Bukti Kualitas Pendidikan AMIK Medicom, 58% Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Inilah salah satu bukti kualitas pendidikan oleh Akademi Manajen Informatika Komputer (AMIK) Medicom yang mewisuda 312 ahli madyadi Auditorium RRI Medan, Sabtu (21/11). Data menunjukkan bahwa 312 peserta wisuda, sebanyak 180 lulusan (58 persen) telah bekerja sebelum diwisuda.

AUDITORIUM: Wisuda AMIK Medicom di Auditorium RRI Medan, Sabtu (21/11).
AUDITORIUM: Wisuda AMIK Medicom di Auditorium RRI Medan, Sabtu (21/11).

Wisudawan dan wisudawati AMIK Medicom yang didirikan sejak Tahun 1996 ini berasal dari tiga program studi yakni Manajemen Informatika, Teknik Komputer dan Komputerisasi Akuntansi.


Wisuda ini berlangsung dengan protokol kesehatan dibagi dalam tiga sesi. Orangtua wisudawan dan wisudawati turut hadir bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar MSi dan undangan lainnya.

Dalam wisuda ditayangkan motivasi dari para alumni AMIK Medicom yang bekerja diberbagai instansi pemerintah dan perusahaan ternama baik di Indonesia maupun mancanegara. Drs Jamaluddin Tanjung SH (orangtua Rezeki Maha Alatas Tanjung) juga menyampaikan rasa bahagia karena anaknya dididik dengan baik di AMIK Medicom.

Direktur AMIK Medicom Kamson Sirait ST MKom mengatakan bahwa pendidikan tinggi vokasi yang menghubungkan antara kuliah dikampus sambil bekerja sudah menjadi tren karena diminati masyarakat.

Tantangan masa depan kian berat. Karena itu lulusan AMIK Medicom dibekali dengan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Saat ini, sebut Kamson Sirait, sejumlah pekerjaan tradisional mulai hilang dilindas zaman. Sebaliknya pekerjaan baru bermunculan. Terutama yang berkaitan dengan teknologi informatika seperti analisis data, keamanan siber, web design dan ekonomi digital.

”Bisnis online disegala bidang sangat subur saat ini. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia,” kata Kamson Sirait.

Ia mengemukakan bahwa memiliki pekerjaan adalah bukti kualitas seorang wisudawan/wisudawati AMIK Medicom. ”Seperti kita ketahui bahwa hasil akhir sebuah pendidikan yang baik diseluruh dunia adalah bekerja. Dengan bekerja akan memiliki penghasilan yang menopang kehidupan,” ucap Kamson Sirait.

Direktur AMIK Medicom yakin bahwa ahli madya komputer yang dididik AMIK Medicom mampu memperoleh kehidupan yang sejahtera dimasa depan. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan orangtua mendidik putra/putrinya di AMIK Medicom.

Ketua AMIK Medicom dr Reinhard Silalahi dalam sambutan yang disampaikan Kepala Biro Yayasan Pendidikan Nasional Medicom Maslan Sihombing SS MSi mengatakan bahwa AMIK Medicom melahirkan 312 tenaga ahli madya komputer untuk kemajuan bangsa. Semoga sumbangsih AMIK Medicom ini menambah kualitas sumber daya manusia bangsa khususnya dibidang komputer.

”Ahli komputer sangat dibutuhkan diberbagai bidang pekerjaan. Bahkan dalam situasi pandemi seperti saat ini, karena sudah bisa bekerja dari rumah dan bisnis online pun sangat berkembang diseluruh Indonesia,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menunjukkan 200-an alumni AMIK Medicom lewat layar audio visual. ”Kita bisa melihat akan bekerja dimana saja kelak, anak-anak kita yang diwisuda hari ini,” katanya.

Ketua Yayasan AMIK Medicom juga meminta lulusan AMIK Medicom untuk fokus pada kekuatan yang dimiliki. Sebab sudah menguasai Bahasa Inggris, tahu prinsip bekerja dan nilai-nilai keterpelajaran serta terbiasa kuliah sambil bekerja.

Sementara itu Kepala L2Dikti Sumut Prof Dr Ibnu Hajar MSi yang baru menjabat selama tiga pekan mengaku serasa telah bekerja selama tiga tahun. Sebab dari 220 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut ternyata setengah diantaranya bermasalah.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa AMIK Medicom adalah salah satu PTS di Sumut. Karenanya, lanjut dia, seusai pelaksanaan rapat kerja L2Dikti Sumut di Brastagi dirinya bergegas kembali ke Medan untuk menghadiri wisuda AMIK Medicom. (dmp)

loading...