AKP Andar 2 Kali Telepon Kapolres

Metropolis

Sesaat sebelum tewas Kompol Anumerta Andar Siaahaan ternyata sempat menelepon atasaannya, Kapolres Simalungun AKBP Andi Syariful Taufik, sebanyak dua kali. Dari telepon itu diketahui Andar dalam posisi pelik.

Demikian dikemukan Andi Syariful Taufik saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui saluran telepon, Jumat (29/3) siang. “Saat kejadian almarhum menelepon saya. Dia katakan, ‘komandan saya menangkap judi, tapi dihadang masyarakat, saya kondisi cemana.’ Saya bilang coba guna tokoh masyarakat, tolong bantu, saya kumpulkan anggota,” ucap Andi.


Selang tiga menit telepon kedua diterima Andi dari perwira tiga balok emas tersebut. Kali ini Andar mengatakan masyarakat sudah anarkis dengan melakukan perusakan mobil BK 1074 FN miliknya. “Tiga menit selang almarhum kembali menelepon kepada saya. Dia bilang, ‘cepat komandan, kendaraan saya sudah dirusak masyarakat.’ Saya suruh tinggal kendaraan, cari aman,” cetus Andi menirunkan percakapan dirinya dengan Andar Siahaan.

Namun, informasi berkembang, Andar tidak melakukan itu. Andar memikirkan mobilnya yang dirusak warga dan terperosok ke dalam selokan di lokasi. Malah, ketiga anggotanya masing-masing bernama Aiptu Amada Simbolon, Bripka Lamsar Samosir, dan Brigadir Leo Sidauruk sudah meninggalkan lokasi. “Nah itu beliau bertanggung jawab dan wajib kita hargai. Dia suruh anggota berangkat meninggalkan lokasi,” urainya.

Akibat mempertahankan mobilnya, AKP Andar Sihaaan tewas menjadi bulan-bulanan massa yang beringas. “Jarak terakhir korban (Andar Siahaan) sekitar 100 meter dengan mobilnya,” sebutnya.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan kasus tersebut? Seperti diketahui, Polres Simalungun telah menangkap 103 orang yang diduga ikut dalam pengeroyokan Andar. “Sudah 21 orang kita tetap sebagai tersangka dalam kasus ini,”sebut Andi.

Andi menjelaskan ke-21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 17 orang resmi ditahan. Ke-17 tersangka itu diboyong ke rumah tahanan polisi (RTP) direktorat tahanan dan barang bukti (Dit Tahti) Poldasu. “4 lagi hanya dikenakan wajib lapor saja,” ujarnya.

Saat ditanya terhadap status warga yang lain diamankan, perwira melati dua ini menjelaskan sisa warga yang diamankan sebanyak 82 orang, sudah dikembalikan ke kediamannya masing-masing, Jumat (29/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. “Pemulangan disaksikan oleh perangkat desa setempat karena hasil penyelidikan tidak terbukti,” urainya.

Disinggung, pelaku judi toto gelap (togel) bernama Yeni Sumbayak, Andi mengatakan pelaku masih buron. “Cuma istri pelaku judi (Tamaria br Aruan) yang ditahan. Pelaku judinya masih kita buru. Sudah dulu ya, saya mau ke rumah duka dulu, sekalian ikut ke pemakaman,”sebutnya.

Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan mengatakan seluruh pelaku pemukulan Andar Sihaan hingga tewas ditahan di Poldasu.”Iya diamankan ke Poldasu, 16 laki-laki dan 1 prempuan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengimbau kepada pelaku judi Yeni Sumbayak untuk menyerahkan diri. “Pasalnya dia (Yeni, red) sebagai pemicu semuanya ini,” ucap Wisjnu di Makam Pahlwan Medan.

Jenderal berbintang dua ini mengatakan akan mengejar pelaku yang lain masih berkeliaran. Kemudian, pihak kepolisian akan secepat melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan kejaksaan negeri setempat untuk disidangkan. “Kita masih melakukan pengejar pelaku yang lain. Begitu juga akan secepat kita lengkapi untuk segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” urainya.

Untuk hukumannya, dikenakan pasal penganiayaan pemberatan hukuman penjara minimal 20 tahun penjara. “Kita tidak akan intervensi, biarlah pengadilan memberikan proses hukum dengan hukum yang ada,” jelasnya.

Wisjnu menjelaskan saat ini di lokasi kejadian sudah kembali kondusif.”Aktivitas sudah berjalan seperti normal,” pungkas Kapoldasu.(gus)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *