40 Warga Terkapar Usai Makan Mie Goreng

Sumatera Utara
Foto: Darwis/PM Irfan, salah seorang korban keracunan usai menyantap mie diduga kedaluarsa.
Foto: Darwis/PM
Irfan, salah seorang korban keracunan usai menyantap mie diduga kedaluarsa.

HINAI, SUMUTPOS.CO – Acara wirid di rumah Tego (54) dan Nining (48) berujung petaka. Puluhan tetangga warga Dusun II Desa Sukajadi, Kec. Hinai, keracunan. Diduga bersumber dari mie goreng yang dibagikan dari rumah ke rumah.

Lazimnya acara wirid, tuan rumah kerap menyajikan makanan bagi undangan. Bahkan, membagikan ke para tetangga. Untuk itulah, pasutri ini mempersiapkan sajian untuk wirid yang digelar, Kamis (3/4) malam lalu. Di antaranya ada mie yang akan dimasak dan disuguhkan untuk warga setempat. Kemasan mie yang dibeli bermerek Mie Cap Ikan Tongkol.


Usai diolah, mie goreng ini disajikan ke warga yang datang wirid. Juga dibagi-bagikan kepada jiran tetangga yang rumahnya berdekatan dengan korban.

Naas, selang beberapa jam kemudian, warga yang mengonsumsi mie mengaku mengalami pusing. Tubuh mereka terasa kaku dan kejang serta perut mual-mual. Sedikitnya ada 40 warga mengalami hal serupa.

“Seluruh warga yang mengalami keracunan usai menyantap mie itu. Bahkan di antaranya ada anak-anak,“ ujar Suhemi, seorang warga yang mengaku sempat membesuk beberapa korban yang dirawat.

Warga yang kondisinya agak parah langsung dilarikan ke rumah sakit. Ada yang dirawat di RSU Bidadari Binjai, ada juga yang cuma dirawat di bidan desa setempat dan berobat jalan. Tak hanya warga yang mengalami keracunan, pemilik hajatan Tego dan Nining juga harus diberikan perawatan medis.

Hingga kemarin, kondisi warga sudah berangsur-angsur pulih, hanya dua orang warga lagi yang masih menjalani perawatan intensif. Kedua warga yang masih diinfus tersebut adalah Irfan (18) dan Miskun (48). Mereka dirawat di rumah masing-masing dengan kondisi tangan dipasangi infus.

Ada juga anak-anak yakni M Annas Al Habib (5), Safa Al Kirani (1).

Kapolsek Hinai, AKP Andri Manalu SH ketika dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui kejadian itu.

“Kalau masalah itu belum ada sampai sama saya, jadi saya nggak berani komentar. Nanti takutnya jadi masalah pula, apalagi sekarang masuk tahun politik. Jangan gara-gara komentar saya menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Andri.(dw/joe/smg)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *