Pasien Positif Covid-19 di Humbahas Bertambah 5 Orang

Sumatera Utara
COVID-19: Peta pemantauan Covid-19 Kabupaten Humbahas per 17 November 2020, belum yang terbaru per 20 November 2020 yang terupdate disitus Pemkab Humbang Hasundutan.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Hasudungan Silaban melalui Nelli Situmeang bidang D2P menyebutkan jumlah pasien positif Covid-19 pada Jumat (20/11) bertambah 5 orang yang sebelumnya per 17 November 2020 sebanyak 14 orang. Total jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat sampai saat ini tercatat 19 orang. 


“Ada penambahan dari dua hari ini yang sebelumnya 14 orang menjadi 19. Penambahan ini merupakan kasus transmisi lokal dan saat ini dalam perawatan isolasi mandiri dan di rumah sakit,” kata Nelli kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Nelli mengatakan, dengan adanya tambahan 5 pasien positif Covid-19, maka secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 56 orang yang semuanya transmisi lokal.

“Dari jumlah itu, 37 orang sudah dinyatakan sembuh, 19 orang masih dalam perawatan rumah sakit dan isolasi mandiri. Sementara, untuk meninggal tidak ada,” tambah Nelli.

Sedangkan, untuk kasus suspek yang saat ini ada satu orang. Menurut Nelli, pasien ini merupakan yang memiliki gejala ISPA yang sebelumnya diduga Covid 19. 

“Dari hasil swab itu negatif. Dan kini sedang dalam perawatan isolasi mandiri,” tambah Nelli.

Dijelaskan Nelli, perkembangan kasus Covid-19 itu dikarenakan virus tersebut sudah ada di Humbang Hasundutan yang bukan lagi memiliki riwayat perjalanan dari zona merah.

“Kalau kita tanya mereka (pasien), apa mereka berpergian, jawabanya tidak. Jadi virus itu sudah transmisi lokal (bahasa medisnya) bukan berpergian,” jelas Nelli.

Dari perkembangan kasus itu, lanjut Nelli, dari 10 kecamatan di Humbahas terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Kecamatan Dolok Sanggul dan Kecamatan Lintong Nihuta.

Untuk itu, Nelli berharap agar masyarakat di daerah tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan. Dengan anjuran 3 M, yakni dengan pola hidup bersih, selalu memakai masker jika melakukan aktifitas di luar rumah dan menjaga jaga jarak atau menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Nelli membantah bila pihaknya kurang bersosialisasi terkait masalah ini karena tingginya kumulatif kasus di dua kecamatan tersebut. Menurutnya, hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat kurang untuk mematuhi anjuran protokol kesehatan. 

“Disini karakter manusianya, bukan kita lagi, pemerintah, tetapi kembali kepada masyarakat yang harusnya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan anjuran 3 M tadi,” katanya. (des/ram)

loading...