Pemko Medan Terima Bantuan 1 Unit Bus Sekolah dari Kemenhub

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menerima satu unit armada bus sekolah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (11/12). Bus tersebut berkapasitas angkut 18 siswa Pemberian bus itu merupakan bagian dari program Kemenhub untuk menghadirkan dan memberikan pelayanan angkutan umum sekolah yang baik, aman dan nyaman. Selain itu, kehadiran bus sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan di Kota Medan. Selain Pemko Medan, sejumlah pemerintah daerah (Pemda) lainnya di Indonesia juga menerima armada bus sekolah dari Kemenhub RI.

CEK KONDISI: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga dan Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, langsung mengecek kondisi dan fasilitas bus sekolah pemberian dari Kemenhub, Jumat (11/12).istimewa/sumutpos.
CEK KONDISI: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga dan Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, langsung mengecek kondisi dan fasilitas bus sekolah pemberian dari Kemenhub, Jumat (11/12).istimewa/sumutpos.

Amatan Sumut Pos, Bus sekolah tiba di halaman Balai Kota Medan, Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga dan Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, langsung mengecek kondisi dan fasilitas bus sekolah pemberian dari Kemenhub tersebut.


Usai melakukan pengecekan, Sekda mengatakan, bahwa kehadiran bus sekolah tersebut merupakan program Kemenhub RI dalam membantu beberapa kota besar di Indonesia untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi para siswa. Selain itu, juga bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan karena banyaknya penggunaan kendaraan pribadi.

“Salah satu penyebab kemacetan di kota adalah keberadaan sekolah di pusat kota. Apalagi, para siswa banyak yang menggunakan dan diantar memakai kendaraan pribadi. Hal tersebut tentu akan menambah volume kendaraan di jalan, sehingga menyebabkan kemacetan,” kata Sekda.

Oleh karenanya, sambung Sekda, jika bus sekolah tersebut bisa digalakkan dan beroperasi secara optimal, maka dapat diprediksi mampu mengurangi kepadatan kendaraan terutama di pusat kota.

“Kita bisa bayangkan bagaimana kepadatan yang terjadi jika setiap satu siswa diantar dengan satu kendaraan pribadi. Sementara, bus sekolah ini mampu membawa 18 siswa dan pasti sudah jauh mengurangi angka kendaraan yang ada di jalan. Artinya, angka kemacetan dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Namun, peralihan kebiasaan dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum, lanjut Sekda, butuh proses dan tidaklah mudah. Untuk itu, kebiasaan tersebut memang harus dimulai oleh masyarakat sejak dini.”Jika melihat kondisi dan fasilitas bus sekolah yang ada seperti ac dan desain serta interior yang bagus, kita optimis, para orang tua dan siswa akan mau beralih menggunakan bus sekolah ini,” papar Sekda.

Meski demikian, Sekda mengaku belum dapat memastikan kapan bus sekolah akan mulai beroperasi. Terlebih, pandemi Covid-19 masih melanda dan aktivitas sekolah belum mulai berjalan seperti biasa dan di tahun 2020, Pemko Medan masih menerima satu armada saja.

“Tahun ini kita masih menerima satu bus saja. Ke depan, tahun 2021, kita akan lakukan koordinasi lanjutan dengan Kemenhub RI sehingga kemungkinan adanya penambahan bus. Kita berharap, program ini berjalan efektif dan optimal, tujuannya demi memberi kenyamanan bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenhub RI atas kehadiran bus sekolah untuk Kota Medan. “Atas nama Pemko Medan kami mengucapkan terima kasih. Semoga, kehadiran bus sekolah ini turut membantu upaya kita dalam mengurangi angka kemacetan. Untuk itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat untuk mau merubah budaya dalam bertransportasi demi menjaga kenyamanan bersama,” pungkas Iswar.

Menaggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga meminta Pemko Medan untuk segera mengoperasikan bus tersebut bila siswa sekolah sudah kembali melakukan belajar tatap muka di sekolah. Hanya saja, 1 bus dinilai tidak akan berpengaruh besar bagi mengurangi kemacetan di Kota Medan.

“Kita berterima kasih kepada Kemenhub. Selanjutnya, Pemko Medan kita minta untuk menyediakan sarana yang sama, yaitu bus tambahan. Sebab jelas, siswa sekolah di Medan itu sangat banyak dan dar berbagai sekolah yang tersebar hampir di setiap sudut Kota Medan. Artinya kalau hanya 1 bus, selain tak mampu menampung banyaknya siswa, juga tidak bisa beroperasi lebih dari satu rute,” katanya.

Selain itu, Ihwan juga meminta Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan, untuk mulai melakukan sosialisasi kepada setiap sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang berada di tengah kota dan sering terjadi kemacetan setiap jam masuk dan pulang di sekolah tersebut agar para siswanya mau menggunakan bus tersebut.

“Jangan sampai nantinya bus tersebut malah sepi karena siswa tidak mau naik bus. Disdik harus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah, pihak sekolah diminta untuk berkoordinasi dengan orangtua siswa, Bus bermanfaat. Kita dukung penuh langkah ini, ini baik, tapi Pemko Medan harus matang dan punya strategi untuk merubah kebudayaan masyarakat dalam bertransportasi,” pungkasnya. (map/ila)

loading...