Cuaca Ekstrim Picu Longsor dan Banjir, 2 Jalan Amblas & 2 Jambatan Ambruk

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Efek La Nina yang memicu curah hujan tinggi menyebabkan volume air di sejumlah sungai di Sumut naik, sejak kemarin. Akibatnya, air mengikis tanah hingga sejumlah jalan dan jembatan ambruk.

AMBLAS: Ruas jalan provinsi di STM Hulu menuju Kecamatan Gunung Meriah hingga ke Simalungun amblas, Sabtu (21/11) sore. Hingga Minggu (21/11), jalan tersebut masih terputus.
AMBLAS: Ruas jalan provinsi di STM Hulu menuju Kecamatan Gunung Meriah hingga ke Simalungun amblas, Sabtu (21/11) sore. Hingga Minggu (21/11), jalan tersebut masih terputus.

BERDASARKAN informasi yang dihimpun Sumut Pos, ruas jalan yang amblas dan longsor terjadi di empat lokasi, sejak Jumat (20/11). Yakni, di jalan lintas Pematangsiantar-Tanah Jawa, jembatan Sungai Tongguran; jalan Pematangsiantar-Parapat Km 12 sekitar jembatan Bah Hilang, Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran; serta jalan kabupaten di Kecamatan Raya Kahean dan Kecamatan Dolok Panribuan, Dua ruas jalan ini merupakan kewenangan dari Pemprov Sumut dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.


Sekretaris BPBD Simalungun, Manaor Silalahi, menyebutkan, longsor terparah di Kecamatan Tanah Jawa, ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan juga roda dua. Dua ruas jalan lain yang menjadi kewenangan Pemkab Simalungun, di Kecamatan Raya Kahean perbatasan Nagori Bangun Raya – Kelurahan Sindar Raya, dan di Kecamatan Dolok Panribuan.

Pihaknya bersama unsur pemerintahan kecamatan, kepolisian dan ketentaraan berupaya melakukan penanganan secepatnya supaya aktivitas warga tidak terganggu dan pengguna jalan nyaman dan aman berkendara.

Selain itu, tanah longsor juga terjadi di sekitar jembatan Bah Hilang Jalan Besar Siantar-Parapat Km 12 Kelurahan Tiga Balata, Simalungun, dan arus lalu lintas di lokasi tersebut sempat mengalami kemacetan. Bencana tersebut juga terjadi sejak Jumat (20/11) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Saat ini kondisi air sudah mulai surut, dan petugas kepolisian terus mengatur kelancaran arus lalu lintas di lokasi tersebut.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun masyarakat diimbau tetap waspada dalam berkendaraan, patuhi rambu-rambu dan disiplin mengikuti aturan lalu lintas.

Senada, Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo SIK, mengatakan, beberapa jalur yang rusak, yakni Jalan Lintas Siantar-Parapat Km 12, Kelurahan Balata Kecamatan Jorlang Hataran, jembatan Sungai Andarasi Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa, jembatan Sungai Tongguran Pekan Tanah Jawa Kelurahan Pematang Tanah Jawa, dan jalan P Nunut Raya Kahean, tepatnya di perbatasan antara Nagori Bangun Raya dan Kelurahan Sindar Raya Area Jembatan Bah Sombu.

Untuk itu, Agus mengimbau masyarakat pengguna jalan umun lintas provinsi, terkhusus wilayah Simalungun, agar waspada dan tetap berhati-hati. Menurutnya, Personel Polres Simalungun dan personel TNI Kodim 0207/Simalungun, BPBD, dan Dinas Kesehatan telah siaga menjaga di jalan-jalan yang rusak tersebut, bersamaan dengan perbaikan yang dilakukan Kemen PUPR.

“Untuk sementara dapat kita informasikan, debit air masih normal. Kita sudah siap siagakan para personel Polres dan unsur TNI, Kemen PUPR, agar cepat tanggap apabila terjadi kembali hujan yang dapat mengakibatkan longsor atau bencana alam di wilayah Simalungun,” ujarnya.

Selama proses perbaikan jalan, pihaknya memberlakukan jalur lalulintas buka tutup. “Mungkin ini dapat menggaggu jalur lalu lintas. Untuk itu saya berharap kepada masyarakat pengguna jalan agar memperlambat laju kendaraan, dan bersabar saat melintas dijalur tersebut,” imbaunya.

Mengingat longsor terjadi di akhir pekan, ia meminta masyarkat yang melaksanakan perjalanan, agar memastikan kendaraan yang digunakan masih layak dikendarai. “Periksa semua perlengkapan, perhatikan pengamanan, rem, lampu, juga jangan lupa pakai safety belt bagi yang mengendarai mobil,” tegasnya.

Kalau bisa, ia mengimbau agar warga tetap di rumah saja. Lakukan kegiatan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dinas Perhubungan Sumut mengatakan, jalan ke Tanah Jawa itu status jalan provinsi. Sementara lalulintas dialihkan via Mandoge. :Ruas Siantar-Parapat status jalan nasional, untuk sementara lalin kita buka tutup,” kata Kepala Bidang Lalulintas pada Dishub Sumut, Darwin Purba menjawab Sumut Pos, Minggu (22/11).

Saat ini perbaikan badan jalan dampak bencana longsor tersebut, sedang ditangani pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait. Khususnya sebut Darwin, instansi yang berkaitan dengan sungai/drainase, baru perbaikan badan jalan.

“Karena kalau airnya tidak selesai dikhawatirkan longsor lagi. Namun untuk info detilnya, bisa ditanyakan ke instansi bagian pengairan atau geologi (gerakan tanah seperti di Aek Latong, Tapsel). Kalau penyebabnya air sungai meluap atau ada aliran air di bawah tanah, itu bukan urusan instansi membidangi jalan,” pungkasnya.

Longsor Runtuhkan Dua Rumah

Peristiwa longsor juga terjadi di jalan nasional Karo-Dairi, tepatnya Km 108 (Penatapan 2) yang berada dalam wilayah Dusun Aek Hotang Desa Pengambaten Kecamatan Merek, Jumat (20/11) sore. Sedikitnya, dua unit rumah. Kendatipun tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang, sebelum terjadi peristiwa itu, sepertinya pemilik rumah sudah mengetahui bakal ada terjadi longsor, karena Jumat (20/11) sekitar pukul 08.00 ada tanda-tanda retak tanah di bawah rumah sehingga bangunan mengalami kemiringan.

Pemilik rumah bersama anggota keluarga pun bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sambil menyelamatkan barang-barang yang dilanjutkan gotong-royong warga memperbaiki bangunan.

“Tetapi akibat cuaca yang ekstrim (hujan terus-menerus), mengakibatkan pergeseran profil tanah, sehingga bangunan tidak dapat diselamatkan,” sebut Kapolsek.

Saat bangunan telah ditinggalkan pemiliknya, sekitar pukul 16.00 sore terjadi longsor yang menyebabkan ke dua rumah runtuh karena letaknya di tepi jurang. Sampai saat ini, kedua korban bersama keluarganya sudah berkumpul dengan masyarakat setempat bertali asih dan lokasi longsor status kuo yang dijaga masyarakat Pengambatan mengatas namakan Pokdar Kamtibmas Bhayangkara.

Jalan Provinsi di STM Hulu Terputus

Hujan deras mengakibatkan longsor juga juga terjadi di Desa Tanjung Raja, Kecamatan STM Hulu, Deliserdang, Sabtu (21/11). Jalan provinsi dari STM Hulu menuju Kecamatan Gunung Meriah hingga ke Kabupaten Simalungun terputus hingga Minggu (21/11).

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kapolsek Tigajuhar Polresta Deliserdang AKP Salija menjelaskan, Jalan Provinsi yang menghubungkan Tiga Juhar-Gunung Meriah tepatnya di Desa Tanjung Raja Kecamatan STM Hulu, longsor dan amblas akibat hujan deras yang mengunyur di wilayah tersebut.

Katanya, kedalaman amblas jalan itu mencapai 2-4 meter. Dengan panjang jalan amblas berkisar 3-6 meter. “Korban jiwa nihil, namun dampak amblasnya jalan tersebut mobil atau roda empat ke atas tidak bisa lewat, jalur Medan- STM Hulu – Gunung Meriah-Seribu Dolok Kabupaten Simalungun terputus,” kata AKP Salija.

Sementara itu Camat STM Hulu, Budiman Sembiring mengakui saat ini pihak dari Provinsi sudah turun ke lokasi namun diperkirakan alat berat turun pada Senin (23/11) untuk memperbaiki jalan tersebut. “Ya benar tapi pihak Provinsi sudah turun ke lapangan untuk upaya penanganan. Alat berat rencana besok pagi,” tandasnya.

1.078 Rumah di Langkat Terendam

Di Kabupaten Langkat, sebanyak 1.078 rumah di Kecamatan Batang Serangan, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Air Tenang dan Sungai Batang Serangan, dampak tingginya curah hujan yang terjadi di daerah itu. “Ketinggian air mencapai 30 centi meter hingga 100 centi meter,” kata Camat Batang Serangan Arie Ramadhani di Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Minggu.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diperoleh di lapangan, banjir itu menyebabkan di Kelurahan Batang Serangan 120 rumah terendam, dan di Desa Sei Bamban 50 rumah terancam banjir.

Selain itu Dusun Pujidadi II sebanyak 34 rumah terendam, Dusun Pujidadi III sebanyak 70 rumah terendam, Dusun Pujidadi IV sebanyak 154 rumah terendam. Kemudian, di Dusun Sumberjo Utara banjir merendam 40 rumah, Dusun Tahun 10 Selatan sembilan rumah, Dusun Tahun 10 Utara tiga rumah.

Sementara di Desa Karya Jadi di Dusun Sumitrisno Hilir sebanyak 132 rumah, Desa Karya Jadi pada Dusun Karya Jadi sebanyak 178 rumah, Dusun Durian Tunggal 96 rumah, Dusun Sentongan 13 rumah, Susun Samitrisno 152 rumah.

Sedangkan di Desa Kwala Musam di Dusun Sungai Pasir sembilan rumah, Dusun Karya Sari 12 rumah, Dusun Emplasemen Air Tenang tiga rumah, dan Afdeling air Tenang satu masjid juga terdampak banjir. “Data dapat berubah sewaktu-waktu, karena cuaca di lapangan mendung serta gerimis,” demikian Arie Ramadhani. (prn/mag-1/bbs)

loading...