Penanganan di Medan, Binjai, dan Deliserdang Membaik, Satgas Covid-19 Mebidang Dibubarkan

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, resmi membubarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang), sejak Jumat (11/12) lalu. Pembubaran ini tertuang dalam surat Nomor: 674/STPCovid-19/XII/2020 tentang Pengakhiran Satuan Tugas Mebidang, tertanggal 8 Desember 2020 dan ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi.

OPERASI: Tim Satgas Covid-19 Mebidang melakukan razia di lokasi hiburan malam. Saat ini, Satgas Covid-19 Mebidang sudah dibubarkan. istimewa/sumut pos.
OPERASI: Tim Satgas Covid-19 Mebidang melakukan razia di lokasi hiburan malam. Saat ini, Satgas Covid-19 Mebidang sudah dibubarkan. istimewa/sumut pos.

Dengan begitu, terhitung mulai 11 Desember 2020, tugas Satgas Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di kawasan Mebidang dinyatakan berakhir. Dalam surat itu dijelaskan berdasarkan hasil evaluasi percepatan penanganan Covid-19 di kawasan Mebidang menunjukkan pada hasil yang membaik.


“Ya benar, sudah berakhir. Setelah ini dikembalikan ke Satgas di wilayah masing-masing,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Minggu (13/12).

Masih dalam surat tersebut, selanjutnya penanganan Covid-19 di kawasan Mebidang dikelola atau ditangani oleh bupati dan wali kota sebagai kepala Satgas Kota Medan, Binjai, dan Deliserdang yang pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan berlaku.

Adapun Satgas Covid-19 Mebidang terbentuk sejak Agustus lalu, lantaran tingginya kasus penularan virus Corona di tiga daerah tersebut. Ketika itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut sekaligus Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, upaya pengambilalihan penanganan Covid-19 ini tetap melibatkan pemerintah kota maupun kabupaten untuk tetap melakukan koordinasi. “Ketiga daerah ini kita ambilalih, karena kasus positif Covid-19 terus meningkat. Ketiga daerah ini merupakan klaster. Penanganannya tidak kunjung tuntas,” kata Edy.

Ia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan proses pengambilalihan juga bisa dilakukan Satgas Covid-19 Sumut terhadap sejumlah daerah lain di Sumut, apabila kasus Covid-19 di daerah selain Mebidang semakin parah.

Masih Menunggu Pengiriman Vaksin

Sementara, Pemko Medan hingga saat ini masih menunggu informasi terkait perkembangan ketersediaan, pendistribusian, hingga penggunaan vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Kita memang benar-benar belum tahu kapan vaksin Covid-19 tiba di Medan, termasuk vaksin jenis apa yang akan dikirim ke Medan dan berapa jumlahnya. Karena itu kita juga belum mengusulkan berapa banyak vaksin yang dibutuhkan di Kota Medan, karena memang belum diminta usulan itu dan memang belum ada kota-kota lain yang sudah mengusulkannya,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos, Minggu (13/12).

Disebutnya, bilapun nantinya vaksin tiba di Medan, maka sudah tentu pemko akan mengikuti petunjuk teknis dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI dalam penggunaannya, termasuk untuk memberikan prioritas kepada tenaga kesehatan (nakes) untuk diberikan vaksin Covid-19. “Sudah tentu prioritasnya, ya nakes dulu lah. Karena para nakes yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan kasus ini. Artinya para tenaga kesehatan juga yang paling rentan terkena virus ini, sehingga selain resiko penularan terhadap mereka juga akan memperkecil penularan kepada masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Mardohar, masyarakat diminta tetap meningkatkan kedisiplinannya terhadap penerapan prokes guna mencegah penularan Covid-19. Apalagi faktor utama dalam penanggulangan Covid-19 bukanlah vaksin, melainkan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga prokes itu sendiri. “Yang paling utama adalah disiplin dalam menerapkan 3M. Menjaga kesehatan dan kebersihan diri, keluarga serta lingkungan, meningkatkan imun tubuh dengan minum vitamin dan olahraga rutin serta istirahat yang cukup,” katanya.

Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), Mardohar juga meminta masyarakat, khususnya umat Kristiani agar tetap disiplin dalam menerapkan prokes di lingkungan gereja dan lainnya saat melakukan ibadah-ibadah Natal. “Yang kita pantau saat ini, pihak Gereja sudah bagus kok penerapan prokesnya. Tetapi saat menjelang Natal, kita yakin jumlah yang beribadah akan meningkat, tinggal diatur saja prokes social distancingnya. Kita yakin lah, pihak Gereja yang bekerjasama dengan Satgas Kecamatan akan bisa mengatur teknisnya agar penerapan 3M bisa tetap dilakukan,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Komisi II sekaligus anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan Afif Abdillah, mengatakan jika Pemko Medan wajib terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan 3M. Tak cuma di lingkungan rumah ibadah, tetapi sosialisasi juga harus dilakukan di setiap tempat yag dibilang punya potensi sebagai klaster baru Covid-19.

Afif menegaskan, informasi tentang keberadaan dan ketersediaan vaksin juga harus terus diinformasikan kepada masyarakat luas. “Saat ini informasi yang berkembang kan simpang siur. Ada yang bilang vaksin sebentar lagi masuk ke Medan, vaksin nya dalam jumlah besar, jadi nanti semua akan di vaksin, lalu Covid ini selesai. Ini kan jelas salah, maka harus ada informasi yang tegas dari Pemko Medan,” tegasnya.

Adanya vaksin di Indonesia yang hingga kini belum diketahui kapan akan didistribusikan ke Kota Medan, termasuk jumlah dan penggunaannya harusnya membuat Pemko Medan semakin intens dalam memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. “Supaya masyarakat tidak lengah dan merasa Covid ini akan segera berakhir karena vaksinnya sudah ada. Harusnya, masyarakat semakin diminta untuk menerapkan proses tadi, karena dengan demikian masalah ini akan lebih cepat selesai,” jawabnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Satgas Covid-19 Kota Medan untuk semakin fokus dalam melakukan pengawasan di tempat-tempat yang dinilai berpotensi dalam menyebarkan virus tersebut. “Hotel, restoran, tempat hiburan malam, dan masih banyak lagi. Ini harus betul-betul diperhatikan. Jangan kita hahya minta masyarakat agar tidak lengah, karena pemerintah sendiri pun tidak boleh lengah,” tutupnya.

83 Sembuh, 89 Positif

Penambahan kasus baru pasien Covid-19 yang sembuh dan positif masih terus terjadi. Hingga Minggu (13/12), pasien yang sembuh dari Covid-19 bertambah 83 orang sedangkan terkonfirmasi positif 89 orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, penambahan pasien sembuh diperoleh dari 15 kabupaten/kota serta luar Sumut dan domisili belum jelas. Antara lain, Medan 26 orang, Langkat 14 orang, Deli Serdang 10 orang, Tebing Tinggi 4 orang, Asahan 4 orang, dan Paluta 4 orang.

Sedangkan sisanya Binjai (3 orang), Toba (3 orang), Siantar (2 orang), Labuhanbatu (2 orang), Pakpak Bharat (2 orang), Sergai (2 orang), Karo (1 orang), Simalungun (1 orang), Tapteng (1 orang), luar Sumut (3 orang), dan domisili belum jelas (1 orang). “Dengan penambahan sebanyak 83 orang yang sembuh Covid-19, maka akumulasinya menjadi 13.964 orang,” ungkap Aris.

Dia menyebutkan, terkait penambahan positif 89 orang diperoleh dari 17 kabupaten/kota di Sumut. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan 36 orang dan Deli Serdang 14 orang. Kemudian, Toba 8 orang, Siantar 7 orang, Sergai 7 orang, Gunung Sitoli 4 orang, Labuhanbatu Utara 3 orang, serta masing-masing 2 orang dari Tebing Tinggi dan Batu Bara. “Selanjutnya, Tanjung Balai (1 orang), Binjai ( 1 orang), Langkat (1 orang), Labuhanbatu (1 orang), Tapteng (1 orang), Samosir (1 orang), Paluta (1 orang), dan Labuhanbatu Selatan ( 1 orang),” jelasnya.

Aris melanjutkan, untuk kasus kematian tidak ada ditemukan penambahan kasus baru. Karenanya, saat ini jumlahnya masih tetap di angka 640 orang. “Atas data-data tersebut diketahui, bahwasanya kasus aktif (penderita) Covid-19 di Sumut ada sebanyak 2.078 orang,” sambungnya.

Dikatakan Aris, untuk kasus suspek terjadi penurunan 4 kasus menjadi 740 orang. Penurunan ini didapatkan dari pengurangan masing-masing 3 kasus dari Tebing Tinggi dan Tapanuli Utara, penurunan 2 kasus dari Siantar, serta penambahan 4 kasus dari Kota Medan. “Perkembangan Covid-19 Sumut, tetap harus disadari bahwa kita masih berada pada masa pandemi. Terbukti dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, sehingga tetap membutuhkan kewaspadaan dan konsistensi kita untuk melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna memutus rantai penularan Covid-19 dengan menjalankan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan air dan sabun. “Ketiga hal tersebut haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lonjakan angka penderita Covid-19 akan kembali terjadi bila protokol kesehatan kita abaikan,” sebut dia.

Pemerintah pusat dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut sejak awal telah mencanangkan gerakan pemakaian masker pelindung hidung dan mulut. Diharapkan masyarakat mengenakan masker dimanapun. Masker hanya dilepas pada saat tidur, mandi, berwudhu, makan dan minum, sambil menjaga jarak dengan orang di sekitarnya. “Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga jarak interaksi dan menghindari tempat-tempat kerumunan. Jadikanlah protokol kesehatan ini menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita yang kita terapkan agar kita tetap sehat tanpa Covid-19,” tukasnya. (prn/map/ris)

loading...