Bangun Kerja Sama dengan Pengusaha Hongkong

Medan on Focus

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar pertemuan dengan Dewan Pengembangan Perdagangan dari Hongkong,  yang tergabung dalam Trade Development Council  (HTDC) di Medan Club Jalan Kartini  Medan, Rabu (18/1). 

Pertemuan dengan HTDC digelar sebagai upaya membangun kerja sama antara pengusaha dari Hongkong dengan Kota Medan. Kerjasama diharapkan tidak hanya di bidang culture (kebudayaan) saja melainkan mengarah kepada dunia bisnis dalam upaya meningkatkan perekonomian di ibukota Provinsi Sumatera Utara.


Rencananya HTDC menggelar Life Style Expo di Jakarta pada 15-17 Maret 2012 mendatang.  Sekitar 200 hingga 300 pengusaha dari Hongkong dan Guangdong, Cina akan memamerkan hasil-hasil produk terbaiknya selama pameran yang berencana mengunjungi Kota Medan.

Karena itu,  Rahudman berharap agar Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan pelaku usaha  perdagangan dari Sumatera Utara, khususnya Kota Medan  bisa memanfaatkan momentum  ini sebagai pertukaran informasi bisnis dan perdagangan (Business Gathering).  Dengan demikian importir  yang ada di Kota Medan bisa lebih meningkatkan kualitas informasi dan kompetensi berbasis industri serta perdagangan.

“Ini tentunya sebuah kehormatan dan sekaligus peluang bagi Kota Medan untuk dapat lebih dikenal masyarakat internasional umumnya (Remarkable Indonesia), teristimewa bagi masyarakat Hongkong. Selain itu merupakan peluang besar bagi kami membangkitkan geliat perekonomian kota, khususnya dari sisi investasi dan perdagangan,” ujarnya.

Selanjutnya, Rahudman mengucapkan terima kasih dan selamat datang  kepada segenap rombongan  dari HKTDC. “Saya berharap Kota medan dapat memberikan kesan yang mendalam untuk dapat diceritakan  kepada pelaku usaha perdagangan di Hongkong sehingga bisa menarik minat mengunjungi  kota kami,” ungkapnya.

Di tempat yang sama,  Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi  membeberkan, derasnya arus pasar global yang tidak terbendung menyebabkan dibutuhkannya paradigma perdagangan dan industri yang inovatif, berwawasan nasional serta berkelanjutan.
“Untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, asosiasi perdagangan seperti para importir, stakeholders perdagangan dan industri serta seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Dia menyebutkan, peluang kerja sama layak dilakukan mengingat Kota Medan sebagai kota perdagangan yang letaknya strategis, cocok untuk kerja sama dengan luar negeri. “Yang penting nilai-nilai publik private partnership tetap dipegang. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka kerja sama lain,” ujar. (adl)

Pengusaha Medan Diajak Kerja Sama

Colsultant HTDC Mr Henky Rusli mengatakan kehadirannya di Indonesia khususnya di Jakarta dalam kegiatan Life Style Expo di Jakarta, sebagai wujud untuk mempromosikan hasil karya dari 200 sampai 300 pengusaha dari Hongkong maupun Guangdong, Cina.
Henky  membeberkan, sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan pengusaha-pengusaha dari Kota Medan sehingga ikut berpartisipasi dalam pameran yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia.

“Kami ingin melakukan selling antara pengusaha Hongkong dan Guangdong dengan pengusaha Indonesia, terutama Kota Medan,” ujarnya.
Dia berharap pengusaha di Kota Medan memanfaatkan momen ini untuk melihat langsung produk-produk dari Hongkong maupun Guangdong agar bisa melakukan kerja sama.

