Ampera Desak Bupati Copot Kadisdik Batubara

Sumatera Utara
TEMUI: Bupati Batubara, Ir. Zahir, MAP menemui massa Ampera saat berunjukrasa di depan Gedung DPRD Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (22/9).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO-Untuk keduakalinya, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Batubara (AMPERA) mendesak Bupati Batubara untuk mencopot Kadisdik dari jabatannya dengan dugaan korupsi.

Aksi itu dilakukan massa Ampera di depan Kantor Bupati Batubara di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Selasa (22/9)siang. “Sudah duakali kami ke sini, tapi tuntutan kami tidak digubris,”kata salah satu orator Ampera.


“Copot…Copot, Copot Ilyas Sitorus, Copot Ilyas Sitorus sekarang juga,”puluhan massa Ampera.

Di halaman kantor Bupati Batubara, Koordinator aksi, Ahmad  Fatih Sultan membacakan isi tuntutan mereka. Adapun tuntutan mereka adalah mendesak Kejari Batubara untuk mengusut dugaan korupsi beasiswa Mahasiswa/i Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp200 juta. Mendesak bupati untuk evaluasi pelaksanaan Uji Konpetensi Guru (UKG).

Kemudian, lanjut Ahmat Fatih, mendesak Kejari Batubara mengusut tuntas realiasasi dana BOS Afirmasi dan kinerja tahun 2019 pada 51 sekolah SD/SMP yang menerima program Kementerian Pendidikan, yang diduga adanya penyalahgunaan wewenang Kadisdik Batubara, Ilyas Sitorus.

Selanjutnya, mendesak Bupati Batubara

Ir. Zahir MAP, untuk mencopot Kadisdik Ilyas Sitorus karena dinilai gagal melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab pelaksanaan Pendidikan di Kabupaten Batubara.

Dan terakhir mendesak seluruh aparat penegak hukum untuk memeriksa seluruh Kepala Sekolah SD, SMP terhadap gaji guru honorer yang diduga tidak sesuai juknis atau Permendikbud RI No. 08 Tahun 2020.

Menanggapi tuntutan massa Ampera, Bupati Batubara ir. Zahir MAP didampingi anggota Komisi III DPRD Batubara, di antaranya Amad Muktas, Darius, dan Azuarsyah Simanjuntak.

Bupati Zahir menjelaskan, terkait tuntutan dengan pencopotan Kadisdik Ilyas Sitorus harus melewati prosedur yang berlaku. Pencopotan pejabat tidak dapat dilakukan hanya karena Like and Dislike.

Maka oleh sebab itu, lanjut Zahir, semua tuntutan akan dipelajari. “Jika benar dan terbukti, akan mengevaluasi Kadisdik Batubara,”ujar Zahir singkat sembari meninggalkan massa Ampera.

Sebagai bentuk keseriusan, langkah selanjutnya AMPERA menyerahkan berkas dugaan korupsi dilingkungan Dinas Pendidikan Batubara kepada Ketua DPRD Batubara, Mhd Safi’i dari Partai PDIP. (mag-14/han)

loading...