Seleksi Terbuka Eselon II 2020, Edy Optimis Dapat Sosok Terbaik

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memastikan, Pemprov Sumut mencari sosok yang tepat untuk mengisi posisi 19 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II.

Gubsu Edy Rahmayadi.

Dia menegaskan, dari total 157 orang yang mengikuti seleksi, pihaknya akan memilih calon yang terbaik di bidangnya. Dan hal itu masih menunggu sampai proses seleksi selesai.


“Masih pelaksanaan, masih berjalan. Ada konseling, ada pendalaman. Jadi orang yang mampu. Bukan yang lain tidak mampu. Tapi yang paling mampu menguasai masalah pada materi masing-masing akan dipilih,” ungkap Edy, Kamis (26/11).

Pilihan terbaik dari yang terbaik, lanjut Edy, lantaran dinamika dan perkembangan teknologi akan semakin meningkat Sehingga sosok yang memiliki kapabilitas layak terpilih.

“Karena ke depan persoalan-persoalan makin pelik,” ujarnya.

Diketahui, ujian tertulis dan pembuatan makalan seleksi JPTP Pemprov Sumut telah terlaksana pada Senin (23/11) lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina menyatakan, penilaian terhadap seleksi yang mereka gelar kali ini akan berlangsung transparan. Pansel akan menilai sesuai dengan kemampuan setiap peserta.

“Pertama ini ujian tertulis dan penyusunan makalah. Jadi apapun hasil mereka itu lah yang kami nilai. Kami akan buat nilai secara fair. Jadi apa pun hasil mereka, itulah yang kami nilai,” katanya.

Dia juga menjelaskan, adapun kriteria yang dinilai dalam tahapan ini, yakni kemampuan kepemimpinan, manajerial, bidang, daya analisis maupun kreativitas menghasilkan ide untuk pengembangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Nantinya, pengumuman hasil ujian tertulis dan pembuatan makalah yang telah berlangsung, akan disampaikan pada 28 November 2020.

Selanjutnya peserta yang dinyatakan lulus, pada 30 November-1 Desember 2020 akan mengikuti tes asesmen. Lalu untuk presentasi makalah dan wawancara serta rekam jejak dijadwalkan berlangsung pada 5-14 Desember 2020.

“Masuk di asemen tidak diumumkan lagi, tapi dikutip semua nilai-nilainya. Dinilai juga nanti hasil paparan dan wawancara dia. Ada juga nilai rekam jejak dia, kami lihat selama ini dari biodatanya, misalnya apakah pernah jadi eselon II,” beber Edy.

Hingga nantinya pansel akan mengategorikan nilai para peserta seleksi jabatan eselon II ini, berupa ada yang disarankan, ada yang dipertimbangkan dan ada yang tidak disarankan.

“Kumpulan dari semua itu, per bidang itu ada bobotnya, pasti berbeda. Misal asesement bobot berapa, rekam jejak bobot berapa, penulisan makalah berapa bobotnya. Semua ditotal nilai akhirnya. Hasil total nilai itu baru diambil yang terbaik, untuk diserahkan kepada pimpinan,” pungkas Edy. (prn/saz)

loading...