Biden Menang, Trump Main Golf, Rakyat AS Diajak Kembali Bersatu

Internasional

SUMUTPOS.CO – Pertarungan memperebutkan kursi nomor 1 di Amerika Serikat telah dimenangkan Joe Biden. Donald Trump merespons kemenangan Biden itu dengan reaksi dingin. Bahkan, Trump sedang bermain golf ketika kemenangan Biden diumumkan. Dia kukuh menolak kemenangan Joe Biden dan akan mencari keadilan dengan menggugat hasil pemilu.

MENANG: Capres AS Joe Biden dan Wakilnya Kamala Harris usai menyampaikan pidato kemenangannya, Minggu (8/11).
MENANG: Capres AS Joe Biden dan Wakilnya Kamala Harris usai menyampaikan pidato kemenangannya, Minggu (8/11).

Joe Biden dan wakilnya, Kamala Harris mengakhiri pertarungan dengan petahana, Donald Trump setelah memastikan kemenangan terakhir setelah negara bagian Pennsylvania melaporkan hasil pemilihan mereka. Seperti diketahui Amerika Serikat menganut sistem suara elektoral, dimana jika seorang kandidat berhasil mengumpulkan total 270 electoral college votes atau suara elektoral, dia menjadi pemenangnya tanpa melihat total perolehan suara.


Pada Sabtu (7/11) lalu, dengan merebut suara elektoral Pennsylvania, Biden-Harris memperolah total 284 suara elektoral (264 tambah 20 suara elektoral milik Pennsylvania). Sumbangan dari Pennsylvania ini telah memastikan kemenangan calon dari Partai Demokrat tersebut dalam Pemilihan Presiden Ke-59 Amerika Serikat tahun 2020.

Sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dengan electoral votes terbanyak, Joe Biden dan Kamala Harris menyapa rakyat AS di panggung Wilmington, Delaware, Minggu (8/11). Tak hanya mereka, tetapi seluruh keluarga juga diajak serta.

Biden terlihat mencium cucunya dan memeluk keluarganya saat kembang api meledak di atas kepala mereka. Serangkaian drone juga terbang di atas dan membuat bentuk AS dan ‘BIDEN’

“Saya percaya yang terbaik ‘Amerika adalah mercusuar bagi dunia’,” tegasnya dalam pidatonya seperti dilansir dari CNN Live, Minggu (8/11).

Dia mengajak rakyat AS untuk bersatu. Tak ada lagi yang mendukung salah satu calon saja, semua satu. “Kita harus memulihkan, menyembuhkan jiwa Amerika. Malam ini seluruh dunia menyaksikan Amerika, dan saya percaya bahwa yang terbaik, Amerika adalah mercusuar bagi dunia. Kami akan memimpin tidak hanya dengan kekuatan kami, tetapi sebagai,” kata Biden.

Untuk itu, Biden mengirim pesan kepada mereka yang memilih Presiden Trump untuk bergabung dalam semangat persatuan dan rekonsiliasi. “Sekarang untuk Anda semua yang memilih Presiden Trump, saya memahami kekecewaan Anda malam ini. Saya sendiri telah kehilangan beberapa kali, tapi sekarang mari kita saling memberi kesempatan,” kata Biden.

Biden mengklaim, dia akan menjadi presiden yang akan memimpin seluruh bangsa, terlepas dari partai politiknya. “Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berusaha untuk tidak memecah belah tetapi menyatukan. Dan tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, hanya melihat Amerika Serikat,” kata Biden.

“Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi, dan untuk membuat kemajuan, kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika,” kata Biden.

Disebutnya, rakyat Amerika telah menjelaskan pilihan mereka. “Rakyat telah berbicara bahwa mereka telah memberi kami kemenangan yang jelas, kemenangan yang meyakinkan, kemenangan,” katanya.

“Kami menang dengan suara terbanyak yang pernah diberikan untuk tiket presiden dalam sejarah bangsa, 74 juta,” ujarnya.

Joe Biden terkejut dengan perayaan di jalan-jalan di seluruh negeri yang menyebutnya sebagai kejutan dan kegembiraan, serta harapan. “Saya tersanjung dengan kepercayaan dan keyakinan yang Anda berikan kepada saya,” tambah Biden.

Biden kemudian memuji para petugas pemungutan suara yang bekerja keras tanpa lelah sejak 3 November untuk menghitung jutaan surat suara. “Kepada Anda semua yang melakukan pemungutan suara di tengah pandemi ini, pejabat terpilih lokal, Anda layak mendapatkan ucapan terima kasih khusus dari seluruh bangsa,” tutupnya.

Trump Tolak Kekalahan

Presiden Donald Trump merespons kemenangan lawannya, Joe Biden, dengan reaksi dingin. Trump menolak kemenangan Joe Biden dan masih akan mencari keadilan menggugat hasil pemilu.

Menurut NBC News, Trump sedang bermain golf ketika kemenangan Biden diumumkan. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan akan memperjuangkan hasil pemilu ke pengadilan mulai hari ini, Senin (9/11).

“Kita semua tahu mengapa Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu medianya berusaha keras untuk membantunya. Mereka tidak ingin kebenaran terungkap,” kata Trump dalam pernyataan resmi seperti dilansir dari NBC Boston, Minggu (8/11).

“Fakta sederhananya adalah pemilihan ini masih jauh dari selesai. Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang di negara bagian mana pun, apalagi negara bagian yang sangat diperebutkan sedang menuju penghitungan ulang wajib. Di Pennsylvania, misalnya, pengamat hukum kami tidak diizinkan mengakses untuk menonton proses penghitungan. Suara hukum yang menentukan siapa presiden, bukan media berita,” kata Trump.

Untuk itu, ungkap Trump, mulai Senin (9/11), tim kampanyenya akan mulai menuntut hasil pemilihan di pengadilan untuk memastikan undang-undang pemilu ditegakkan sepenuhnya. Rakyat Amerika berhak atas pemilihan yang jujur. “Itu berarti menghitung semua surat suara resmi, dan tidak menghitung surat suara ilegal. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa publik memiliki kepercayaan penuh terhadap pemilihan,” kata Trump.

Trump bertitah, dia tak akan berhenti berjuang. “Jadi apa yang disembunyikan Biden? Saya tidak akan berhenti sampai rakyat Amerika mendapatkan penghitungan suara yang jujur yang layak mereka terima,” ujar Trump.

Dan beberapa jam yang lalu, dalam kicauannya Trump juga masih tak percaya dirinya kalah. Dia mengklaim 71 juta pemilih AS memilihnya. “71.000.000 Suara Resmi. TERBANYAK UNTUK Presiden saat ini,” tutur Trump dalam kicauannya.

Berharap Hubungan Indonesia-AS Menguat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Jokowi mengungkapkan, hasil pemilu tersebut merupakan sebuah cerminan harapan masyarakat AS melalui demokrasi.

“My warmest congratulations @JoeBiden and @KamalaHarris on your historic election. The huge turn out is a reflection of the hope placed on democracy,” kata Jokowi melalui cuitannya resmi di akun media sosial Twitter, Minggu (8/11).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, kemenangan Biden dapat meningkatkan dan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat, baik kerja sama pada bidang ekonomi, demokrasi dan multilateral.

“Look forward to work closely with you in strengthening Indonesia-US strategic partnership and pushing forward our cooperation on economy, democracy and multilateralism for the benefit of our two people and beyond,” lanjut Presiden RI ketujuh ini.

Sebelumnya, Joe Biden resmi memenangkan pertarungan Pemilu Amerika Serikat. Biden terpilih sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat, mengalahkan petahana, Donald Trump. Biden mendapatkan 290 suara elektotal, sementara Trump hanya 214 suara.

Suara elektoral yang dikantongi Biden melebihi syarat untuk menang, yakni 270 electoral votes.

Joe Biden, Presiden Tertua AS

Joe Biden bakal jadi presiden tertua dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat setelah Donald Trump. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris melenggang menjadi pemimpin AS setelah unggul dalam total suara elektoral, mengalahkan petahana Donald Trump dan Mike Pence.

Pada 20 November 2020, Biden bakal genap berusia 78 tahun. Sebelumnya Trump didapuk jadi presiden AS tertua karena menduduki jabatan di usia 70 tahun.

Isu usia sudah tidak asing di telinga Biden. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, ia mengaku tidak menampik bahwa usia itu penting. “Harapannya, saya bisa menyerukan bahwa tua itu membawa kebijaksanaan dan pengalaman yang bisa membuat segala sesuatunya lebih baik. Anda yang memutuskan, bukan saya,” kata Biden mengutip dari South Coast Today.

Meski sudah kepala tujuh, Biden mampu membuktikan bahwa dirinya tetap sehat. Pada Desember 2019 lalu, dokter pribadi Biden melaporkan bahwa Biden merupakan pria 77 tahun yang sehat dan kuat, juga patut mengemban tugas kepresidenan.

Sebelum Trump, presiden AS tertua dipegang oleh Ronald Reagan. Di hari inaugurasi, ia genap berusia 69 tahun pada 1981, disusul William Henry Harrison (68 tahun) pada 1841 dan James Buchanan (65 tahun) pada 1857.

Biden-Harris meraih posisi presiden-wakil presiden setelah berhasil melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence ‘hanya’ meraih 213 suara elektoral. Dalam pernyataan resmi, ia mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Harris.

“Dengan berakhirnya kampanye, inilah saatnya untuk melupakan kemarahan dan retorika keras kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa,” kata pernyataan itu, dikutip dari CNN. (jpc/bbs)

loading...