Pemetaan Dishub Sumut Jelang Nataru: 14 Titik Rawan Longsor, 9 Titik Macet

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari pemetaan Dinas Perhubungan Sumatera Utara, sedikitnya terdapat 14 titik rawan longsor dan 9 titik rawan macet yang ada di Povinsi Sumatera Utara. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat terutama yang akan bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru), agar berhati-hati ketika melintasi titik-titik tersebut.

LONGSOR: Jalur Medan-Berastagi putus akibat tertutup longsor dan pohon tumbang di kawasan Lau Kaban, Sibolangit, Deliserdang, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.
LONGSOR: Jalur Medan-Berastagi putus akibat tertutup longsor dan pohon tumbang di kawasan Lau Kaban, Sibolangit, Deliserdang, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.

Adapun ke-14 titik itu antara lain; jalan batas Provinsi Aceh-Tanjungpura; Medan-Berastagi; Kutacane-Kutabuluh; Kutabuluh-Sidikalang; Merek-Dairi; Tanjung Dolok-Parapat; Tarutung – Sibolga; Tarutung-Tapanuli Selatan; Rampa-Poriaha; batas Kabupaten Tapanuli Utara-Sipirok; Batang Toru-Singkuang; Kota Pinang-PAL XI; batas Kabupaten Tapsel-Madina; dan Teluk Dalam-Lolowau.


“Dalam rangka mengantisipasi kecelakaan akibat dampak longsor tersebut, kami bersama jajaran dan personel kepolisian serta stakeholder terkait juga telah menyiapkan sejumlah upaya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Abdul Haris Lubis melalui Kabid Lalu Lintas, Darwin Purba menjawab wartawan Sumut Pos, Rabu (16/12).

Disebut Darwin, adapun upaya yang dilakukan pertama, monitoring prokes (protokol kesehatan) di terminal dan kendaraan umum, ramp check (inspeksi) kelaikan kendaraan di terminal dan pool bus, pemeriksaan pengemudi (tes urine). Kemudian, pemasangan rambu petunjuk/peringatan sementara, penempatan personel dan alat berat di lokasi rawan longsor, antisipasi ketersediaan BBM, menyediaan rest area angkutan umum (terminal/UPPKB), dan monitoring tarif angkutan umum.

Pemetaan titik rawan kemacetan lalu lintas pun dilakukan. Antara lain diperkirakan di Pasar Bengkel (Km 043+000); Pasar Kampung Pon (Km 063+500); Berastagi (Km 069+000); Pasar Indrapura (Km 101+300); Parapat Ajibata (Km 175+000); Pasar Porsea (Km 215+000); Pasar Balige (Km 234+000); Pasar Siborong-borong (Km 269+000); dan Pasar Aek Kanopan (Km 251+400). “Sesuai data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, puncak arus mudik I diperkirakan jatuh pada 23-24 Desember ini. Puncak arus mudik II pada 30-31 Desember. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 2-3 Januari 2021,” katanya.

Sejalan dengan perkiraan puncak arus mudik dan balik tersebut, Darwin menyebut, akan ada pembatasan untuk angkutan barang yakni pada 23 dan 25 Desember, dan pada 2 Januari serta 4 Januari. Adapun ruas yang dilakukan pembatasan antara lain; ruas jalan nasional Medan-Berastagi (dua arah) dan ruas jalan nasional Pematang Siantar-Siantar-Parapat yang juga dua arah.

“Jenis angkutan itu terdiri dari mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan, dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian berupa tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang atau bahan bangunan. Pengecualian dilakukan untuk angkutan bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak pupuk, hantaran Pos dan uang serta bahan pokok,” terangnya.

Mengenai ketersediaan modal transportasi di Nataru kali ini, terdapat AKDP/bus sebanyak 1.495 unit/MPU dengan total 6.020 unit. Sedangkan untuk AKAP, tercatat sebanyak 602 unit. Moda transportasi tersebut tersedia pada terminal antara lain Terminal Tanjung Pinggir; Terminal Madya

Tarutung; Terminal Sibolga; Terminal Tanjungpura; dan Terminal Kabanjahe.

Pihaknya berharap, jikalau masyarakat tetap ingin bepergian atau keluar rumah di masa libur Nataru kali ini, untuk tetap disiplin prokes sehingga tidak menambah angka penularan Covid-19 di Sumut. “Untuk upaya preventif penularan Covid-19 selama periode Nataru kali ini, sesuai SE Menhub No.11/2020 baik pengemudi maupun penumpang diwajibkan untuk melaksanakan disiplin 3M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer selama dalam perjalanan,” pungkasnya.

Wajib Ikuti Prokes

Pemko Medan melalui Dishub Medan juga telah mempersiapkan diri dalam memgantisipasi kepadatan mobilitas dan arus lalu lintas yang terjadi selama libur Nataru. Kepada Sumut Pos, Kadis Perhubungan Medan, Iswar mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. “Baru saja tadi kita rapat internal di Dishub Medan. Pembahasannya ya tentang itu, kita akan turut bersama pihak kepolisian dalam mengatur lalu lintas yang ada di Kota Medan sepanjang libur natal dan tahun baru nanti,” katanya.

Dikatakan Iswar, pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Medan akan mendirikan sejumlah posko dalam mengatur kepadatan arus lalu lintas di Kota Medan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan. “Kita akan turunkan para personel kita ke gereja-gereja, ke pusat-pusat perbelanjaan dan ke tempat-tempat yang berpotensi terjadi peningkatan arus lalu lintas selama libur natal dan tahun baru ini. Hanya saja saya belum dapat informasi pasti terkait berapa banyak dan dimana-mana saja posko yang dimaksud akan didirikan,” katanya.

Iswar menjelaskan, sejumlah pool bus yang diprediksi akan turut mengalami lonjakan penumpang karena mudik natal dan tahun baru, juga tidak akan luput dari pengawasan mereka. Hanya saja, Dishub Medan akan lebih fokus kepada jalannya protokol kesehatan di pool-pool bus yang dimaksud.

Sebab, pool-pool bus yang diprediksi akan mengalami lonjakan adalah bus-bus dengan kategori antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) yang menjadi wewenang Dishub Sumut. “Untuk prokesnya akan turut kita awasi. Tentunya, para personel kita akan turut kita perbantukan untuk itu. Sebab jelas, terminal dan pool bus wajib mengikuti protokol kesehatan,” ujar Iswar. (prn/map)

Iswar pun mengimbau kepada masyarakat Kota Medan, khususnya masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru agar menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, termasuk saat menjalankan ibadah di gereja. “Agar lebih khusyuk dalam beribadah, kita minta kepada saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah pada saat natal agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Kita mau agar pandemi ini bisa segera berakhir dengan kedisiplinan kita masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya. (prn/map)

loading...