Maksimalkan Pembelajaran Berbasis Multimedia, Dosen Polmed Latih Guru SDIT di Patumbak

Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) memberi pelatihan kepada guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Patumbak. Pelatihan yang diberikan untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia, karena di masa pandemi Covid-19 ini belum diperbolehkan secara langsung atau tatap muka.

PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.
PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.

Pelatihan tersebut dilakukan oleh dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat kepada guru SDIT Syifaaurahma baru-baru ini.


Ketua Tim Pengabdian, Junus Sinu raya ST MKom menjelaskan, guru-guru sekolah tersebut masih kesulitan untuk mengembangkan proses belajar mengajar secara digital. Selain itu, yayasan sekolah itu juga belum tersentuh dengan teknologi multimedia di era revolusi 4.0.

“Solusi yang ditawarkan dengan melakukan kegiatan pelatihan membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan interaktif, sehingga guru-guru dapat mengikuti kemajuan zaman,” ujar Junus didampingi ang gota tim pengabdian, Drs Makmur Tarigan, dan Hikmah Adwin Adam MKom di Medan, Jumat (20/11).

Dikatakan Junus, dengan pelatihan yang diberikan ini maka diharapkan guru-guru SDIT Syaifaaurahmah dapat membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan interaktif saat pandemi Covid-19. Dengan begitu, murid-murid tidak bosan belajar di rumah dan mudah memahami pelajaran.

“Pada masa pandemi ini, pemerintah berusaha memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan belajar dari rumah. Guru sebagai tenaga pengajar profesional diharuskan kreatif dalam menyajikan metode pembelajaran dari rumah kepada peserta didik. Sekurang-kurangnya, guru dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi dapat mencapai tujuan pengajaran,” terang Junus. (ris/azw)

Ia melanjutkan, di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia dan teknologi, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkannya. Selain itu, dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media pembelajaran tersebut belum tersedia.

“Saat pandemi Covid-19, metode pembelajaran berbasis multimedia sangat membantu guru dalam menyajikan materi pengajaran yang menarik dan interaktif, secara konten visual dan pemahaman materi dalam bentuk animasi dan video. Implementasi dari pembelajaran berbasis multimedia sebagai metode pengajaran guru kepada peserta didik selama belajar dari rumah, dan materi dengan mudah dapat diakses secara daring maupun flatform digital google classroom, youtube hingga media sosial lainnya,” tandas Junus.

Hikmah Adwin Adam MKom selaku anggota tim pengabdian menambahkan, tuntutan akan kesesuaian kemajuan teknologi, mendorong dunia pendidikan untuk mampu mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.

“Digitalisasi sumber-sumber belajar dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, menjadi bagian yang terintegrasi dalam upaya mencetak generasi yang kompeten dan sesuai zaman,” pungkasnya. (ris/azw)

loading...