“Medan merupakan kota pertama di luar Jakarta yang jadi prioritas utama, setelah itu menyusul kota-kota lainnya,” cetusnya.
Menurut dia, dalam pengembangan produk UMKM Kota Medan memiliki kualitas yang baik seperti produk makanan ringan dan hasil kerajinan. Tapi, produk tersebut kurang bisa bersaing dari sisi pengemasan dan branding-nya. (adl)

Pelaku UMKM Digiring Tembus Luar Negeri

Komitmen Pemko Medan membawa pengusaha UMKM bisa menembus  pasar luar negeri terus diupayakan. Kini, jalurnya sudah tiba ada Dewan Pengembangan Perdagangan dari Hongkong (HTDC) menggelar Life Style Expo di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan  Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemko Medan Ir Arief Tri Nugroho usai menggelar pertemuan dengan HTDC di Medan Club, Medan.

“Pemko Medan  memberikan apresiasi atas pertemuan itu dan berharap pengusaha di Kota Medan dapat memanfaatkannya dengan baik,” cetusnya.
Dia menerangkan, Pemko Medan ingin mendorong kerja sama antara pengusaha Hongkong dengan UMKM Medan. Perajin UMKM bisa menembus pasar luar negeri, dan di sisi lain pengusaha diuntungkan dengan produk yang berkualitas baik.

“Kami sedang melakukan survey produk unggulan UMKM Medan. Jika terdapat 20-30 perajin UMKM yang punya komitmen menembus pasar luar negeri, khususnya Hongkong, akan difasilitasi,” ujarnya. (adl)

Pemerintah Harus Promosikan UMKM

MEDAN-  Pemerintah diminta untuk kerja lebih keras dalam menggerakkan pendapatan ekonomi rakyat melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Sumatera Utara.

Demikian disampaikan Ketua Pusat Kajian Pembangunan Sumatera Utara (Pusara) Halda Qemlani Pane usai menggelar seminar sehari dalam tema menggagas konsep pembangunan sumatera, yang adil dan makmur dalam bingkai reformasi dengan menggalakkan potensi UMKM sebagai penunjang perekonomian rakyat, di Kota Medan, akhir pekan lalu.

Menurut dia, dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan diperlukan penciptaan lapangan kerja dalam bentuk kerja mandiri, usaha industri rumah tangga atau usaha kecil. Pasalnya, semakin membaiknya kondisi ekonomi rakyat akan menggairahkan pola konsumsi dan kebutuhan pangan, sandang dan papan.

“UMKM tempat masyarakat memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tugas pemerintah membantu pengembangan UMKM,” ujarnya.

Halda menambahkan, Pusara sendiri siap membantu memberikan kontribusi kepada pemerintah, terutama dalam pembangunan Sumut meliputi kabupaten/kota ke depan dalam hal pemikiran, tenaga dan sosialisasi program pemerintah dalam pengembangan sektor UMKM.

Dalam kesempatan itu, satu narasumber seminar, Rafriandi Nasution mengatakan, dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia diperlukan penciptaan kesempatan kerja melalui wirausaha.

“Kita bisa melihat bisnis etnis Tionghoa yang mencerminkan etos kerja tinggi, sikap kekeluargaan yang tebal dan tunduk pada otoritas. Ini perlu dicontoh sebagai masyarakat dalam berwirausaha baik sektor kecil atau besar,” paparnya.

Dia mengatakan, untuk mencapai target pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen saja setiap  tahun, maka akan tercipta penurunan tingkat kemiskinan menjadi 8 persen serta pengangguran 5 persen pada tahun 2014, sangat diperlukan penciptaan  kesempatan kerja langsung dalam bentuk kerja mandiri, usaha keluarga atau usaha kecil.

Sementara itu, narasumber lainnya, Sori Monang Pohan membeberkan, membangun UKM sangat penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun banyak tantangan yang dihadapi pelaku usaha sehingga usaha sering tersendat atau terpaksa tutup.
“Mendirikan usaha harus punya pondasi agar bertahan dan berkembang, menyusun rencana pengembangan binis, menyiapkan mental, mencari dan menyediakan modal menjalankan pengembangan usaha, menyusun rencana keuangan serta mengelola keuangan,” katanya. (ril)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *