3 Jamaah Wafat, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Metropolis
DIPERIKSA: Seorang jamaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Saat ini masih ada 2 jamaah Sumut dirawat di Makkah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Pasca berakhirnya operasional ibadah haji 1440 Hijriah, masih ada lima jamaah haji asal Sumut yang tertinggal di Tanah Suci karena sakit. Informasi terakhir yang diperoleh Sumut Pos, tiga dari lima jamaah haji tersebut telah wafat. Sedangkan dua jamaah lainnya hingga kini masih di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi, menunggu untuk dipulangkan.

Ketiga jamaah yang wafat masing-masing, Raminah Baginda Harahap binti Baginda P Harahap (73) warga Jalan Pelita VI Medan, Jarwani Mat Kabari bin Ambari (89) warga Jalan Pendidikan I Dusun XII Sei Rotan, Percut Seituan, Deliserdang, dan Baginda Satio Malim Pohan bin Mara Perdamean (67) warga Portibi Julu, Padang, Kabupaten Padanglawas Utara.


Sedangkan, Muhammad Syafri Khaidir bin Khaidir NR (58) warga Kampung Baru Alur Dua Babalan, Kabupaten Langkat dan Syawaluddin Abdul Sinaga bin Abdul Hamid (68) warga Jalan Pancing Perjuangan, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, masih di rawat di RS Arab Saudi. “Yang satu dari Kloter 2 Kabupaten Langkat (M Syafri Khaidir) dan dari Kloter 19,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Dokumen Haji, Kemenag Sumit, Iyong Sahrial kepada Sumut Pos, Minggu (29/9).

Iyong menjelaskan, ketiga jamaah yang wafat tersebut, meninggal disebabkan sakit pernapasan. Seperti almarhum Jarwani, wafat pada tanggal 14 September 2019. Kemudian, Baginda Satio Malim Pohan, wafat pada tanggal 16 September 2019 dan Raminah Baginda Harahap wafat pada tanggal 17 September 2019.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini kedua jamaah belum dimungkinkan untuk dipulangkan ke Tanah Air. Untuk itu, Kemenag Sumut tetap berkoordinasi dengan bagian transportasi Kementerian Agama pusat, untuk memulangkan dua jamaah tersebut.

“Ada petugas transportasi kita akan ke Jakarta, lalu transportasi Jakarta ini akan mendampingi sampai Medan. Ketika kita dapat kabar, kita akan hubungi keluarganya kemudian Kakan Kemenag asal kloternya, sama-sama disambut nanti di Bandara Kualanamu,” terangnya.

Sementara, dua jamaah tetap mendapatkan pendampingan selama di rawat di Arab Saudi. “Disana ada Dakker, Kantor Urusan Haji juga ada disana. Bahkan bagi yang meninggal inipun yang mengeluarkan surat meninggalnya juga Konjen (konsulat jenderal),” pungkasnya. (man)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *