Anak Jalanan Semakin Manjamur di Kota Binjai

Sumatera Utara

Dinas Sosial Bingung Ambil Tindakan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis semakin menjamur di Kota Binjai. Keberadaan mereka terkesan luput dari pantauan Pemko Binjai, dalam hal ini Dinas Sosial Kota Binjai.


Pantauan wartawan Sumut Pos, Rabu (1/2), anak jalanan itu mulai berada di sejumlah persimpangan lampu merah, dan warung-warung kecil untuk meminta-minta sekitar pukul 12.30 WIB. Bahkan, aktivitas anak jalanan itu berlanjut hingga malam serta pagi dinihari.

Menurut seorang anak jalanan yang enggan menyebutkan namanya kepada Sumut Pos, ia meminta-minta di jalanan sejak siang hari hingga dinihari. Itu dilakukannya atas perintah orang tuanya. “Saya disuruh orang tua dan uang yang saya dapat untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kami Bang,” ujar bocah yang menenteng kotak amal itu.

Lebih jauh, bocah yang mengaku tinggal di Kampung Aceh, Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Binjai Timur itu mengetakan, dalam sehari dia bisa mengumpulkan uang berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. “Saya masih sekolah bang, kelas II SD. Jadi, uang itu saya gunakan juga untuk jajan sekolah,” terangnya.

Menyikapi menjamurnya anak-anak jalanan yang meminta-minta dengan kotak amal ini di Kota Binjai, Kepala Bidang (Kabid) Bina Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Binjai, Darwan mengatakan, pihaknya sudah pernah mengamankan anak jalanan itu untuk dimintai keterangan.
“Kita sudah pernah merazia mereka. Kita mau cari tahu, siapa sebenarnya yang mengkoordinir mereka. Sebab, informasi yang kita ketahui, anak jalanan itu juga dikoordinir pihak ketiga,” ujarnya.

Namun kata Darwan, ketika anak jalanan itu diamankan, mereka memiliki orangtua dan orangtuanya datang ke Dinas Sosial. “Karena kita amankan anak jalanan itu, akhirnya orangtuanya datang. Sehingga, kita jadi sulit untuk mengambil tindakan. Sebab, itulah yang menjadi mata pencarian mereka,” kata Darwan.

Saat ditanya, apakah orang tua anak jalanan itu tidak bisa dilaporkan ke polisi karena telah mengeeksploitasi anak-anaknya, Darwan kembali menjelaskan kalau masalah ini menyangkut ekonomi.

Lantas bagaimana dengan anak-anak punk yang juga menjamur di Kota Binjai? Menyikapi hal ini, Darwan mengaatakan, kalau tahun ini pihaknya akan menyediakan rumah singgah. “APBD kita belum disahkan. Kalau sudah disahkan, kita akan menyediakan rumah singgah untuk anak punk itu,” kata Darwan.(dan)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *