Akhirnya Semua Rangkap Jabatan

Nasional

DENPASAR- Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono bergerak cepat. Sehari setelah terpilih sebagai  ketua umum dalam kongres luar biasa (KLB), kemarin SBY langsung mengisi pengurus inti partai. Hasilnya banyak rangkap jabatan.

JOGGING: Sebelum kembali  Jakarta, Presiden SBY  Ibu Ani jogging pagi  menikmati matahari terbit  kawasan Nusa Dua Bali, Minggu (31/3).//Abror Rizki / Rumgapres
JOGGING: Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden SBY dan Ibu Ani jogging pagi dan menikmati matahari terbit di kawasan Nusa Dua Bali, Minggu (31/3).//Abror Rizki / Rumgapres

Tiga kader senior ditunjuk untuk menempati posisi-posisi setrategis. Diantaranya Syarif Hasan ditempatkan sebagai ketua harian, E.E. Mangindaan menjadi ketua harian dewan pembina, dan Marzuki Alie menjabat wakil ketua majelis tinggi (sebelumnya dijabat Anas Urbaningrum). Ketiga kader senior tersebut yang sehari-hari bertugas mengendalikan partai.

Berdasar komposisi, empat tokoh utama yang mengisi pos-pos penting di partai itu merangkap jabatan di pemerintahan. Padahal, sebelum KLB sempat didengung-dengungkan ketua umum tidak boleh rangkap jabatan.


Hasil KLB ini, SBY memegang empat jabatan puncak di partai, yakni ketua umum, ketua dewan pembina, ketua majelis tinggi, dan ketua dewan kehormatan, dan presiden RI. Sedangkan, Syarif Hasan menjabat Menteri Koperasi dan UKM, sedangkan E.E. Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan, serta Marzuki Alie sebagai Ketua DPR.

SBY menyatakan, penunjukan tiga kader senior tersebut adalah lanjutan dari hasil dan proses politik KLB yang ditutup pada Sabtu (30/3) lalu. “Tugas-tugas kepartaian, termasuk manajemen orang dan kegiatan sehari-hari, telah saya mandatkan dan tugaskan untuk dipimpin dan dikoordinasikan oleh pejabat inti tersebut,” ujar SBY dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, kemarin (31/3).

Dia berharap, dengan ditunjuknya tiga kader senior tersebut, PD sudah bisa bekerja sesuai dengan peran, tugas, dan fungsi masing-masing. Dengan demikian,  dirinya bisa tetap menjalankan tugas pemerintahan dan kenegaraan hingga berakhir masa jabatannya tahun 2014.

Di tempat yang sama, Marzuki yang ditunjuk sebagai wakil ketua majelis tinggi menegaskan, hasil KLB yang menempatkan SBY sebagai ketua umum dan tiga orang sebagai pelaksana tugas harian merupakan jalan keluar terbaik untuk kondisi partai. Dia menjamin tidak ada penggusuran terhadap kelompok-kelompok tertentu.

“Saya bilang tidak pernah ada faksi. Termasuk upaya penataan yang segera dilakukan formatur di bawah pimpinan SBY beberapa hari ke depan,” katanya.
Dia menyatakan, sesuai dengan hasil KLB, SBY sebagai ketua umum diberi mandat menata organisasi. Termasuk mengubah susunan pengurus partai yang dirasa perlu. “Seperti susunan batu yang tidak simetris, penataan yang akan dilakukan tersebut sekadar membuat bangunan menjadi simetris kembali. Prinsipnya, sepanjang mau bekerja sama membesarkan partai, ya mari, tidak ada penggusuran,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pembinaan Organisasi DPP PD Michael Wattimena yang dikenal dekat dengan Anas mengatakan, posisi Ketum yang diduduki SBY dan sejumlah posisi baru diisi oleh tokoh-tokoh penting partai tetap merupakan modal kuat menyambut Pemilu 2014.  “Ini the dream team bagi Partai Demokrat. Pak SBY dibantu Pak Syarief, Pak Mangindaan, dan Pak Marzuki akan menjadi penggerak partai untuk bangkit kembali,” katanya.
Syarif Hasan mengungkapkan, tugas dirinya melaksanakan tugas ketua umum yang seharusnya dijalankan setiap hari. “Implementasi dari kebijakan yang digariskan majelis tinggi dan ketua umum dilaksanakan oleh ketua harian sehari-hari,” imbuhnya.

Dia menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koperasi dan UKM. Sebab, mantan Ketua Fraksi PD di DPR itu merasa yakin bisa membagi waktu dan perhatiannya antara tugas sebagai menteri dan ketua harian partai. (dyn/c4/nw/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *