Pemko Binjai Fasilitasi Warga Tak Mampu di Rusunawa

Sumatera Utara

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah program dari kepemimpinan Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham selama dua periode dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya menyediakan tempat tinggal bagi warga kurang mampu.

MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga  Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.
MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.

Adalah Rusunawa yang terletak di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan. Pemerintah Kota Binjai sukses menurunkan anggaran dari APBD Provsu untuk mendirikan Rusunawa pada 2011 dan rampung 2012 lalu.


Hingga kini, bangunan berlantai 5 yang memiliki kapasitas 96 kamar ini masih berdiri megah. Ditambah lagi, dengan adanya Pasar Modern-Tradisional Rambung yang lokasinya persis berdampingan dengan Rusunawa.

Ini memudahkan masyarakat untuk membeli keperluan bahan pokoknya. Tak perlu harus jauh melangkah ke Pajak Tavip di Binjai Kota.

“Tercatat sebagai aset Pemko Binjai setelah diserahterimakan pada 2018. Artinya, Gedung Rusunawa ini menjadi milik Pemko Binjai setelah dibangun oleh Ditjen Cipta Karya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Rusunawa, Musliman ketika dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Rusunawa ini disediakan untuk masyarakat Binjai yang tidak memiliki hunian. Ini menunjukkan kehadiran Pemko Binjai di tengah masyarakat.

Syarat yang harus dilengkapi juga tidak repot. “Warga yang ingin menempatinya harus melengkapi syarat surat keterangan dari lurah domisili yang menyatakan warga tidak mampu. Baru fotokopi kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan buku nikah. Semua gratis, tidak ada dipungut biaya,” ujar dia.

Dari 96 kamar yang tersedia, sambung dia, 76 kamar yang sudah dihuni. Menurut dia, semua kamar yang ada akan penuh pada awal November 2020 mendatang.

Sebab, sudah ada beberapa warga yang bermohon akan mengisi rusunawa tersebut. “Warga yang tinggal di Rusunawa ini tinggal membayar listrik melalui token, bayar air dan retribusi kebersihan sebesar Rp5 ribu. Air dan listrik pembayarannya sesuai pemakaian,” urai dia.

Kelebihan lain, kata dia, Pemko Binjai memberikan subsidi pemotongan tagihan rekening air. “Tagihan air yang masuk dari PDAM Tirtasari dihitung secara keseluruhan. Dari jumlah global ini, kami yang menagih. Dan tagihan yang tertera untuk satu kamar misalnya, dipotong subsidi,” beber dia.

Setiap kamar di Rusunawa ini berukuran 24 meter persegi. Menurut dia, hal tersebut layak huni dengan sebuah keluarga kecil yang memiliki 2 orang anak.

“Janda yang sudah punya anak juga boleh tinggal di sini, asal bermohon dan melengkapi persyaratannya. Akta perceraiannya paling penting, yang menunjukkan sudah pernah menikah,” sambung dia.

Jam malam juga diberlakukan di Rusunawa Binjai. Warga Rusunawa Binjai harus kembali paling cepat pukul 22.00 WIB dan paling lama tepat pukul 24.00 WIB. Ini dilakukan untuk sama-sama menjaga keamanan.

Semua persyaratan dan aturan di Rusunawa diberikan penjelasannya kepada calon penghuni yang ingin menempati saat mendaftar.

“Pengantin muda juga ada yang menempati di Rusunawa sini. Kalau keluhan, sedikit-sedikit ada keluhan tapi tidak begitu besar,” ujar dia.

Sementara, seorang warga yang mengisi Rusunawa Binjai merasa nyaman menempatinya. Warga yang tidak ingin dimuat identitasnya ini menjelaskan, menempati Rusunawa sejak 2014.

“Di dalam kosong, tidak ada barang-barang. Fasilitasnya bagus. Ya nyaman menempatinya, kamar mandinya di dalam,” kata dia.

Hingga kini, narasumber masih menempati Rusunawa tersebut. Diakuinya, tidak ada pungutan biaya kepada masyarakat Binjai yang ingin bertempat tinggal di Rusunawa.

“Paling keluhannya soal tagihan rekening air. Beda-beda di setiap rumah. Mungkin tergantung pemakaian juga, tapi ada juga yang meterannya bermasalah. Mutar sendiri meterannya, padahal tidak hidup airnya,” kata dia.

“Selain itu juga keamanannya ditingkatkan lagi. Kami cuma saran saja, agar dapat dipasang CCTV dan rasa tanggung jawab dari sekuriti di sini (Rusunawa). Soalnya, sampai Oktober 2020 ini saja sudah dua kali kejadian pencurian kereta hilang,” pungkasnya. (ted)

loading...