Wujud Kepedulian, Darma Wijaya Tinjau Korban Angin Puting Beliung Sei Bamban

Sumatera Utara
BANTUAN: Darma Wijaya memberi bantuan kepada warga dusun XV Kampung Jati, yang di terjang bencana angin puting. (ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian, Calon Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya mendatangi warga dusun XV Kampung Jati, yang di terjang bencana angin puting beliung, Sabtu lalu. Dia bersama sejumlah elemen masyarakat terdorong untuk memberikan bantuan.

Tergabung dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, serta tokoh agama, Darma Wijaya mendatangi Kampung Jati Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai membawa bantuan.


Bahkan, rombongan yang di gawangi dari Ketua DPC partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai juga sebagai sekretaris tim pemenangan pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (Dambaan) calon Bupati dan wakil Bupati periode 2021-2024, memberi beragam bantuan seperti beras, minyak goreng dan mie instan.

Berdasarkan data yang di himpun dilapangan, 81 rumah mengalami rusak berat akibat terdampak angin kencang puting beliung. Darma Wijaya mengunjungi langsung para korban.

Dalam kata sambutannya, Darma Wijaya mengatakan musibah angin puting beliung terjadi karna bencana alam yang tak terduga duga.

“Ambil hikmahnya dari musibah ini, Ini adalah gotong royong dari Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, tokoh agama yang di komandoin dari ketua Gerindra pak budi. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jangan dilihat dari nilainya tapi lihat dari bapak ibu bagian dari kami,” ucapnya.

Sementara itu, Sarah salah satu korban angin puting beliung warga Dusun XV menceritakan, terjangan angin puting beliung telah meratakan bangunan rumahnya dan merusak sejumlah barang perabotan di rumah nya.

“Awalnya mendung, awak kira mau hujan biasa aja awak tutup pintu rumah rupanya angin, kok lama lama angin nya makin kencang tumbang semua pohon pohon depan rumah. Mau keluar rumah pintu gak bisa dibuka,” paparnya.

Angin puting beliung, menurut dia, berhembus cukup lama sekira pukul 16.00 WIB sore. Saat itu, Sarah hanya bertiga dirumah dengan bayi dan adik kandungnya. Tak bisa berbuat banyak ketika angin mulai merobohkan dinding dan atap rumahnya, Sarah hanya bisa melindungi anak, adik kandung, dan dirinya.

“Saya sama adik saya lari ke dapur untuk menyelamatkan diri saat angin kencang, karna dapur yang saat itu tidak rusak parah,” tandasnya dengan mata berkaca-kaca trauma. (rel)

loading...