24 Orang Lolos dari Ribuan Pelamar CASN Nias Utara

Sumatera Utara
Adi Laoli/Sumut Pos
UJIAN SKD: Pelamar CASN Nias Utara mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Jumat (2/11). Dari 3.612 pelamar, hanya 24 orang yang dinyatakan lolos.

NIAS UTARA – Pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, mencapai 3.612 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 24 orang yang lulus ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), menurut passing grade dari BKN.

Ujian SKD digelar tiga hari berturut-turut, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2018, di aula Laverna, Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nias Utara, Septianus Gea, kepada Sumut Pos, Jumat, (2/11) menjelaskan, hari pertama pelaksanaan SDK diikuti 1.300 peserta. Dari jumlah itu,hanya 8 orang yang lolos. Di hari kedua, ujian SKD diikuti 1.200 peserta. Yang lolos hanya 10 orang. Dan ujian hari ketiga diikuti 1.112 peserta, yang lolos hanya 6 orang.


“Kuota CASN yang disetujui Kemenpan RB RI untuk Kabupaten Nias Utara tahun ini, sebanyak 320 orang. Namun yang lolos ujian SKD hanya 24 orang. Jadi Nias Utara masih kekurangan 296 orang,” ungkap Septianus.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Nias Utara sangat kekurangan ASN. Belum diketahui apa upaya Pemerintah Daerah Nias Utara mencari solusi minimnya pelamar CASN yang lolos SKD.

“Saat ini kita sangat kekurangan ASN, terutama tenaga guru. Hasil ini nanti kita sampaikan telaahnya pada bapak Bupati. Biar beliau yang memutuskan solusinya. Bisa saja nanti pak Bupati menyurati pihak Kemenpan RB. Hasil tes SKD ini akan menjadi bahan evaluasi kita ke depan,” katanya.

Beberapa pelamar CASN yang diwawancarai Sumut Pos, mengakui kalau soal tes SKD ini terlalu rumit dan berbelit-belit. “Waktu mengerjakan soal terlalu singkat. Sementara passing grade yang ditetapkan BKN tinggi,” kata seorang peserta dengan nada pasrah.

Adapun passing grade yang ditetapkan BKN yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) 80, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75.

“Soalnya terlalu sulit Bang. Ada juga soal-soal jebakan. Dan waktunya terlalu singkat. Untuk Tes Intelegensia Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan saya lulus. Namun pada Tes Karakteristik Pribadi, saya hanya dapat nilai 130,” kata Resi Zebua, yang mengaku melamar pada formasi tenaga guru.

Sinema, yang melamar pada formasi tenaga guru, juga mengatakan hal serupa. “Semua soalnya sulit, sementara waktu mengerjakannya hanya 90 menit. Saya sempat terkendala mengerjakan soal. Kebetulan pulpen yang disediakan panitia habis. Untung ada pengawas yang meminjamkan pulpennya. Namun sepertinya saya belum beruntung. Nilai saya jauh di bawah passing grade,” katanya sedih.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *