Alamakk… Anggota Marinir Disabet Bajing Loncat

Hukum & Kriminal
Bajing loncat-Ilustrasi
Bajing loncat-Ilustrasi

BRANDAN, SUMUTPOS.CO – Agaknya masyarakat sipil sudah tidak takut lagi dengan aparat. Setelah polisi dihajar ABG, kini prajurit Batalyon Infantri Yon Marinir Tangka Lagan Pangkalan Brandan disabet pisau oleh bajing loncat.

Adalah Serma Hartawan (35) yang menjadi korban lakon kriminal warga sipil itu. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gebang-NAD. Persisnya di Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Kini korban mendapatkan perawatan inap di rumah sakit Pertamina Pangkalan Brandan.


Informasi yang diterima, Kamis (7/1) malam sekira pukul 19.30 WIB, korban sedang mengendarai sepeda motor dari arah Medan menuju Pangkalan Berandan. Namun di sekitar TKP, persisnya di daerah persawahan Paluh Manis Kecamatan Gebang, Hartawan melihat seorang lelaki yang tak dikenalinya sedang berada di atas mobil L300.

Korban menduga, pria tersebut merupakan komplotan bajing loncat yang sedang beraksi. Selanjutnya, korban memberitahukan kepada sopir agar menghentikan kendaraanya.

Ketika mobil berhenti mendadak, pelaku langsung jatuh dari atas mobil. Saat korban menghampirinya, bajing tersebut dengan cepatnya menyabetkan senjata tajam yang dipegangnya ke arah korban sehingga mengenai tangan kanannya.

Setelah melukai korban, pelaku langsung naik ke kendaraan rekannya dan kabur meninggalkan lokasi. Kejadian tersebut sempat mengundang perhatian warga setempat. Bahkan warga sekitar bersama korban juga sempat melakukan pengejaran. Namun kedua pelaku tidak berhasil ditangkap.

Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pangkalan Brandan, Iptu Dwi Sahputra membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Tadi malam begitu menerima laporan, saya bersama Kanit Reskrim Polsek Gebang langsung ke TKP dan melakukan pengejaran. Namun para pelaku belum berhasil kita tangkap,” ujarnya.(bam/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *