Ayung Menjerit, Perampok Berlarian, 4 Ditangkap

Hukum & Kriminal
Foto: Rizky/PM Toko Indo Digital Printing yang dirampok kawanan bersajam, Selasa (27/1/2015).
Foto: Rizky/PM
Toko Indo Digital Printing yang dirampok kawanan bersajam, Selasa (27/1/2015). Modusnya, pura-pura cetak foto.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Enam kawanan rampok bersenjata tajam (sajam) beraksi di Indo Digital Ekpress, milik pasangan Susanawati (41) dan Sui Lui In alias Ayung (45), Selasa (27/1) sekira pukul 10.30 WIB.

Dua pelaku berhasil ditangkap warga di TKP, sedangkan 2 lagi diciduk tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru sekitar 1 jam setelah kejadian.


Pagi itu keenam pelaku datang secara bersamaan. Namun hanya 4 pelaku yang masuk ke toko yang beralamat di Ruko Komplek Sekip Mas, Jalan Sekip, Kel. Sei Putih Timur I, Kec. Medan Petisah, tersebut.

Dua orang berpura-pura ingin mencetak foto, sedangkan dua lagi membeli buku. Oleh Ayung, pelaku yang ingin cetak foto dibawa ke lantai dua. Sementara sang istri melayani 2 pelaku lainnya di lantai dasar.

Sebagai pemantau lokasi, seorang pelaku berbadan gemuk (Abdul) duduk di warung persis samping Indo Digital Ekspress. Sementara 1 lagi menunggu di becak yang diparkirkan beberapa meter dari TKP.

Setelah memastikan situasi aman, pelaku di lantai dasar menodongkan pisau kepada Susanawati dan memaksanya untuk menyerahkan barang-barang berharga.

“Apa yang mau kamu ambil, ambillah, asal jangan kalian lukai saya,” menjawab permintaan pelaku.

Aksi penodongan juga dialami Ayung di lantai dua. Korban diikat dengan tali nilon lalu disekap. Hanya dalam hitungan menit pelaku berhasil menggondol uang 2000 ringgit Malaysia, serta beberapa perhiasan emas.

Usai memastikan tidak ada barang berharga lain, pelaku pun bergegas pergi. Tapi baru beberapa langkah, mereka dikejutkan teriakan minta tolong dari lantai II, tempat Ayung disekap.

Panik, seorang pelaku kembali mendatangi Susanawati dan menganiaya perempuan itu. Sementara di luar toko, warga yang mendengar teriakan korban telah berkerumun.

Melihat reaksi warga, Abdul ketakutan dan langsung berusaha meloloskan diri. “Saya sempat menahan pelaku (Abdul), karena dia belum bayar roti dan minumannya. Tapi setelah dia beri Rp5.000, saya kembali melepaskannya. Sumpah, waktu kulepaskan, saya tidak tahu kalau pria itu perampok,” ujar Ucok, pemilik warung.

Meski lolos dari pemilik warung, Abdul tetap tertangkap dan dipukuli warga. Seorang lagi tertangkap setelah seorang anggota Brimob yang kebetulan melintas, ikut mengejar.

“Anggota Brimob itu sempat melepaskan tembakan ke udara, karena melihat pelaku melawan dan berusaha melarikan diri. Seorang pelaku lari dari pintu belakang rumah korban dan melompati tembok. Tiga pelaku lainnya nggak tau bagaimana bisa lolos,” ungkap Ucok diamini Juntak (30), warga yang ikut mengamankan pelaku.

Guna kepentingan penyelidikan, kedua pelaku diboyong ke Mapolsek Medan Baru berikut barang bukti 1 unit Honda Vario BK 4340 ADE. Dalam pemeriksaan, keduanya mengungkap identitas rekan-rekannya. Tidak ingin buang waktu, perburuan langsung dipusatkan ke alamat yang disebutkan pelaku.

Reaksi cepat tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru, membuahkan hasil. Sekitar 1 jam melakukan pencarian, dua pelaku lainnya berhasil diciduk dari Jalan Orion, tak jauh dari TKP. Sebagai barang bukti, petugas mengamankan 1 unit becak bermotor yang dipakai pelaku saat beraksi.

“Dua orang lagi diamankan oleh tim gabungan Polsek Medan Baru dan Polresta Medan. Dua pelaku dibawa ke Polresta Medan,” ujar seorang personel Reserse Brimob Polda Sumut bermarga Sinaga. (mag-2/ras)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *