86 Warga Deliserdang Keracunan Mie Rebus

Hukum & Kriminal Sumatera Utara
Warga yang keracunan sedang dalam perawatan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Pertapahan, Kec. Lubukpakam, Deliserdang, mendadak geger. Puluhan warga diduga keracunan mie rebus saat acara perwiritan.

Acara perwiritan berlangsung pada malam Jumat di rumah Nenek Rubini. Dikabarkan, sebanyak 86 warga yang terkena keracunan. Acara perwiritan memang setiap bulan sekali, menyajikan makanan mie rebus. Usai menyantapnya, warga mengalami mual-mual, muntah dan buang air besar atau diare.


Seorang keluarga korban, Martinus mengakui untuk keluarganya ada tiga orang yang dirawat karena keracunan. “Saat ini, kondisinya masih lemah dalam perawatan,” sebutnya.

Nenek Rubini mengatakan, mie rebus yang disajikannya sama seperti pada umumnya. Mie tersebut terbuat dari bahan mie lidi dengan dicampur tepung.

“Mie disajikan dengan sayur, ada toge dan kentang. Lalu, dicampur juga dengan telur dan kerupuk. Pokoknya samalah dengan yang dibuat orang-orang,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kata janda tua ini, dirinya tak menyangka sama sekali warga bisa keracunan.

“Mie rebusnya dibuat sama anak dan menantuku. Mereka juga yang belanja bahannya. Mereka pun juga makan dan keracunan tapi enggak sampai dirawat,” sebut dia.

Plt Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista mengatakan, sejauh ini dari 86 orang ada 10 warga yang dirawat di RSUD Deliserdang. “Selain yang ikut perwiridan, tetangga juga ikut makan karena turut dibagikan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, warga mengeluh kesakitan tidak langsung pada saat itu atau usai menyantap makanan. Melainkan, keesokan harinya.

“Satu persatu warga datang ke Puskemas terdekat untuk berobat. Ada yang mencret, sakit perut, muntah, Diduga, warga keracunan makanan terkontaminasi bakteri,” tandasnya.

Kini, sebagian besar warga sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang dan Rumah Sakit Grandmed Lubukpakam. (fir/pjs/ras)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *