Ajak Eks Penghuni Rehabilitasi Narkoba Berwirausaha, PLN UIK SBU Gelar Pelatihan Pengolahan Kopi

Ekonomi Metropolis
BERSAMA: Senior Manager  PLN UIK SBU, Sigit Prasetyo, Asisten Manager CSR Manajemen PLN UIK SBU, Waldy Gunawan bersama rekan dan anggota Sanggar Baca Eureka berfoto bersama usai menggelar Pelatihan Pengolahan Kopi bagi Eks Rehabilitasi Narkoba di Sanggar Baca Eureka, Jalan Pintu Air 4, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor .
BERSAMA: Senior Manager PLN UIK SBU, Sigit Prasetyo, Asisten Manager CSR Manajemen PLN UIK SBU, Waldy Gunawan bersama rekan dan anggota Sanggar Baca Eureka berfoto bersama usai menggelar Pelatihan Pengolahan Kopi bagi Eks Rehabilitasi Narkoba di Sanggar Baca Eureka, Jalan Pintu Air 4, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIK SBU) lewat program PLN Peduli, kembali menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, diwujudkan dalam kerja sama Pelatihan Pengolahan Kopi bagi eks rehabilitasi narkoba yang digelar 21-23 November 2019 di Sanggar Baca Eureka, Jalan Pintu Air 4, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Ada sekitar 11 orang mantan pecandu narkoba ikut serta dalam pelatihan itu


Asisten Manager CSR PLN UIK SBU, Waldy Gunawan, dalam sambutannya mengucapkan rasa bangganya atas dilaksanakannya pelatihan itu. Dia berharap pelatihan itu bisa mengembangkan usaha, bisa berbuat baik dan saling menjaga nama baik, termasuk bersama sama menjaga aset aset PLN yang ada di masyarkat.

“Ketika kegiatan ini pertama kali disampaikan, kami langsung tertarik. Karena kegiatan pelatihan seperti ini sangat luar biasa. Apalagi para pesertanya merupakan generasi bangsa yang mungkin selama ini pernah salah dan mau berubah,” ungkapnya, Kamis (21/11).

Dikatakan Waldy, pelatihan pengolahan kopi mungkin terlihat sederhana, tapi ilmu ini tentunya menjadi sesuatu hal yang luar biasa begitu seseorang memiliki kemampuan bagaimana cara mengenal kopi hingga mendapatkan citarasa yang baik dalam pengolahannya.

“Kita semua tahu, kopi adalah salah satu komoditi andalan negeri kita saat ini. Hampi semua orang pasti menyukai kopi. Tentu begitu luar biasa ketika kita mampu mengolahnya sendiri dan ke depan seluruh peserta mampu membuka usaha sendiri dengan berbisnis komoditi ini. Apalagi sekarang warung kopi khususnya yang berbentuk cafe, sangat menjamur di Medan. Kami berharap seluruh peserta bisa memanfaatkan peluang ini secara baik, agar ke depan tidak lagi memilih jalan yang salah,” harapnya.

Pemilik Sanggar Baca Eureka sekaligus pencetus kegiatan ini, Andi Kesuma Ginting memandang bahwa mantan pecandu markoba juga adalah aset bangsa yang harus diperhatikan baik oleh masyarakat sekitarnya, maupun pemerintah.

Menurutnya, bukan sesuatu yang mudah untuk merangkul anak-anak eks penghuni panti rehabilitasi narkoba dalam berbuat ke arah positif. “Tapi ketika kita menawarkan pelatihan berupa pengolahan kopi, mereka begitu tertarik, bahkan jumlah peserta sempat membeludak sehingga akhirnya kita batasi. Ini bukti kopi menjadi komoditi yang disukai dan menjadi sarana berkomunikasi yang sangat efektif,” ujarnya.

Dia berharap, sarana sanggar yang juga menjadi tempat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengolahan kopi ini kelak bisa menjadi tempat melahirkan ‘Barista’ yang andal.

“Saya harap pelatihan ini bisa menjadi peluang bagi seluruh peserta untuk tidak hanya sekadar berbuat lebih baik di tengah masyarakat, tapi kelak bisa menjadi peluang untuk mendapatkan hasil baik termasuk materi. Terimakasih PLN atas supportnya,” harapnya.

Sementara Jhoni Sitompul, salah satu peserta mengaku sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan yang dinilainya sangat luar biasa. “Kita semua tahu, kopi lagi booming di Medan. Namun bagi kita eks pecandu narkoba, untuk mendapatkan akses kerja tidak ada karena tidak punya kemampuan, khususnya dalam merebut peluang itu. Karena itu, kami menilai pelatihan ini luar biasa,” ujarnya.

Apalagi, kata Jhoni, pelatihan ini digelar secara gratis. “Kami tahu, bukan murah untuk mendapatkan ilmu ini karena untuk kursus menjadi seorang barista biayanya sangat mahal sampai lima juta rupiah,” paparnya.

Untuk itu, mereka sangat berterima kasih kepada PLN. Karena perusahaan ini bukan hanya ikut berperan memerangi narkoba lewat programnya, tapi mampu dan mau memberi jalan kepada mantan pecandu narkoba agar mampu berwirausaha ke depannya.

Turut hadir pada pelatihan itu perwakilan dari PLN UIK SBU, di antaranya Senior Manager PLN UIK SBU, Sigit Prasetyo, Asisten Manager Komunikasi dan Humas sekaligus Ketua Umum DPP SP PLN, Abrar Ali, Ketua DPD SP PLN UIK SBU, Fathdi Akbar dan Humas PLN UIK SBU, Deliana. (ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *