Awas, Faktor X

World Soccer

Fulham vs Manchester United

SAAT ini jarak antara pemuncak klasemen Premier League Manchester United dengan tim peringkat kedua Manchester City kembali menjauh. Usai The Citizens ditahan imbang QPR dengan skor 0-0 dan Manchester Unted membungkam Southampton, maka tujuh angka menjadi pembatas di antara kedua tim.


HARAPAN: Striker Fulham asal Bulgaria   Dimitar Berbatov menjadi harapan timnya saat menjamu Manchester United, malam ini.
HARAPAN: Striker Fulham asal Bulgaria Dimitar Berbatov menjadi harapan timnya saat menjamu Manchester United, malam ini.

Jarak itu bisa semakin lebar jika mengacu pada hitung-hitungan di atas kertas. Betapa tidak, hari ini dalam lanjutan Premier League matchday ke-25 di Craven Cottage, The Red Devils hanya akan menghadapi tuan rumah Fulham, yang musim ini telah dua kali mereka taklukkan. Sementara Manchester City, besok akan melakoni laga berat dalam lawatan ke St James Park yang menjadi markas Newcastle United.

Ya, dalam lima bulan terakhir United telah dua kali mengalahkan Fulham. Yang pertama terjadi pada 25 Agustus 2012. Saat itu tiga gol yang dilesakkan Robin van Persie (10’), Sinji Kagawa (35’) dan Rafael (41′) hanya berbalas dua gol, masing-masing oleh Damian Duff (3′) serta sebuah gol bunuh diri yang dilakukan Nemandja Vidi (64’).

Kekelahan kedua dialami The Cottagers (julukan Fulham) dua minggu lalu, saat bermain di ajang FA Cup. Ketika itu The Red Devils menang dengan skor 4-1.

Hal lainnya yang membuat The Red Devils kembali dijagokan pada pertemuan ketiga nanti adalah rekor 12 pertandingan terakhir tanpa terkalahkan. “Saat ini semua terlihat begitu mudah. Tapi kami tak ingin terjerembab lagi seperti musim lalu, saat mana unggul 8 poin, namun akhirnya disalip (Manchester City) dan gagal menjadi jaura. Kami tak ingin itu terulang lagi,” tandas Sir Alex Ferguson, tactician Manchester United.

Terkait pemainnya yang tak dapat tampil dalam lawatan ke Craven Cottage nanti, Fergie mengungkapan bahwa tiga pemainnya Darren Fletcher (usus kronis), Ashley Young (lutut) dan bek tengah Jonny Evans (hamstring) dipastikan absen. “Kami berharap mereka dapat pulih pada waktu yang tepat,” harap Fergie.

Di pihak tuan rumah, pelatih Martin Jol berharap agar sriker asal Bulgaria yang pernah menjadi andalan The Red Devils Dimitar Berbatov memberi kontribusi maksimal sehingga membantu The Cottagers meraih tiga angka di hadapan fans.

“Dia mulai memperlihatkan ketajamannya lagi. Saya berharap ini menjadi pertanda baik bagi kami, karena dia didatangkan memang untuk mencetak gol. Saya senang dengan perkembangannya. Apalagi dia mampu menjalin kerja sama dengan Hugo Rodallega dan Joey O’Brien. Ini sebuah keuntungan,” bilang Martin Jol.

Memang, Fulham sangat berharap kepada Berba untuk dapat mendongkrak posisi timnya  yang hingga kini masih berada di peringkat ke-12. Artinya, kekalahan akan membuat tim ini dalam kondisi krisis dan rawan masuk zona degradasi. “Kami senang dengan pulihnya cedera Kieran Richardson. Saya harap kehadirannya akan membuat pertahanan kami semakin kokoh. Mungkin hanya tiga pemain yang tak dapat tampil besok (hari ini, Red). Ketiganya adalah Karim Frei (pangkal paha), Mahamadou Diarra dan Simon Davies (lutut),” urai Jol.

Sebagai refrensi, dari 49 pertandingan yang telah terjadi, Fulham hanya 7 kali mengalahkan United. Berbeda dengan United yang terlihat sangat dominan atas Fulham berkat 32 kemenangan yang telah diraih.

Tak hanya itu, saat menjadi tuan rumah pun Fulham kerap takluk atas United. Buktinya, dari 24 pertemuan yang berlangsung di Craven Cottage, tuan rumah Fulham hanya meraih kemenangan sebanyak 5 kali, padahal United telah 10 kali mempermalukan mereka di sana.
Pun demikian, bagi Anda penggemar Manchester United jangan terlalu berharap  dapat menyaksikan The Red Devils kembali berpesta gol ke gawang Fulham.

Perlu dipertimbangkan faktor X yang akan membuat pertandingan ini seolah terlihat seimbang, sehingga marwah Premier League sebagai ajang yang paling kompetitif di muka bumi dapat terjaga.

Ingat, jika sejauh ini hanya persaingan United dengan City yang membuat Premier League tetap ditunggu penonton setiap akhir pekan. Bandingkan dengan La Liga Primera yang mulai kehilangan peminat setelah Barcelona unggul 11 poin dari Atletico Madrid dan unggul 15 angka dari seterunya Real Madrid. Ini membuat kompetisi tak lagi menarik. Seolah hanya tinggal menunggu waktu bagi Los Blaugranas bertaktakan juara La Liga untuk ke-22 kalinya. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *