Aktivitas Pelabuhan di Sumut, Jumlah Penumpang Kapal Asal Sumut Meningkat

Ekonomi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan laut antar pulau atau dalam negeri, yang berangkat dari pelabuhan di Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2020, ada sebanyak 1.128 orang, atau naik 320,90 persen dibanding bulan sebelumnya, yang hanya 268 orang.

ANGKUT: Truk petikemas mengangkut barang dari pelabuhan di BICT Belawan, belum lama ini. Aktivitas pelabuhan pada Oktober 2020, untuk penumpang dan bongkar barang, mengalami kenaikan.Triadi Wibowo/Sumut pos.
ANGKUT: Truk petikemas mengangkut barang dari pelabuhan di BICT Belawan, belum lama ini. Aktivitas pelabuhan pada Oktober 2020, untuk penumpang dan bongkar barang, mengalami kenaikan.Triadi Wibowo/Sumut pos.

HAL itu diungkapkan Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Senin (7/12). Dia juga menjelaskan, selama Januari-Oktober 2020, jumlah penumpang terdata 40.889 orang, turun 73,37 persen dibanding periode yang sama 2019, yang mencapai 153.560 orang.


“Jumlah penumpang yang datang pada Oktober 2020 sebanyak 1.031 orang, atau naik 230,45 persen dibanding September, yang hanya 312 orang,” ungkap Syech.

Dengan data tersebut, Syech mengatakan, selama Januari-Oktober 2020 jumlah penumpang yang datang mencapai 32.705 orang, yang mengalami penurunan 86,91 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, yakni 249.779 orang. Sementara transportasi barang melalui laut, selama Oktober 2020, angkutan barang antar pulau untuk kegiatan muat barang sebesar 2.635 ton, atau mengalami kenaikan 24,35 persen dibanding September 2020, yang hanya 2.119 ton.

“Selama Januari-Oktober 2020 kegiatan muat barang mencapai 45.025 ton, atau turun 88,27 persen dibanding periode sama 2019, yakni seberat 383.808 ton,” jelas Syech lagi.

Sedangkan kegiatan bongkar barang di Pelabuhan Belawan pada Oktober 2020, mengalami kenaikan 29,36 persen, dari 175.215 ton pada September 2020, menjadi 226.658 ton.

“Selama Januari-Oktober 2020 barang yang dibongkar mencapai 1.604.983 ton, turun 74,21 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, yang mencapai 6.224.136 ton,” pungkas Syech. (gus/saz)(jpc/saz)

loading...