Truk Seruduk 11 Kendaraan, 5 Tewas di Siantar

Sumatera Utara

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Perdagangan Km 4,5 Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Satu unit truk tronton menyeruduk enam mobil (3 di antaranya angkot) dan 5 sepeda motor diduga akibat remnya blong, Kamis (19/11). Sebanyak lima orang penumpang sepeda motor tewas, beberapa orang lainnya mengalami luka luka.

TABRAKAN BERUNTUN: Satu unit truk fusi menabrak 11 kendaraan, di  Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Perdagangan Km 4,5 Nagori Dolok Marlawan, Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11). Lima orang tewas.
TABRAKAN BERUNTUN: Satu unit truk fusi menabrak 11 kendaraan, di Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Perdagangan Km 4,5 Nagori Dolok Marlawan, Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11). Lima orang tewas.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Jodi Indrawan SIK, melalui Kanit Laka Lantasnya, Ipda Ramadhan Siregar SH, kepada wartawan menjelaskan, Kamis pagi sekira pukul 09.00 WIB, truk tronton dengan nopol BM 8238 ZU datang dari arah Pematangsiantar menuju arah Perdagangan.


Truk yang dikemudikan Suratman, warga Huta Sidodadi Nagori Pematang Silampuyang Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun itu bermuatan pipa paralon dan tertutup terpal biru. Truk diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di TKP, sopir truk tidak dapat mengendalikan kendaraannya diduga karena rem truk blong. Akibatnya, truk menyeruduk satu unit sepeda motor yang melaju di depannya. Sepeda motor yang dikemudikan pensiunan TNI-AD, Hotdiman Sidabutar (58) yang membonceng 3 cucunya, jatuh dan truk melindas tubuh mereka. Dua kakak beradik itu tewas terlindas truk di lokasi, sementara si kakek dan satu cucunya yang lain, meninggal di rumah sakit.

Karena remnya blong, truk terus melaju menabrak sepeda motor lainnya serta beberapa kendaraan lainnya, termasuk mobil angkutan umum. Terakhir, truk menabrak satu unit mobil Fortuner dan beberapa sepeda motor, sebelum berhenti. Satu unit sepeda motor bahkan masuk ke kolong truk dan terseret. Total 5 mobil dan 5 sepedamotor menjadi korban serudukan truk.

“Truk akhirnya berhenti di depan gereja setelah menabrak mobil dan sepedamotor. Sepedamotornya masih di kolong mobil bersama kepala korbannya, Bang. Seram kali kejadian ini,” kata warga setempat kepada awak media ini di lokasi kejadian.

Sopir truk, Suratman, melarikan diri.

Adapun daftar kendaraan yang terlibat dalam lakalantas tersebut yakni truk Fuso dengan nomor polisi BM 8238 ZU, sepeda motor Yamaha Vixion BK 6208 TAU, angkutan umum Bandar Jaya BK 1132 WC, sepeda motor Honda Vario BK 4157 TAZ, Daihatsu Terios BK 1009, Fortuner hitam BK 1434 WH, Toyota Innova Silver BK 1811 MS, angkutan umum Sinar Bangun BK 1353 TU, angkutan umum Siantar Jaya BK 1145 TU, sepeda motor Honda Supra BK 4671 TAR, sepeda motor Honda Beat BK 5637 TAN, dan sepeda motor Honda Supra BK 5258 WAA.

Ipda Ramadhan mengatakan, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengambil keterangan sejumlah saksi yang melihat kejadian. “Korban tewas sudah dievakuasi, dan yang mengalami luka-luka akibat kejadian telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

Informasi diperoleh, korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, sedangkan yang luka-luka dilarikan ke RSUD Vita Insani Pematangsiantar. Namun setelah di rumah sakit, kakek yang patah kaki beserta seorang cucunya yang lain, ikut meninggal dunia.

Polisi juga mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun, untuk melancarkan arus lalulintas yang macet di lokasi kejadian. Fi TKP hanya truk tronton yang tertinggal.

Sukatno, sopir angkutan umum CV Siantar Jaya, saksi korban menyampaikan, mobilnya ditabrak angkutan umum CV Beringin Jaya yang diseruduk truk tronton Fuso. “Waktu saya ditabrak, udah ada empat kendaraan yang dihantamnya,” ujar Sukatno.

3 Korban Kakak Adik

Informasi dihimpun di lapangan, 4 dari lima korban meninggal masih satu keluarga. Tiga kakak beradik, yakni Love Viona Angely Sidabutar (7), Fincent Frey Amsal Sidabutar (6), Digibran Natanael Sidabutar (3), serta kakek mereka Hotdiman Sidabutar (58).

Satu korban meninggal lainnya yang terseret ke kolong truk adalah Charles Sianipar (45), warga Jalan Bunga Zaitun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Mengetahui tiga putra-putrinya tewas sekaligus, ibu korban, Ruliana Boru Gultom (30), menangis histeris di ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Ia suaminya Dedi Saputra Sidabutar (36), kehilangan tiga anak sekaligus mertua, Hotdiman Sidabutar,.

“Nga habis be sude (sudah meninggal semua anakku). Nga sae be sude, nga sia-sia lojaki (semua selesai dan sia-sia perjuangan membesarkan anak-anaknya),” kata ibu korban menangis tersedu-sedu.

“Nggak ada lagi yang menghibur aku. Truk kurang ajarnya itu,” tangis warga Karang Anyer Kelurahan Dolok Marlawan, Simalungun ini.

Ibu korban juga mengaku, sebelum kecelakaan, anak-anaknya sudah terlihat malas atau tidak bergairah. Bahkan ia sudah sempat melarang anak-anaknya tersebut ikut dibonceng kakeknya.

Istri korban Hotdiman Sidabutar, Lasaria Br Situmeang, juga tidak kuasa menahan tangis menanti jenazah suaminya. “Bantu aku inanguda… nggak sanggup aku, inanguda. Empat-empatnya sekaligus dipanggil Tuhan. Nggak inanguda lihat lagi cucu-cucu inanguda,” tangis Lasaria saat menelepon keluarganya.

Lasaria bercerita, suaminya merupakan pensiunan TNI-AD yang memulai hidup barunya berladang dan membuka kedai kelontong. Saban pagi, suami tercintanya itu selalu membawa jalan cucu-cucunya. “Cucunya paling kecil itu masih TK di Immanuel. Nah, tadi si sulung dan yang tengah mau ikut. Biasanya naik mobilnya orang ini. Entah kenapa tadi boncengan naik sepeda motor. Nggak firasat aku tadi malam,” cerita Lasaria.

Adapun korban luka yang dilarikan ke RSUD Vita Insani Pematangsiantar, yakni Desy Noviyah Hutabarat (29), warga Jalan Viyata Yudha, Komplek Permai, Kota Pematangsiantar, Mulyadi Harahap (72) warga Jalan Merauke, Sudarman (40), warga Huta Margu Mulio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Arbain (34), warga Bah Bayu, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, dan Sri Eka Novriany (38) Warga Jalan Merpati.

Kemudian Suryamsyah, Suyanto (45), Yunus Sitompul (56), Marsudi (50), Suratno (54), dan Roberto Siagian(20). (adi/bbs)

loading...