Banyak Warga Tak Tercover BPJS PBI, Ishaq Abrar Minta Pemko Verifikasi Ulang

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan meminta Pemko Medan melakukan verifikasi ulang kepesertaan warga miskin BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kota Medan. Sebab, tingkat kemampuan ekonomi masyarakat setiap saat berubah dan terbukti masih banyak warga miskin belum tercover.

Hal tersebut disampaikan Ishaq Abrar saat melaksanakan reses I masa sidang I Tahun ke II TA 2020 di Jalan Pancing Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Rabu (23/12/2020). Hadir saat reses, perwakilan OPD Pemko Medan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan konstituen.


Dikatakan Abrar, saat ini masih banyak warga miskin di Kota Medan yang belum mendapat pelayanan kesehatan gratis lewat program BPJS Kesehatan. Situasi demikian terkesan pelayanan pilih kasih. “Kita berharap warga yang benar-benar miskin wajib menjadi peserta BPJS PBI. Apalagi, di APBD tahun 2021 sudah dilakukan penambahan anggaran,” kata Abrar.

Pernyataan anggota dewan dari Partai Demokrat ini menyikapi keluhan warga terkait sulitnya mendapat BPJS PBI. Memang, saat mengikuti reses, sejumlah warga mengeluhkan kepada Ishaq Abrar belum terdaftar peserta program BPJS PBI. “Tolong lah pak dewan, warga Mabar Hilir di sini banyak belum terdaftar BPJS PBI padahal hidupnya susah,” kata Budiono, warga Mabar Hilir yang mengaku memiliki 5 orang anak, namun hanya 2 yang tercover BPJS PBI, sedangkan tiga orang lagi tidak.

Sementara Taufik, yang juga warga Mabar Hilir, mengaku sudah 14 tahun menetap di Kota Medan namun belum memiliki dokumen kependudukan, baik KTP maupun KK. Menyikapi keluhan warga ini, Abrar meminta kepada Lurah Mabar Hilir agar dapat membantunya.

Keluhan lain juga disampaikan warga terkait kondisi jalan rusak di Jalan Pancing Kelurahan Mabar Hilir. Selain itu, saluran drainase yang tidak berfungsi mengakibatkan banjir selalu di kawasan Mabar Hilir. Parit yang tumpat dipadati lumpur dan sampah sehingga air tidak sempurna mengalir dengan baik.

Terkait infrastruktur yang rusak, Ishaq mendesak Dinas PU Kota Medan melakukan perbaikan dan normalisasi drainase. Dan yang paling penting kata Abrar, saluran pembuangan air harus dituntaskan sehingga debit air tidak tergenang.

Mengakhiri acara reses, Ishaq Abrar menyebut segala aspirasi dan keluhan warga akan diteruskan secara resmi ke Pemko Medan. Kendati demikian sebut Abrar, aspirasi warga akan ditindaklanjuti guna percepatan realisasi. “Saya berharap warga tetap lebih peduli terhadap pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik di lingkungannya sehingga segala kekurangan dapat kita cari solusi,” tutup Ishaq.(adz)

loading...