Dokter: Tingkatkan Imun Tubuh dengan 3 Cara Ini

Health Nasional

Tips Hidup Sehat di Tengah Pandemi

Makanan sehat-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meningkatkan imunitas tubuh menjadi salahsatu strategi menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sambil tetap disiplin menerapkan perilaku disiplin protokol kesehatan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak/menghindari kerumunan.

“Ada beberapa cara untuk meningkatkan imunitas tubuh. Pertama, menerapkan pola makan sehat. Pilih sumber makanan yang segar. Kurangi asupan makanan kaleng dan berpengawet,” kata Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, dalam diskusi virtual Upaya Meningkatkan Imunitas di Tengah Pandemi Covid-19 yang digelar Jurnalis Peduli Kesehatan Masyarakat (JPKM), Kamis (12/11/2020).


Kedua, berolahraga secara teratur. Durasi olahraga aerobik direkomendasikan selama 150 menit per pekan. Atau kombinasi dari 75 menit per pekan olahraga aerobik dengan dua hari olahraga beban. “Berolahraga sesuai dengan kemampuan tubuh, jangan berlebihan,” ujar dr Dedyanto.

Ketiga, menjalankan kebiasaan hidup yang baik. Selain mencuci tangan dan menjaga kebersihan badan, biasakan berjemur pada pagi hari. “Berjemur akan mengaktifkan cadangan vitamin D yang tersimpan di bawah kulit. Vitamin D adalah salah satu zat nutrisi yang memiliki peran penting dalam kerja sistem imun tubuh. Rendahnya kadar vitamin D akan meningkatkan risiko paparan infeksi,” ujar dr Dedyanto.

Berjemur bagi orang yang tinggal di Indonesia sebaiknya dilakukan pada jam 09.30-10.00. Durasi berjemur selama 10-20 menit tanpa tabir surya, dan mengenai minimal 1/3 luas permukaan tubuh.

Jangan Stres

Pembicara lainnya, CEO dan Founder Sekolah Otak Indonesia, Dr dr Taufiq Pasiak MKes M.Pd.I,  mengatakan, cara meningkatkan imunitas tubuh manusia juga bisa melalui pikiran positif. “Pikiran positif akan menimbulkan sikap tenang dalam menghadapi sesuatu. Dalam kondisi tenang, hormon endorfin akan muncul,” jelas dr Taufiq.

Menurutnya, panik akan menimbulkan hormon stres. Saat mengalami stres, tertekan, atau terancam, area di otak yang disebut hipotalamus bertindak sebagai alarm. Area ini mengeluarkan sejumlah perintah yang dirancang bagi tubuh untuk bersiap-siap melawan atau menghindar dikenal sebagai respons fight or flight.

 “Penderita Covid-19 biasanya panik. Rasa panik akan memicu hormon stressor yang menimbulkan kepanikan. Akibatnya, akan memicu berbagai macam penyakit. Dalam keadaan stres, orang akan mudah mengalami gangguan imunitas dan menimbulkan penyakit lain,” jelas dr Taufiq. (lp6/mea)

loading...