Amel Alvi Malu Diseret Petugas saat Masih Kenakan Bikini

Infotainment
Amel Alvi dan pengacaranya Minola Sebayang.
Amel Alvi dan pengacaranya Minola Sebayang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Model, aktris, sekaligus disc jockey (DJ) Amel Alvi akhirnya menampakkan batang hidungnya setelah diburu media lantaran usai terkena razia, Jumat (21/8). Razia terjadi ketika Amel sedang asik nge-DJ di diskotek Liquid , Makassar, Sulawesi Selatan.

Senin (24/4) lalu Amel yang sudah berada di Jakarta langsung menemui pengacara ternama Minola Sebayang. Amel merasa tak menerima perlakuan saat terkena razia dan meminta bantuan Minola sebagai kuasa hukum.


Kali ini, Amel berani blak-blakan terkait hal tersebut. Sebelum kejadian itu, nama Amel sudah tersangkut kasus prostitusi online dengan terdakwa Robby Abbas alias RA.

“Waktu itu (21/8) clubnya (Liquid) kena razia BNN. Aku lagi nge-DJ di sana. Aku marah, karena mereka (BNN) hanya pressure (menekan) aku. Aku langsung diseret ke toilet untuk tes urine,” ungkap Amel, 23, di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).

Saat itu Amel baru memainkan dua buah lagu menghibur para pengunjung. Amel juga masih berpakaian seksi khasnya sebagai DJ yaitu mengenakan bikini kala razia berlangsung.

“Baru dua lagu, Kepala BNN suruh aku turun. Ketika aku di belakang masuk stage, sudah ada senapan dan juga ada wartawan. Aku disorot (kamera) sampai aku ke toilet,” katanya di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8) malam.

“Aku enggak apa-apa. Tapi, seharusnya aku diberi kesempatan pakai jaket dan jangan langsung diseret saja,” kata Amel yang masih menggebu-gebu bercerita.

“Ya, pelan-pelan saja seharusnya. Aku malah diperlakukan sebagai tersangka (target operasi),” kesal Amel.

Pengakuan perempaun yag berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ) itu juga sudah tersebar luas setelah bersaksi dalam salah satu program televisi siang tadi.

“Aku malu dong. Di sana (Makassar) aku mau menghibur. Tapi, nyatanya aku malah enggak bisa (nge-DJ) karena ada razia,” ungkap artis kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1992 itu.

Beruntung, hasil tes urine Amel negatif lantaran BNN. Dia menjadi orang pertama yang menjalani tes urine itu.

Atas kejadian tersebut, Amel telah menunjuk Minola Sebayang sebagai kuasa hukum. Amel mengatakan tidak diberi tahu sebelumnya oleh pihak diskotik dan tidak ada dalam perjanjian kontrak kerjanya bahwa akan berlangsung razia malam itu.

Minola sendiri bicara sebagai kuasa hukum Amel akan melakukan somasi agar terdapat klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak-pihak yang bersangkutan.

“Minum alkohol saja tidak, apalagi narkotika. Setelah dipelajari, sikap dan tindakan yang dilakukan BNN adalah tindakan (sengaja) memalukan Amel di depan publik,” ujar Minola membela kliennya di tempat sama. (mg3/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *