkan banyaknya daging kerbau beku impor di pasar. Padahal, harga daging sapi terpantau stabil sekitar Rp105 ribu-Rp120 per kilogram (kg).


Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengaku, dari amatan ke sejumlah pengusaha ternak sapi dan sejumlah rumah potong hewan, banyak keluhan terkait daging kerbau beku yang beredar di masyarakat. Harganya berkisar Rp80 ribuan per Kg.

“Harga daging kerbau beku impor sekitar Rp80 ribu per kg. Hal ini menyebabkan permintaan daging sapi tidak bisa didongkrak optimal,” kata Gunawan, Senin (26/10).

Padahal, katanya, aktifitas masyarakat sejauh ini sudah mulai menujukan adanya pemulihan meskipun belum normal seperti sebelum ada pandemi Covid-19. Aktivitas masyarakat seperti hajatan ataupun bentuk pesta lainnya mulai menggeliat setelah Muharram kemarin.

Namun, dengan kondisi daya beli masyarakat yang terpukul saat ini. Membuat sebagian masyarakat mengalihkan penggunaan daging sapi sebagai menu hidangan ke daging ayam.

“Sejumlah pelaku usaha daging sapi dirugikan dengan banyaknya daging kerbau impor serta daya beli yang terpukul. Padahal, daging sapi memberikan nilai tambah atau added value bagi perekonomian Sumut,” ujarnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja pada perusahaan penghasil daging sapi jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jika hanya mengandalkan daging kerbau impor. Meskipun di sisi lainnya, masyarakat konsumen diuntungkan dengan harga daging kerbau yang lebih murah.

Ia berharap pemerintah bisa meninjau ulang pengadaan daging kerbau beku dari negara lain tersebut.

“Buat apa harganya murah jika masyarakat tidak mendapatkan nilai tambah dari aktifitas ekonomi daging kerbau. Justru memicu terjadinya capital outflow dan membuat peternakan nasional menjadi sulit untuk tumbuh,” pungkasnya. (gus/ram)

loading...